Ternak Walet, Malah Panen Kelelawar

Hai penghuni situs KCH tanpa terkecuali. Dwi lagi yang tampil, semoga tidak ada yang bosan ya, *hihi. *Ops hari ini sedang ingin serius, jadi kurangi selingan atau *lebaynya. Karena ditulisan ke-78 ini adalah kisah nyata di tahun 2000-an. Entah kepastian tahunnya saya lupa. Tapi ini benar-benar terjadi disalah 1 desa tetangga dwi. Mengapa saya memberi judul cerita ini ternak walet, malah panen kelelawar? Sungguh kontroversi sekali dizaman itu.

Karena eh karena fakta ini mengundang penasaran para warga. Bukan cuma penduduk lokal, penduduk dari desa tetangga pun ikut menyaksikan fenomena ini yang membuat mereka penasaran dari ubun-ubun, *hehe. Dari mulut ke mulut tentang munculnya seribu bahkan berjuta atau lebih kelelawar ini menghebohkan warga bahkan media massa pun ikut serta menghebohkannya.

Awal terjadinya berita ini, ketika salah 1 petani dari desa Purwodadi, sedang mengecek sawahnya. Hari itu dia belum pulang hampir menjelang maghrib. Posisi sawahnya dekat dengan bangunan walet (milik orang cina). Di jalan area purwodadi ini ada beberapa gedung walet, tapi yang paling tidak berhasil atau tidak berkembang hasil iler/sarang waletnya hanya 1 gedung yang akan saya ceritakan ini.

Saat itu petani sangat kaget bahkan bingung tanpa kepalang. Bagaimana tidak, saat menjelang maghrib ketika akan bergegas pulang. Dia menemukan ribuan bahkan jutaan kelelawar keluar dari sarangnya. Bahkan ada yang menyerang petani, yang berterbangan rendah. Ketika dia menjauh dari area sawahnya. Dia melihat kumpulan kelelawar itu keluar dari salah 1 lubang diatas gedung walet yang berada didekatnya.

loading...

Sejak saat itu, fenomena ini menjadi buah bibir, dan disaksikan beribu warga yang ingin melihatnya. Karena saking penasarannya dwi ingin mencoba melihatnya. Karena teman dwi pernah melihat dan bercerita padaku. Akhirnya dihari minggu, aku berencana ingin ke rumah simbah/orang tua dari ibu. Karena desa simbah tidak terlalu jauh dari gedung walet yang jadi sorotan masyarakat itu.

Tidak lupa berpamitan sama orang tua, dan kebetulan hari itu saya diajak bulek (adik kandung ibu yang masih gadis) untuk pergi menemaninya ke pesta pernikahan temannya. Aku pun mengiyakan tapi dengan satu syarat, *hehe, yaitu bulek harus bersedia mengantarku melihat fenomena kelelawar itu. Dengan berat hati akhirnya bulek pun sanggup menerima permintaanku. *Eit kenapa dia berat hati? *hmm nanti kalian pasti tahulah, *hehe.

Akhirnya setelah pulang dari pesta, kami pun berangkat menuju lokasi dimana gedung itu berada. Kami menggunakan sepeda karena cukup lumayan jika berjalan. Kami menggunakan sepeda demi keamanan, karena?

“Kita berangkat jam 5 sore saja, dan menitipkan sepeda di rumah mba dewi (teman bulek)” kata bulek.
“Ok” kataku.

Dengan perasaan gembira akhirnya pun sudah sampai dirumah mba dewi dan menitipkan sepeda. Rumahnya dekat dengan gedung walet ke-2 yang ada jutaan kelelawar itu. Saat kami sampai disana, “Wow”. Mungkin itu ucapan yang pantas ketika dwi melihat sudah banyak warga, yang memenuhi sesak dijalan lintas ini. Terutama didepan gedung itu. Dan kami berjalan kearah gedung supaya lebih dekat dan jelas melihatnya.

Dan akhirnya, hasil penasaran dan menunggu jam yang ditentukan terjawab sudah. Tepat pada 17:46 berjuta-juta kelelawar keluar dari ujung gedung walet, seolah-olah mereka terbang menari-nari dengan kawanannya. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata bagaimana indahnya. Setelah puas dan selesai melihat atraksi menakjubkan itu kami bergegas untuk pulang. Namun naas, macet panjang menghalangi kami untuk keluar dari kerumunan warga yang semakin sesak.

Akhirnya setelah beberapa detik, kami lolos juga dan bisa mengambil sepeda sambil berjalan pelan. Sekarang saya mengerti, itu sebabnya bulek berat hati mengantarku. Lalu beberapa hari kemudian, saya mendengar kabar bahwa gedung walet itu didatangi oleh seorang yang punya ilmu supranatural. Konon gedung itu ada penghuninya yaitu ratu kelelawar, itu sebabnya banyak kelelawar bersemayam disana.

Tentu saja si pemilik gedung walet ini merasa rugi, karena walet yang diternak, panen kelelawar yang didapat. Tapi sekarang sejak mediasi dan diusirnya makhluk itu, akhirnya mereka pindah tempat, entah kemana. Dan sejak saat itu hingga sekarang, gedung walet yang menjadi gedung fenomena kelelawar menjadi terbengkalai dan tinggal kenangan.

Kisah ini fakta dan tidak dibuat-buat. Jika kalian penasaran dengan gedungnya, silahkan kesini nanti saya antar, *hehe. Sekian dan terima kasih sudah membaca panjang lebar gak jelas, *hihi. Buat kak john terima kasih sudah mengedit dan mempublish kiriman saya dengan cepat kilat. Bye-bye.

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts