Teror Kuntilanak

Hai sob, namaku samsul. Aku ingin bercerita tentang peristiwa yang sangat mengerikan di desaku yaitu teror kuntilanak, sebenarnya ini bukan pengalamanku tapi pengalaman beberapa orang yang salah satunya ialah keluargaku sendiri. Ya sudah dari pada penasaran simak terus kisahku ya. Bayi ngedot, eh salah maksud saya *cekidot. Di suatu desa terlihat sekumpulan orang sedang berkumpul, sambil berjalan mereka membentuk seperti barisan.

Tarjo: din, hari ini apa acara *elu?
Udin: biasa lah bang, tanam kacang di kebun. Habisnya mau ke sawah agak malas aku. (Sahut udin sambil berjalan memanggul paculnya. Sedangkan lalu slamet tiba-tiba nyeletuk).
Slamet: *bro, tahu gak kalian, kalau disini itu ada kisah horor lo.

“Memang benar apa?” Tarjo, udin dan parmin pun sama-sama menyahutnya. Lalu slamet pun bercerita sedikit.

Slamet: konon, katanya disini itu suka ada penampakan perempuan pakai baju bunga warna merah, selain itu disini juga suka ada suara langkah kaki kuda. Tapi ketika di lihat bukan kuda sembarangan lo sob.

Parmin yang mendengar hal tersebut lantas menjawab dengan mendahului teman-temannya.

loading...

Parmin: aku kira itu cuma gosip, tapi percaya gak percaya aku pernah lo guys dengar sendiri entah itu hanya mimpi atau memang nyata. Tapi setahuku itu jelas nyata guys, soalnya anak laki-lakiku juga sempat mendengarnya.
Tarjo: halah sudah lah, gak usah cerita-cerita kayak gitu lagi. Aku merinding nih! Sambil menunjukan rambut halus yang ditangannya memang terlihat saling bergoyang terkena angin yang lewat.

Udin yang sedari tadi terdiam hanya berjalan sambil tetap mendengarkan. Ketika mereka sampai di kebun mereka lantas berpisah dan salah satu dari mereka ada yang teriak sambil bersemangat “*bro, nanti kita pulang bareng ya!” dan mereka pun saling bersahutan dengan ekspresi datar “ya-h”.

Mereka adalah sahabat yang sangat kompak, apapun yang mereka lakukan salah satunya maka yang lain pun harus melakukannya. Meskipun demikian mereka tetap saja sering mengolok-olok satu sama lain, tapi hanya sebentar selepasnya mereka baikan lagi seperti semula dan jika mendapati mereka tengah bersama mereka terlihat sangat akrab bahkan di kampung mereka sendiri sering disebut-sebut sebagai “sahabat karib paling istimewa”.

Sebenarnya mereka suka dengan sebutan itu, tapi memang dasar mereka semua pemalu maka mereka enggan mengakuinya. Meskipun demikian jika terjadi suatu hal pada salah satu dari mereka mereka semua pun akan saling membantu jadi ibarat “menangis satu, satu kampung meneteskan air mata”. Bersambung di “teror kuntilanak part 2“.

GSi Samzule

Salam hangat untuk sobat dan kaka2 KCH semua,awal mulanya saya tidak percaya namun ketika saya lihat list cerita. Ternyata judul dan cerita saya ada di sini.
Makasih ya karna udah posting cerita saya,saya janji akan terus update cerita saya,dan sebelumnya saya minta maaf. Karna awal cerita yang saya share ga ada unsur horornya tapi tenang,nanti kalo udah ada part2 selanjutnya saya janji akan ada cerita seremnya dan akan saya sematkan di setiap part.

All post by:

GSi Samzule has write 1 posts

Please vote Teror Kuntilanak
Teror Kuntilanak
Rate this post