Teror Hantu Gua Jepang

Sudah berapa kali aku mengingatkan diriku untuk tidak mengikuti perjalanan itu. Antara takut tapi aku juga penasaran, akhirnya pacarku meyakinkanku untuk ikut. Hingga aku melangkahkan kaki untuk berangkat bersama teman-teman yang lain untuk menjelajah hutan raya dan juga gua jepang. Sebenarnya gua jepang tidak begitu jauh dari rumahku yang berada di Dago Pakar, jadi aku mencoba memisahkan diri dan tidak berpikiran macam-macam. Sekitar jam 10.30 malam kami sampai di pintu ke dua hutan raya ini.

loading...

Udara sangat dingin, jalanan pun terlihat basah karena hujan deras sejak sore tadi. Sekarang saja masih aku rasakan tetesan air dari pepohonan yang tinggi menetes mengenai kepalaku. Seorang guide yang memimpin perjalanan ini pun mulai bercerita tentang sejarah gua jepang. Satu hal yang aku ingat sekali, nanti didalam sana tidak boleh menyebut kata “LADA”.

Ini malah membuatku makin sering memikirkan kata lada, kami pun mulai berjalan masuk menuju gua. Kami berjalan berjarak satu meter antara satu dan yang lainnya. Kami tidak boleh mengeluarkan suara apa-apa dan senter pun kami tidak bawa. Entah sejak tadi dari hutan raya hingga sekarang tepat berada di gua jepang dalam hatiku seperti mengucap kata Lada terus.

Satu persatu kami masuk, meskipun membuka mata aku tidak bisa melihat apa-apa, gelap dan pengap. Aku mulai berkata dalam hati. “Jangan menyebut lada, jangan menyebut lada”. Dan tiba-tiba saja, sebuah angin berhembus seperti lewat disebelahku. Lalu mulai tercium bau anyir, ini seperti bau darah. Entah temanku yang lain merasakannya atau tidak, sekali lagi angin itu melintasku. Suara angin itu semakin jelas terdengar seperti suara nafas seseorang. Aku terperanjat agak meloncat, sampai aku menabrak seseorang dibelakangku.

Karena gelap aku tidak bisa melihat siapa itu, aku pun kembali berjalan hingga rombongan berhenti di satu tempat. Kami menyalakan lampu senter dan mengecek semua orang, refleks aku melihat ke belakang untuk melihat siapa yang berada dibelakangku. Dan ternyata aku adalah orang yang paling belakang. Belum sampai satu menit aku menabrak orang dibelakangku, tidak mungkin orang itu bisa tidak ada.

Aku mulai tidak tenang, aku ingin segera pergi dari sini. Dan setelah kami memutari gua jepang ini bahkan mencoba berinteraksi, kami pun mengakhiri perjalanan sekitar jam 12.30 dini hari. Sebelum pulang kami pun berbagi kisah hal-hal apa saja yang kami alami dan ternyata bukan hanya aku saja, ada beberapa temanku yang juga merasakannya, setelah itu kami pulang.

Sekitar satu bulan setelah perjalanan itu. Aku melakukan aktivitas rutin seperti biasa namun ada hal yang cukup aneh akhir-akhir ini. Rumahku yang di dago pakar lumayan cukup angker, aku pun sudah mulai terbiasa dengan gangguan kecil namun tiap malam aku merasa kini tidurku tidak nyaman. Aku selalu merasakan ada sosok yang berdiri disebelah lemari dikamarku seperti terus memperhatikan.

Terkadang aku seperti mendengar dia berbisik dan melambai padaku sampai tidurku terganggu. Karena aku mendengar suara lemariku terbuka, aku angkat kepalaku. Aku melihat pintu lemariku terbuka, aku pikir mungkin pintu lemarinya kurang rapat ketika aku menutup lemarinya. Maka aku pun kembali tidur, sekarang aku mendengar pintu lemariku di tutup. Aku kembali melihat, sambil mengangkat kepalaku sedikit dan benar saja lemari itu tertutup, bulu kuduk mulai berdiri saat itu juga.

Aku mencoba untuk tidur sampai terlelap dan tiba-tiba saja aku terbangun ketika merasakan badanku terhimpit sesuatu yang berat. Aku tidak bisa bernafas, untuk mengucap doa saja rasanya sangat sulit, aku mencoba membuka mataku. Dan astaga! Aku melihat sebuah tangan yang sangat besar. Tangannya berbulu berwarna hitam dan ketika aku mencoba melihat wajahnya. Aku melihat sebuah wajah yang sangat menakutkan dan sosok yang sedang memeluk ku ini. Matanya sangat besar dan menonjol hampir keluar berwarna merah, gigi nya bertaring tajam dan seluruh badan yang penuh bulu hitam.

Pelukannya semakin erat dan aku pun tidak sadarkan diri, esok harinya aku segera menceritakan pada ibuku. Ibu sudah menyangka bahwa ini adalah mahluk yang berasal dari gua jepang. Siang harinya aku dibersihkan oleh seseorang agar aku tidak di ikuti lagi dan ketika aku menceritakan hal ini kepada temanku yang lain. Aku mendapatkan jawaban yang sangat mengejutkan, semua yang datang dan ikut dalam perjalanan ke gua jepang itu ternyata didatangi satu persatu dengan teror yang berbeda-beda.

Share This: