Teror Hantu Koboi

Hai, namaku hafiz, ini ceritaku yang kedua, setelah cerita sepulang jualan misop. Kali ini saya akan bercerita pengalamanku ketika aku pindah rumah dari kayu putih ke PORTA (persatuan olahraga tanjung mulia) Medan. Awal kisah dimulai dari pindahnya aku ke porta yang katanya terdapat kuburan yang dulunya lapangan, jaraknya tak jauh kira-kira 10 meter antara kuburan dan lapangan.

Di lapangan (yang dulunya kuburan) terdapat sekolah swasta SMP dan SMA yang dulunya rumah sakit. Saat itu saya kelas 6 SD dan sedang bermalam mingguan, karena dilapangan itu selalu ramai apalagi malam minggu. Pada pukul 08.30 malam (malam minggu) saya dan teman-teman sekitar 9 orang sedang bermain manjat tiang gawang, teman saya haus namanya idla (laki-laki) ia mengajak saya dan irkif minum di rumahnya.

loading...

Rumahnya berada dibelakang gawang yang kami naiki dan tepatnya di sekolah itu (bapaknya jaga gerbang sekolah, kalau pagi di buka dan sore ditutup serta semua lampu dimatikan), rumahnya tepat disamping kanan sekolah itu dan antara rumah dan sekolah menyatu tanpa ada pagar diantaranya. Kami masuk dan minum, setelah minum idla menaruh gelasnya ke dapur sedang kami menunggu di depan pintu sambil melihat-lihat.

Tiba-tiba pandangan ikrif berhenti, ia menyuruhku untuk lihat, dan ternyata ada sebuah topi koboi hitam di lambaikan di simpang lorong, aku dan ikrif bergidik, bulu kuduk kami berdiri. Tiba-tiba ada yang memegang bahu kami berdua, kami reflek terkejut, menjerit serta menoleh kebelakang, rupanya idla. Kami menyuruhnya untuk melihat ke simpang lorong, ia melakukannya tapi kami berdua tidak karena kami takut idla melihat simpang lorong itu tapi dia tak melihat apapun.

Setelah minum kami keluar dan mahli mengajak kita jalan-jalan dengan sepeda masing-masing, ketika kami berada di ujung lapangan kami melihat ke lantai paling atas, dilantai 3 kami melihat seorang pria yang tidak berkepala menggunakan topi koboi, berjubah hitam dan memakai sepatu koboi kami tidak takut, karena kami penasaran kemudian kami semua langsung menuju depan gerbang sekolah itu, tapi kami tidak temukan apa-apa.

Kami melempari petasan bom ke dalam sekolah itu (karena saat itu sebentar lagi bulan ramadhan jadi kami dan orang-orang banyak yang beli petasan) setelah melempar petasan, kami mendengar suara jeritan menyeramkan seperti suara koboi “yeaha!” kami langsung cabut mengayuh sepeda kami dengan cepat. Aku sempat melihat ke belakang, aku melihat ada lambaian tali putih layaknya koboi, aku langsung cepat mengayuh sepeda sehingga aku berada di depan teman-temanku.

Keesokan harinya saat sore, bel sekolah sudah dibunyikan dan semua pelajarpun keluar, karena anginnya sepoi-sepoi, ada seorang siswa kelas 3 SMA laki-laki tidak pulang dan berdiri di teras lantai atas tiba-tiba “dor!” suara tembakan yang membuat pelajar itu tewas dan jatuh ke bawah sedangkan orang-orang yang sedang main bola dan berlalu lalang langsung mengerumuni jasad pelajar itu.

KCH

hafiz kun jr

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

hafiz kun jr has write 2,694 posts