Tulisan Berdarah

Assalamualaikum sobat KCH. Ketemu lagi denganku bismi dari Aceh, ini adalah ceritaku yang ke 11 berjudul tulisan berdarah. Oke langsung ke cerita. Pada tahun 2015 aku masih kelas 3 SMP, tepatnya saat liburan semester. Aku dan lima orang temanku berencana akan mengunjungi rumah pamanku di daerah Takengon. Alasannya karena di sana udaranya sejuk, nyaman dan pemandangannya yang indah.

loading...

Kami beranggota 3 cowok dan 3 cewek. Kami pun berangkat pada pukul 01.00 siang dan sampai pada pukul 15.30 sore. Sampai di sana kami langsung bercanda dan bermain kejar-kejaran. Kayak anak kecil ya, kejar-kejaran, *hehe. Malam pun tiba, sehabis shalat isya dan makan malam. Aku, yuni, dan shinta menonton film horor yang judulnya Sawadikap.

Tiba-tiba pamanku datang dan menyuruh kami agar segera tidur, karena jam sudah menunjukkan angka 10 malam. Kami bertiga pun langsung tidur di satu ranjang. Sedangkan temanku riski, andi dan fahmi tidur di kamar yang satunya lagi. Jam sudah menunjukkan pukul 00.30 malam, tetapi temanku yuni belum juga tidur. Ia terus menatap ke arah jendela seolah-olah sedang membaca sesuatu.

Dia pun membangunkanku dan shinta agar melihat ke arah jendela. Jendela kamar kami terbuat dari kaca dan tidak bergorden. Saat ku perhatikan dengan saksama, seperti ada tulisan yang tidak kami pahami berwarna merah darah. yuni pun turun dari ranjang dan mendekati jendela itu. Tulisan itu terlihat sangat jelas di mata kami, tetapi kami tidak mengerti apa maksudnya.

Tulisan itu mirip dengan tulisan melayu kuno. Maklumlah karena rumah pamanku ini sudah berdiri sejak lama. Yuni pun memperhatikan tulisan itu serta menyentuhnya. Dia pun berkata, sepertinya tulisan ini di tulis dengan darah, lihat darahnya masih segar, berarti darahnya belum lama di sini. Aku dan shinta pun tidak mengerti apa yang di katakan oleh yuni.

Tiba-tiba jendela itu pecah dan tulisan berdarah itu berhamburan berserakan di lantai. Aku, yuni dan shinta sangat terkejut dan berteriak sekencang mungkin. Tak lama kemudian, pamanku datang dan menanyakan apa yang terjadi. Riski, andi dan fahmi pun ikut terbangun karena teriakan kami. Shinta pun menjelaskan dengan tubuh yang gemetaran apa yang kami alami tadi.

Tapi anehnya jendela yang bertulisan darah itu sama sekali tidak pecah dan darah yang berhamburan tadi sama sekali tidak ada. Kami bertiga pun saling berpandangan tidak mengerti. Riski pun berkata “cuma mimpi kali kalian”, katanya. Yuni pun menjawab “kalau itu cuma mimpi, kok bisa barengan mimpinya”, katanya. Pamanku pun menyuruh kami agar kembali tidur dan tidak memikirkan apa yang barusan terjadi.

Sebelum tidur aku, yuni dan shinta membaca al fatihah dan ayat kursi. Agar kejadian mengerikan itu tidak terulang. Tapi kami bertiga sangat yakin bahwa di balik tulisan berdarah itu pasti ada maksudnya. Cukup dulu ya cerita dariku. Maaf kalau tidak seram. Wassalamualaikum
fb: Bismi jasein

Bismi Jasein

Bismi

Facebook: Bismi jasein
I Fans Anime Naruto and Boruto Naruto Next Generation From Aceh

All post by:

Bismi has write 90 posts

Please vote Tulisan Berdarah
Tulisan Berdarah
Rate this post