Tolong Aku, Gin!

Hai reader KCH. Aku kembali. Aku sedikit kaget ketika membuka situs cerita hantu ini (KCH) dan kebanyakan hari ini cerita dari aku. Jujur, aku suka banget dengan situs KCH ini, karena disini tempat aku bisa meluapkan semua kejadian demi kejadian yang aku alami maupun teman-temanku dan juga keluargaku. Aku suka banget berbagi kisah, tapi bukan dengan manusia langsung, melainkan melalui sebuah buku, novel atau pun situs cerita-hantu.com ini.

Ok langsung saja. Kali ini di alami oleh teman kampusku bernama Thomas alias tom. Jika kalian membaca cerita “Ssttt!” itu adalah cerita dari tom sendiri, tapi melalui aku dan dia gak mau bercerita langsung di situs ini, karena dia gak punya kejadian-kejadian aneh selain yang satu ini. Ya, sekedar informasi, cerita ini adalah sambungan dari cerita “Ssttt!”. Langsung ke cerita.

Tom terus memohon kepadaku meminta tolong agar suara itu tidak ada lagi. Dia merasa dengan adanya suara itu, dia di teror. “Apa salahku? Aku tidak melakukan apapun padanya?” kata tom seraya memegang tanganku ketika aku sedang membaca buku di perpustakaan kampus. Aku hanya bisa melihat kegelisahan dari wajahnya. “Tolonglah aku, gin. Please. Please”. Tom memohon mohon padaku. Tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa.

“Maafkan aku, tom”. Setelah mengucapkan maaf, aku langsung pergi meninggalkan tom begitu saja. Aku, aku sungguh gak mengerti. Tom membutuhkan bantuanku. Tapi aku malah tak peduli dan menolak untuk menolongnya. Tapi aku melakukan ini dengan sangat terpaksa. Biarlah ini jadi pelajaran berharga padanya. Tom, ya namanya Thomas. Ia adalah teman kampusku. Dia anak yang sombong dan merasa paling berkuasa di kampus.

Tom wajar melakukan itu, karena dia itu anak orang kaya, ayahnya adalah seorang pengusaha pertambangan yang sukses sedangkan ibunya adalah seorang chef dan telah banyak membuka bisnis kuliner dimana-mana. Hebatnya lagi bahkan orang tuanya menjadi salah satu donatur tetap di kampus. Semua orang mengenal tom, memuji ketampanan tom dan memuji kekayaan tom.

Semua orang di kampus pada segan sama tom, termaksud dosen-dosen kami. Mereka tak bisa berbuat apa-apa di kala tom membully anak *cupu dan aneh seperti aku dan Lana. Aku memang bukan anak *cupu, kalau di bilang aku ini anak yang tomboy, tapi karena sikapku aneh (kata mereka) di kampus, makanya aku sering menjadi bulan-bulanannya mereka sedangkan Lana, ia itu wanita yang cantik dan baik.

Dia selalu di bilang cupu, karena dia si kutu buku dengan kaca mata minus 3, wajah yang jerawatan dan gigi yang di kawat. Lana itu gadis yang sangat cantik, menurutku. Karena hatinya yang lembut dan selalu berbicara dengan sopan santun. Makanya aku sangat suka saat berdekatan dan melihat Lana.

Setelah kelas selesai, aku berniat tidak mau mengikuti kelas berikutnya karena bosan. Aku bosan. Sewaktu aku hendak pulang, dari belakang tom memanggil dan mengejarku seraya berkata, “tolonglah. Tolongin aku, gin. Ada apa denganmu? Aku minta maaf kalau selama ini aku banyak berbuat salah sama kamu. Tolonglah aku. Bilang sama Lana, jangan pernah muncul lagi. Tolong gin” Tom mengatakan begitu sampai dengan relanya dia berlutut di hadapanku, semua mata tertuju pada kami berdua.

loading...

Aku menjadi serba salah dan kemudian aku bilang “sudah tom. Jangan melakukan ini lagi. Aku sudah bilang sama kamu, kalau aku tidak bisa membantumu. Maafkan aku. Aku ingin Lana selalu ada disini”. Mendengar itu kemudian tom berdiri dari berlututnya dan memarahiku dengan kata-kata kasar. “Dasar ***, eh orang aneh, orang gila, loe harus tolongin aku. S****n loe. Loe kira loe siapa?” mendengar itu, aku tidak menghiraukannya dan langsung pergi meninggalkannya.

Sesampai di rumah, aku berpikir, apa aku harus menolongnya? Aku rindu sama Lana. Kenapa aku harus menolongnya, jika nanti aku bakal kehilangan Lana untuk yang ke dua kali. Tak berapa lama kemudian, kak Al masuk ke kamarku dan bertanya “ada apa?” Aku pun menceritakan semuanya pada kak Al dan ia hanya berkata “kalau loe sayang sama Lana, biarlah dia tenang. Aku bisa bantu loe, jika loe kesulitan. Aku ini kakak loe, aku gak mau sampai adik kesayanganku menjadi kacau begini. Sudah cukup loe ke psikolog, jangan sampai loe ke RSJ. Aku gak mau loe sama kayak Gilang”.

Keesokan harinya, aku berangkat ke kampus dan aku tidak melihat Tom masuk kelas, barangkali dia terlambat? Setelah semua kelas usai, aku masih juga tidak melihat Tom. Tom, sebenarnya dimana sih? Aku tanya kepada teman satu gengnya tom, mereka pada bilang satu hari ini tidak melihat tom dan mereka sangat terheran-heran melihat sikap tom yang mulai aneh, seperti orang gila. “Loe sebaiknya datangi saja rumahnya si Tom, aku takut ada apa-apa sama tuh bocah, karena kelakuannya yang aneh itu”.

Kemudian salah satu temannya tom memberikan aku alamat rumah tom. Sesampai di rumah Tom, aku langsung berbincang-bincang dengan omnya tom. Karena orang tuanya tom sering banget keluar kota jadi dia tinggal bersama omnya. “Sudah beberapa hari belakangan ini, tom sangat aneh. Dia sering berteriak mengatakan jangan ganggu aku, tolong-tolong, maafkan aku. Bising! Dia entah ngomong sama siapa. Padahal tak ada siapun yang mengganggunya. Apa mungkin ada yang lain?”.

Mendengar itu aku jadi kasihan pada tom. “Om minta tolong sama dik gina. Tolongilah si tom. Dia sudah seperti orang gila. Dia suka meracau sendiri. Sering menyebut nama Lana. Sewaktu om tanya sama teman kampusnya tom, kata mereka Lana itu dalah teman mereka yang sudah almarhumah. Om jadi ngeri. Apakah Lana yang selama ini membuat Tom seperti orang stres?”.

Aku tidak bisa berkata apapun. Kemudian aku meminta di antarkan ke kamar Tom, sesampai di kamar tom, aku hanya bisa mengambil nafas panjang dan melihat tom sangat aneh. Dia berada di pojok kamarnya dan duduk sambil memegang kedua dengkulnya seraya terlihat sangat ketakutan. Padahal kala itu aku tidak melihat Lana. Lana, dimanakah kamu? Kenapa kamu gak ada, tapi tom seperti ketakutan? Lana tolobg jawab pertanyaanku. Mau gak mau aku harus berkomunikasi dengan Lana.

Memakan energi yang sangat besar untuk berkomunikasi dengan makhluk halus. Tapi, Lana tak kunjung menampakkan diri, walaupun aku berusaha berkomunikasi dengannya dan memanggil-manggil namanya. “Lana, temanku. Dimana kamu?”. Sungguh sangat miris melihat tom kala itu. Lana tak kunjung menampakkan diri. Aku jadi bingung. Kenapa? Akhirnya aku pamit pulang dengan omnya tom.

Sudah seminggu ini tom tidak ngampus. Sudah seminggu ini juga aku tidak melihat Lana. Biasanya Lana hadir, tapi? Lana kemana? Di kampus tiba-tiba, Ina pacarnya Tom memintaku untuk ke rumah Tom, katanya Tom dalam keadaan darurat. Aku langsung pergi ke rumah tom, bersama Ina dan teman-teman satu gengnya Tom. Sesampai di rumah, kami terkejut melihat omnya si tom ketakutan.

“Tolonglah dik. Tolongin si Tom. Si Tom kesurupan”. Aku dan yang lain cepat menghampiri si Tom. Lana? Ternyata yang memasuki tubuh si tom adalah Lana. Lana kemudian berkata melalui tubuhnya tom, (dialog di persingkat). “Aku mau balas dendam sama dia *hi hi hi, dia dulu sering menertawakanmu gina. Dia mengucilkanmu. Dia selalu menghinamu. Aku gak terima, *haha, haha”.

“Lana, temanku. Kenapa? Aku sudah biasa di hina” jawabku. Kemudian aku mendengar Lana hanya bisa menangis dan berkata “dia juga menghinaku, sewaktu mengunjungi makamku, dia pernah bilang, mampus kau Lana, kau cocoknya di kubur bersama Gina si makhluk aneh. Kalian sama-sama orang aneh yang harus cepat mati. Semoga, Gina juga menyusul. Aku tidak terima, dia menghinaku di depan kuburanku. Sudah puas dia selalu membully kamu dan aku di kampus. Aku marah besar sama dia”.

Mendengar itu aku gak bisa melakukan apa-apa, yang aku lakukan hanya menyuruh Lana untuk keluar dari tubuhnya tom, walau di awal Lana tidak mau dan akan terus menghantui tom, tapi karena aku menangis dan berjanji akan mengajikannya di makam, akhirnya Lana keluar dari tubuhnya tom. Beberapa jam kemudian, tom sadar dari pingsannya akibat di rasuki oleh Lana.

Kami pun bareng-bareng mendatangi makam Lana dan mengaji membaca yasin di makam Lana. Malam harinya aku di mimpikan oleh Lana. Di mimpi itu Lana berkata “Gina, teman abadiku. Ikutlah denganku”. Ini benar adanya dan sampai sekarang terkadang aku masih di mimpikan oleh Lana. Lana, aku mau menjadi temanmu, tapi bukan teman abadi. Bye-bye Lana. Sekian.

Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Thank you for reading my stories.
Thank you for liking my stories
Thank you so much…
Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur…

All post by:

Sezgina Fradah has write 94 posts

Please vote Tolong Aku, Gin!
Tolong Aku, Gin!
Rate this post