Tumbal Santet Desa Karang Asem

Hai, perkenalkan namaku sona. Aku akan membagikan sebuah cerita nyata di desaku yang berjudul tumbal santet desa karang asem. Ok, langsung saja. Desa ku berada di daerah Jogjakarta, Sleman. Nama desa ku Karang Asem. ada sebuah keluarga di desa ku yang sudah lama mempunyai pesugihan. Suatu hari ada seorang warga yang berkunjung ke rumah nya dan warga tersebut melihat bahwa keluarga itu menganut pesugihan.

Takut akan rahasianya terbongkar keluarga tersebut berniat menyantet warga tersebut. Alhasil, karna keimanan warga tersebut kuat, santet itu balik ke keluarga itu sendiri dan mengenai anak nya, sehingga tewas mengenaskan dan disinilah mulai terjadi cerita mengenai tumbal pocong. Anak tersebut menjadi momok di desa ku sehingga mengakibatkan semua warga takut.

Sehingga pada saat setelah adzan maghrib sampai adzan subuh tidak ada warga yang berani keluar rumah. Sehingga desa ku menjadi desa mati. Pocong tersebut sering menggedor gedor rumah warga. Kejadian itu terus berlangsung selama 3 hari dan di malam ketiga pemuda pemuda desa ku sepakat untuk meronda. Disinilah penampakan itu terjadi.

loading...

Pukul 10 malam kami berkumpul, kami yang hanya 15 orang sepakat untuk membagi 3 kelompok untuk berpencar. Aku berada di kelompok 2 yang bertugas menyusuri ujung desa. Penyusuran pun di mulai, kami ber 5 menyusuri ujung desa dan tidak ada apa apa. Ketika sampai di ujung desa tepat nya di area kuburan, iyan teman ku berkata “bro kenapa jam segini ada orang nyekar” ketika kami soroti lampu senter.

Kami di buat takut kepalang, pocong tersebut melihat kami dengan sorot mata merah. Kami pun lari tunggang langgang dan kemudian kami bertemu 2 kelompok lain nya dan kami sepakat pulang. Di malam ke-4 ketua RT kami mengundang para normal dan menurut para normal tersebut berkata bahwa pocong tersebut sedih.

Karna dia menjadi tumbal santet orang tua nya. Dan para normal pun menyuruh pocong tersebut untuk tidak lagi menggangu warga di desa ini. Alhasil Desa ku pun kembali seperti semula. Ok terima kasih teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca.

Share This: