Tikungan Angker

Hai pembaca dan penghuni situs KCH tanpa terkecuali. Yang suka horor maupun yang iseng penasaran tentang horor. Buat kak admin terima kasih banyak karena telah sabar mempublish ceritaku yang aduhai menyebalkan. Saking banyaknya dan semrawut, *hehe. Cerita ke-95 ini adalah kisah nyata sejak lama. Namun baru sempat saya bagi, cause tadi ada yang inbok minta cerita, *hehe. Ok cukup curhat dan lebaynya. Ini kisah dari turun-temurun alias dari mulut-kemulut atau pernah dengar kejadiannya sih. Karena ini tikungan maut tapi saking banyaknya judul tikungan maut, jadi saya ganti berjudul “tikungan angker”.

Kenapa disebut tikungan angker? Iya, karena saking angkernya jadi banyak korban yang lewat disana. Jika tidak hati-hati atau sompral. Cerita ini banyak kejadian yang membuatku bingung mulai nulis dari mana gan. Karena pertama, ini terjadi entah ditahun berapa, ada sebuah kecelakaan yang menewaskan seorang pemuda. Dia hendak lewat ditikungan ini pada malam hari bersama kawannya.

Hingga mereka berboncengan. Mereka tidak berdua, melainkan dengan rombongan segengnya yang terlebih dulu jalan. Tapi, naas, ketika sampai ditikungan angker ini, sebut saja dodo (samaran), dia ngebut mengendarai sepeda motornya. Hingga arah setirnya tak terkendali. Akhirnya mereka terpental dan teman dodo jatuh beberapa meter dari motornya, sedangkan dodo malah nabrak pohon yang ditabaraknya hingga tewas ditempat. Lalu keesokan harinya semua warga geger atas peristiwa ini. Konon kata temannya dodo yang masih hidup, jalan tikungan angker ini terlihat lurus, dan tak ada pohon didepannya.

Kedua, ini terjadi saat dwi masih SMP kelas 2. Dwi punya adik kelas 1 bernama P. Nah dia ini perawakan tubuhnya masih kecil, namun kecil-kecil cabe rawit. Entah selesai ulangan semester keberapa dia tuh ugal-ugalan. Entah karena pergaulan dia atau apalah. Katanya dia dan temannya entah dari mana mau kearah pulang melewati tikungan angker ini. Karena kondisinya mabuk (mungkin berat/ringan saya tak tahu).

Dia dan kawan yang diboncengnya kecelakaan ditempat gan, dan naasnya si P ini meninggal ditempat. Innalillahi. Semoga engkau tenang dialam sana. Nah keesokan harinya disekolah pada geger atas kematiannya. Bahkan saya tahu ceritanya dari temanku yang rumahnya sedesa dengan si P.

Ketiga, ini terjadi oleh temanku yang mau ngapel/main kerumahku (*ciye, hehe). Karena rumah dia sebelum kerumahku harus melewati tikungan ini. Jadi mau tak mau harus bersahabat dong sama penghuni area itu, *hehe. Waktu malam itu, dia (rudy) dan temannya akan kerumahku. Namun pakai motor sendiri-sendiri katanya, karena tujuan mainnya berbeda.

loading...

Setelah sampai tikungan angker, temannya rudy tuh kagak bunyiin klakson ditempat area itu. Jadi dia kecelakaan dan untungnya tidak kenapa-napa dan dia berada didepan rudy, jadi masih bisa ditolong. Dan akhirnya perjalanan untuk main kerumah ditunda besok, kata rudy. Memang tikungan angker ini posisinya sangat tajam, dan dipinggir area TPU serta persawahan.

Konon jika kita tidak ijin/membunyikan klakson saat mau lewat area itu, kita akan diganggu. Sebenarnya masih banyak ceritanya, hanya saja yang dwi ingat saja ya, *hehe. Cause yang lainnya sudah lupa karena saking lamanya. Pakde dwi juga pernah kecelakaan di tikungan angker ini saat nganter bude jadwal dagang kepasar welit. Tapi alhamdulillah tidak apa-apa.

Oh iya, nama desa yang ada tikungan angker ini adalah didesa 19. Agak jauh dari desa dwi. Jadi bagi yang tahu desa itu/yang tinggal didesa itu, maaf ya jika dwi ceritain. Cause ini nyata sih. Thanks sudah mau baca. Bye-bye.

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts