Ternyata Om

Halo apa kabar kakak semua? Lala mau bercerita  waktu masih SD, maaf ya kalau tulisannya jelek. Waktu itu aku sekolah masuk siang, pulangnya sore jam 17.00. Sepulang sekolah aku langsung pulang kerumah, sesampainya di rumah aku melihat anak laki-laki sedang jongkok di dekat kolam ikan rumahku.

Anak itu terlihat kampungan banget. Memakai baju bermotif kotak-kotak, memakai celana pendek biru (celana SMP), terus pakai sandal jepit yang ukurannya lebih gede dari kakinya. Anak itu sedang memegang lidi yang di mainkan ke air kolam. Aku pikir awas saja kalau ikan di kolamnya pada mati aku bilangin mamah biar di jewer. Saat aku mau masuk rumah dan berpapasan, anak itu memandangku dan tersenyum. Karena gak kenal aku tidak membalas senyumnya dan *cuek saja sambil membuka sepatuku.

Setelah itu aku masuk rumah mengucap salam, di dalam rumah aku melihat seorang bapak yang lagi ngobrol sama mamah di ruang televisi menjawab salamku.

Mamah: tuh Lala baru pulang, La salam dulu tuh sama kakek.

Rupanya bapak itu kakekku, aku langsung salam mencium tangannya.

Kakek: sudah besar ya Lala, kelas berapa sekarang?
Aku: kelas 6.
Kakek: oh kelas 6, yang rajin ya belajarnya.
Aku: iya.

Habis itu aku langsung ke kamar dan menaruh tasku. Setelah menaruh tas, aku buru-buru pergi ke jendela depan rumah, buat lihatin anak itu takutnya dia mengambil ikan milikku. Dari jendela aku lihat anak itu masih jongkok di situ tapi sekarang berdua, ada seorang ibu yang berdiri di sampingnya. Aku pikir itu pasti ibu si anak itu yang mau mencuri ikan. Tapi aku gak bisa melihat wajah ibu itu, wajahnya tertutup rambut yang panjang sampai bawah, ibu itu memakai pakaian serba putih dan berdiri kaku. Karena aku takut mereka mengambil ikan yang ada di kolam depan rumahku, aku pun berniat marahin mereka.

Saat aku keluar untuk menghampiri, aku lihat sosok ibu itu kok gak ada, dia menghilang di samping anak itu. Aku pikir ibu itu pasti takut aku marahin terus buru-buru pergi tapi kok cepat banget. Aku pun menghampiri anak itu.

Aku: heh ngapain kamu disitu? Mau mencuri ikan ya?
SAI (si anak itu): engga kok, aku cuma lihatin saja.
Aku: jangan di mainin entar ikanya pada mati tahu!

Bilangku sambil marah, anak itupun langsung berdiri.

SAI: iya enggak, itu ikannya masih ada, masih pada hidup kok.

Aku lihat sepertinya anak itu takut, dia juga membuang lidi yang tadi di pegangnya gak jauh dari kolam.

Aku: kok di buang disitu sih, sembarangan saja kamu ya!
SAI: oh iya maaf.

Anak itu langsung mengambil lagi lidinya terus dia buang ke jalan depan rumah.

loading...

Aku: kok di buangnya kesitu! Awas ya kamu, aku bilangin mamah loh.

Anak itu cuma berdiri kebingungan megangin rambutnya. Aku pun langsung masuk kedalam rumah, terus aku lihat kakek aku sepertinya mau pulang.

Kakek: Lala kakek pulang dulu ya.

Aku sih cuma mengangguk dan tersenyum saja jawabnya.

Kakek: ini buat jajan.
Aku: iya makasih kek.
Kakek: mau ikut?
Aku: enggak kek.
Kakek: yang rajin ya belajarnya.
Aku: iya.

Kakek aku sama mamah langsung menuju keluar. Aku langsung pergi ke jendela lihatin mereka dari dalam rumah. Terus aku heran lihat anak itu kok salam cium tangan mamahku.

SAI: pulang dulu ya kak.
Mamah: iya hati-hati di jalan ya.
SAI: iya kak.

Terus anak itu naik motor duduk di depan kakekku. Enggak berapa lama aku melihat si ibu yang tadi, dia muncul gak jauh di belakang motor kakekku. Terlihat samar-samar berdiri kaku, berbaju serba putih, berambut panjang sampai kebawah. Tapi enggak lama menghilang begitu saja. Habis itu kakek aku berangkat pulang, dan rupanya anak itu adalah om aku. Tanpa sengaja ternyata aku pernah marahin om aku dan aku masih mengingat kejadian itu maafin aku ya om yang baik hati, pulang kerja nanti main ke rumah ya om, miss you om.

Keriting

Keriting

Selain menambah pengetahuan KCH juga bisa menjadi tempat curahan hati, hitung hitung daripada mengenang mantan mending ketik cerita mengenang kisah seram. maaf sebelumnya kalau ceritaku tidak menarik ) terimakasih kakak admin yang sudah mempublish dan memperbaiki kesalahan kata. Salam buat semua sahabat KCH, sukses terus ya, selamat membaca kisah lainnya serta ingat, “bacalah sendirian di tempat angker terdekat” wasalam wr wb

All post by:

Keriting has write 13 posts

Please vote Ternyata Om
Ternyata Om
Rate this post