Tinggal di Rumah Angker

Kenalin nama saya Wahyu iswara, Dulu saya pernah kontrak rumah dengan keluarga, rumah saya letaknya sangat strategis. Di perempatan keluar komplek, kirinya warung kopi kanannya lapangan voly, cerita berawal ketika sudah seminggu mengontrak disana. Waktu itu Ayah saya lagi sendirian di rumah, waktu dia lagi ngopi di ruang tamu, tiba-tiba tv menyala sendiri, sontak ayah langsung kaget, secara suaranya besar sekali, ayah langsung lari dan mematikan tv.

Di depan tv dia menemukan dompet lengkap sama ktp dan uang, tapi yang aneh, ktp di dompet itu sudah usang. Modelnya juga kuno, seperti ktp orang yang sudah bertahun-tahun di pake, di ktp tulisannya sudah gak kelihatan lagi, jadi belum jelas siapa yang punya. Setelah semua anggota keluarga sudah pada berkumpul, ayah langsung menanyakan siapa yang punya ktp, dan gak ada yang mengaku.

Ayah langsung bingung soalnya ketika pertama pindah kesini semua sudut rumah sudah di bersihkan. Lalu ketemu dompet baru sekarang. Ayah melupakan dompet tersebut “nanti akan saya ceritain siapa yang punya dompet” kejadian berlanjut. Masih dengan mengenai ayah, hampir setiap malam dia terbangun karena mendengar suara orang sedang mandi tengah malam. Setelah di tanyakan nggak ada juga yang mengaku, ayah semakin penasaran.

Jadi dia memutuskan buat melihat siapa yang mandi tengah malam, sampai-sampai ayah lelah sekali mendengarnya. Ayah terbangun lagi, dia langsung melihat siapa yang mandi. Dia mengendap ke arah toilet dan setelah dekat, suara itu menghilang. Cerita selanjutnya, waktu itu saya lagi sibuk main game Clash of Clan tiba-tiba gelas jus bergeser, saya gak ambil pusing masih sibuk main, telinga sebelah kiri saya di sentuh, akhirnya saya lari.

loading...

Setiap malam selama sebulan gangguan-gangguan kecil selalu kami sekeluarga rasakan, sampai akhirnya ibu angkat bicara. Dia mengaku selama disini setiap malam dia selalu bermimpi di datangi orang yang minta tolong untuk di makamkan jasadnya dengan layak yang terkubur tepat di bawah rumah ini. tepatnya di bawah tv, dan setelah meminta ijin kepada pemilik rumah akhirnya rumah di bongkar dan ternyata benar, ada jasad manusia.

Setelah dikuburkan dan diadakan acara syukuran, RT sekitar bercerita bahwa 5 tahun lalu ada warga sini yang masih tetangga kehilangan anggota keluarganya yang bernama ridwan. Nah ridwan ini pembuat onar di kampung, banyak yang gak suka sama dia, 5 tahun belakangan ini gak ada terdengar kabar tentang dia, sampai penemuan jasad di bawah rumah. Rumah sakit menyatakan hasil otopsi adalah jasad ridwan, mungkin dia telah di bunuh semasa dia hidup. Setelah itu kejadian-kejadian mulai lagi, dari hilangnya sejumlah uang dirumah sampai barang yang berpindah sendiri, tanpa ada yang menyentuh.

Akhirnya orang tua saya bertanya ke seorang ustad yang mengajar di pesantren, katanya tanah diatas rumah kami itu sudah termasuk tanah kuburan dan membangun rumah diatasnya adalah pamali. Sehingga berimbas ke usaha yang menempati rumah tersebut. Selama 3 – 4 bulan mengontrak, keluarga saya dari keluarga yang hangat menjadi keluarga yang hancur, hutang orang tua dimana-mana, anggota keluarga cepat marah, bahkan hal yang kecil pun bisa menjadi pemicu masalah besar sampai nenek tau semua cerita keluarga saya.

Nenek pun memaksa orang tua buat pindah, akhirnya kami pun pindah dari rumah itu. Sekarang usaha orang tua saya lancar, dua warung selalu ramai akan muda-mudi kota mataram lombok. Saya pun bisa kuliah sampai jenjang S1 walapun saya sekarang pengangguran setidaknya saya bisa mengelola salah satu usaha milik orang tua. Setahun kemudian usaha orang tua melesat naik, hingga sekarang memiliki rumah sendiri yang jelas aman nyaman tanpa ada gangguan makhluk halus, terakhir dengar-dengar pemilik rumah angker itu meninggal bunuh diri di rumah tersebut setelah keluarganya tinggal disana dan terkena hutang dimana-mana.

Untung saja keluarga saya langsung cepat pindah, tapi dari rumah angker tersebut saya tau cara menghargai hidup. Saya tau makhluk halus itu gimana, banyak sekali kenangan gangguan makhluk halus dirumah angker itu. Saya berterima kasih kepada rumah tersebut karena sudah memberikan pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup. Terima kasih rumah angker, aku tidak akan kembali lagi.

Share This: