Teror

Aku sangat takut, seperti ada yang selalu mengintai aku bahkan sampai meneror aku. Aku rasa dia itu seorang *saiko. Kejadian ini berawal saat sore hari sehabis pulang ngampus karena harus ngerjain tugas dikampus, tiba-tiba ponselku berdering dan aku melihat nomor tak dikenal kemudian aku angkat “hallo, siapa ya? Hallo, hallo. Mas, mbak” *tut, tut, tut. Suara telepon di ujung tertutup.

Aku kesal. Siapa sih yang berani ngerjain aku? Nampak. Dia sengaja. Meneleponku tapi tidak bicara, kemudian dimatikan. Tak berapa lama, dia menelpon lagi tapi tetap begitu. Begitu juga seterusnya, nelepon lagi, lagi dan lagi. Aku sangat penasaran, siapa orang ini. Saat dia nelepon untuk yang ke-10 kali, dia tidak bicara juga, karena aku kesal kemudian aku bilang “eh, loe jangan jadi *saiko, loe. Kalau berani, hadapi aku” tapi dia tak merespon pertanyaanku dan malah tertawa dengan suara beratnya “*haha, haha, haha” kemudian telepon dimatikan.

Aku yang mendengarkan suaranya sangatlah mengerikan. Sepertinya ia ingin merencanakan sesuatu. Dengan cepat aku ngerjain tugas dan setelah selesai aku pulang kerumah. Waktu itu, aku menggunakan mobil, saat naik mobil menuju rumah, dari kaca kecil mobil aku melihat seperti ada mobil lain yang terus mengikutiku. Aku jadi semakin takut. Aku berusaha untuk ngebut sekencang-kencangnya, tapi ia juga tak kalah kencang.

loading...

Tiba-tiba, disebuah jalan mau arah pulang, dijalan yang jarang berpenduduk dan banyak pepohonan atau jalan motong, mesin mobilku mati karena aku lupa isi bensin. Dan benar, mobil yang mengikutiku itu berhenti tepat dibelakang mobilku. Hah? Tuhan, tolonglah aku. Siapa dia, Tuhan. Tak berapa lama, dia keluar dari mobilnya. Aku semakin takut, mau minta tolong, tapi gak ada orang satupun yang ada hanya pohon-pohon besar malah hari sudah gelap lagi, dan aku sendiri.

Pria itu keluar dari mobil, memakai jaket bertudung hitam, badannya tinggi dan kekar, dia tidak memperlihatkan wajahnya, karena terhalang oleh tudungnya dan yang paling membuatku semakin ketakutan, dia memegang sebuah pisau daging yang besar. Ah? Mau apa dia? Apa dia mau membunuhku? Lama kelamaan, pria itu mendekat dan mendekat, aku tak bisa apa-apa, aku hanya bisa berdoa mohon perlindungan Tuhan.

Dan tepat, pria itu didepanku, tiba-tiba dia tertawa “*haha, haha, haha”. Dari tawanya, aku teringat kalau, tawa ini yang ada diponselku, seseorang misterius yang berusaha menerorku tadi. Apa jangan-jangan? Tanpa basa basi, pria itu mulai menebas kepalaku dan “*jleb!” putuslah kepalaku seluruhnya sampai terpisah dengan tubuhku. Darah mengucur ke semua tempat, semua terpenuhi oleh darah segarku.

“Ha!” aku menjerit ketakutan, kemudian terbangun dari tidurku, badanku terasa basah akibat berkeringat dan “syukur, ternyata cuma mimpi”. Siapa orang *saiko itu? Dalam mimpi, tak terlihat wajahnya. Tak berapa lama, aku raih ponselku karena berbunyi nada panggilan dan ku lihat nomor tak dikenal, kemudian saat diangkat “hallo. Hallo. Siapa disana? Hallo” tak ada jawaban dari sana dan “tut, tut, tut”. Sekian.

Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Sezgina Fradah has write 94 posts

loading...