Tersesat di Hutan Angker

Assalamualaikum, wr wb. Salam buat sobat “KCH”. Ini ceritaku yang kedua. Dalam cerita kali ini, aku ingin bercerita tentang aku dan 5 orang temanku, cerita ini merupakan kisah nyata yang aku alami dulu saat masih duduk dibangku SMP kelas 3 dengan judul “tersesat di hutan angker”. Singkat kata kita langsung saja kecerita. *Ups, tunggu dulu, sebelum kecerita aku mau jelaskan dulu kalau aku semenjak lulus SD dikampungku, aku langsung pergi melanjutkan SMP dan SMA di kotanya, dan kisah ini terjadi di kampungku saat aku pulang berlibur untuk lebaran bersama keluargaku. “*Hehe. Gak ada yang nanya ya?” Lanjut.

Waktu dulu, aku dan 5 orang temanku lagi asik bermain kelereng, mumpung waktu itu lagi musim-musimnya dikampung jadi ramai gitu, *hehe. Tidak lama salah satu temanku sebut saja si “A” di panggil oleh ibunya untuk mengantarkan beras dan ikan mentah untuk neneknya dikebun yang jauh dari desa kami dan dia pun mengajak kami untuk temani dia mengantarkan beras dan ikan untuk neneknya. Karena kami bersahabat dari kecil jadi kami pun tidak bisa menolak, dan tidak mungkin juga dia mengantarnya sendiri. Jadi kami temani dia.

Kebetulan waktu itu hari sudah mulai sore sekitar pukul 15:00. Awalnya kami juga ragu untuk temani dia mengantarkan beras itu, karena takut kemalaman di hutan, tapi karena kami berenam jadi kami memberanikan diri untuk tetap pergi, karena kasihan juga kalau dia yang ngantar sendiri kata temanku si “C” dan lagian ini makan tidak bisa ditunda lagi.

Perjalanan pun kami mulai pukul 15:30, dalam perjalanan kami sambil bercanda biar kami tidak terlalu terpikirkan hal-hal yang aneh, dan tidak terpikirkan jaraknya juga *hehe. Dalam perjalanan kami melewati tempat yang sangat angker, “mohon maaf bagi sobat yang beragama kristen” dulu tempat itu tempat pembuangan mayat-mayat orang kristen karena dulu terjadi kerusuhan perang antar agama di kampung kami antara islam dan kristen.

Oke kita lanjut, sesampai ditempat itu sekitar pukul 16:30 kami pun sudah merasakan ada hal yang aneh karena posisi kami membawa ikan mentah di hutan dan melewati tempat itu. Tapi kami berjalan terus tanpa panik dan memikirkan yang aneh-aneh.

Tidak lama kami pun sampai ditempat tujuan kami, kira-kira waktu sudah pukul 17:00 lebih sekiranya. Kami pun memberikan bawaan kami tadi sama si nenek. Kami pun berbincang-bincang selama beberapa menit, lalu kami pun pamit pulang dan si nenek memberikan kami obor 3 untuk berjaga-jaga bila kemalaman di hutan. Selama kami dalam perjalanan pulang perasaan kami sudah tidak biasanya, seperti ada yang mengikuti kami kiri, kanan dan belakang. Tapi kami pun cuekin saja.

Nah, tidak lama keanehan pun terjadi, kami merasa jalan pulangnya jauh banget ketimbang perginya tadi, dan kami semua sudah terlalu lama berjalan kami kemalaman di hutan, dan kami melewati tempat angker tadi kami pun mulai ketakutan karena bermacam-macam suara dan sosok yang kami lihat, kami pun langsung lari tapi tidak berjauhan, saat kami lari itu kami salah jalan entah apa yang ada dalam pikiran kami, kami ikuti jalan yang bukan jalan pulang kami.

Setalah kami jauh dari tempat angker tadi kami pun berhenti sejenak dan temanku si “A” kaget kalau ini hutan terlarang untuk di lewati atau disinggahi. Di situlah kami mulai terjebak dalam hutan angker itu berjam-jam. Dan hari makin gelap kami pun bakar obor karena dari tempat nenek tadi kami diberi obor 3 untuk jaga-jaga bila gelap nanti.

Kami mencari jalan untuk keluar tapi tidak pernah ketemu, beberapa kali kami lewati jalan yang kami lewati tadi tetap saat kami balik ditempat kami duduk, dari kiri dan kanan kami lewati jalan selalu balik ditempat semula. Di situ kami semua binggung dan menangis, *hehe sorry *cenggeng. Perasaan takut dan bakal mati pikirku.

loading...

Kami nangis, dan diikutin dengan doa yang kami tahu saja, tidak lama muncul seorang bapak yang kami tidak kenal tiba-tiba muncul dan tanyakan kami lagi buat apa, kami jelaskan semua yang terjadi kepada bapak tersebut dan bapak tersebut hanya bilang, jangan pernah masuk di hutan ini. Bapak tersebut pun mengantarkan kami pulang ke perbatasan kampung, cahaya lampu di rumah-rumah mulai kelihatan tidak lama bapak itu pergi entah kemana. Ini saja ceritaku. Nanti aku sambung cerita yang lain lagi. Sorry kurang seram. Salam.

ongen bastian

All post by:

ongen bastian has write 2 posts

Please vote Tersesat di Hutan Angker
Tersesat di Hutan Angker
Rate this post