Ternyata Aku Sendirian di Rumah

Manusia seringkali sibuk akan kehidupan nya sendiri, kadang karena kesibukan nya itu manusia suka lupa akan kehidupan di sekitarnya. Baik di dalam lingkungan kadang kita juga sering menghiraukan apa yang terjadi di sekitar lingkungan. Hal ini yang terjadi kepadaku, sehingga aku tidak sadar ternyata aku sendirian di rumah. Namaku didit, sekarang aku berkuliah di salah satu universitas yang ada di kota Bandung.

Menginjak semester 3 saat itu membuat aktifitasku menjadi sangat sibuk sekali. Aku harus rela mengorbankan hidupku menjadi hanya beberapa jam saja, bahkan aku jarang sekali pun ke rumah. Setiap hari aku berada di kost, jika pulang ke rumah pun aku sambil mengerjakan tugas. Saat itu sudah hampir 3 bulan aku tidak pulang ke rumah dan hari itu aku memutuskan untuk pulang ke rumah. Rumahku terbilang sangat jauh, maka dari itu aku jarang pulang ke rumah.

Malam itu aku sampai ke rumahku, perjalananku menghabiskan selama 3 jam. Kulihat jam tanganku menunjukan pukul 10 malam, sampai di depan rumah terlihat lampu rumah mati. Biasanya kalo lampu sudah mati, berarti orangtuaku sudah pada tidur. Benar saja beberapa kali aku ketuk pintunya, tidak ada jawaban apa-apa. Aku mengambil kunci yang biasanya di simpan di bawah pot bunga, hingga akhirnya aku bisa masuk ke dalam rumahku.

Suasana sudah sepi, hanya suara detik jam saja saat itu yang terdengar. Rumahku bisa dibilang cukup besar, dengan ruangan dan lorong-lorong, serta lukisan besar yang terpampang di dinding. Aku bergegas ke lantai 2 kamar rumahku, mengganti pakaian dan aku turun sebentar untuk menyimpan pakaian kotor di kamar mandi. Ada yang tidak biasa, jam segini ayahku biasanya nonton tv. Tapi hari itu, dia sepertinya sudah terlelap.

Aku coba mengintip ke kamar orangtuaku, aku lihat mereka sudah tertidur lelap. Aku tidak berani untuk membangunkan nya, aku langsung menuju kamarku lagi membuka laptopku dan lanjut mengerjakan tugas-tugasku. Banyak sekali, kemungkinan aku akan begadang lagi malam ini. Untungnya besok aku masuk kuliah sore jadi bisa bersantai dirumah. Kulihat jam menunjukan pukul 11 malam lebih, malam itu aku hanya ditemani suara denting jam yang menggema disudut ruangan rumahku.

Tiba-tiba aku merasa lapar, lalu pergi menuju dapur untuk melihat makanan yang ada. Dan ternyata semuanya habis, mungkin orangtuaku pikir aku tidak akan pulang lagi malam ini. Sehingga tidak ada makanan yang disimpan, karena tidak ada aku pun memutuskan untuk kembali mengerjakan tugas. Tiba-tiba saja terdengar suara pintu terbuka.

Aku lihat sekilas, ibu masuk ke kamar mandi. “Bu, ada makanan ngga? lapar nih pengen makan” ibuku yang berada di kamar mandi tidak menjawab. Sementara itu, aku menunggu ibuku keluar dari kamar mandi. Tapi di dalam kamar mandi itu, tidak terdengar suara apa-apa. Aku bangkit dan segera ke kamar orangtuaku, saat aku intip. Meskipun gelap, tapi aku bisa melihat dengan jelas ayah dan ibuku masih tertidur.

Lalu yang ke kamar mandi itu siapa, aku lalu membuka pintu kamar mandi dan tidak ada siapa-siapa. Bulu kuduk mulai berdiri, aku lari ke lantai atas kamarku. Pikiranku saat itu mulai tidak jelas dan tiba-tiba terdengar suara sangat gaduh di lantai bawah dan seperti ada suara orang berlari-lari. Aku pun langsung membuka pintu kamarku dan suara itu hilang, kali ini kembali hening. Kali ini samar-samar terdengar suara batuk, tapi ini bukan suara batuk.

loading...

Suara seorang wanita yang lebih mirip seperti tertawa sambil cegukan. “Bu?…” Aku mencoba memanggil ibu, dan mulai berjalan perlahan menuju ke kamar orangtuaku. Namun langkahku terhenti ketika dari arah dapur ada sesuatu yang bergerak-gerak. Seperti sebuah warna putih yang aku pikir itu gorden tapi ternyata itu bukan gorden.

Sebuah sosok sangat tinggi, hampir menempel ke langit-langit rumahku. Sebuah kain berwarna putih, bergerak pelan-pelan. Sosok tinggi itu mulai bergerak semakin membungkuk dan wajahnya mulai terlihat. Sosok wajah berwarna merah kehitaman dengan rambut panjang dan kepalanya melenggak-lenggok melihatku. Aku segera berlari ke kamar orangtuaku berniat untuk membangunkan mereka, tapi mereka tidak ada, kamar ini kosong.

Jantungku mulai berdetak kencang, keringat dingin mulai bercucuran. Orangtuaku tidak ada, dan pertanyaanku pun terjawab ketika ada suara mobil masuk ke dalam halaman rumahku. Aku lihat dari jendela, itu adalah orangtuaku yang baru saja pulang. Jadi selama tadi aku berada di rumah ini aku sendirian, aku segera berlari ke arah pintu depan dan membuktikan apa yang aku lihat. Ternyata itu memang orangtuaku yang baru saja pulang. Saat aku tanya, mereka benar-benar baru pulang dari rumah saudaraku. Bulu kuduk berdiri, jadi yang tadi aku lihat itu siapa.

Share This: