Tuyul di Bulan Puasa

Hai, nama aku tegar dari Blitar, ini cerita pertamaku sebenarnya kejadian ini dialami oleh ibuku. Pada suatu malam ibuku yang tengah sibuk dirumah membereskan makanan setelah berbuka puasa tidak sadar kalau adik ku yang masih kecil keluar rumah sendirian. Kerumah bibiku yang enggak jauh dari rumahku maklum desa rumahnya mepet.

Saat ibuku menyadari kalau adikku enggak ada ibuku bertanya padaku.
ibu : nger kamu tahu enggak dimana adikmu?.
aku : saya enggak lihat buk, mungkin dikamar.
ibu : enggak ada nger.
aku : masak sih buk? ya sudah ayo dicari siapa tahu kerumah bu lek.

loading...

Ibuku pun pergi menuju rumah bibi ku dijalan ibuku melewati rumah temanku yang juga punya adik kecil “Agung” nama adik temanku. Saat lewat sana ibuku melihat ada anak kecil yang ibuku pikir dia adalah Agung “gung, kamu ngapain malam-malam gini kok main diluar dan enggak pakai baju?” tanya ibuku, tapi anak itu tetap bermain dan kemudian lari.

Ibuku yang penasaran mengejarnya, baru 7 langkah anak itu hilang dibalik pohon pisang. Seketika bulu kuduk ibuku berdiri dan ibuku lari, tapi ada yang janggal dibatin ibuku “kok ya ada setan (tuyul) di bulan puasa, katanya setannya dikurung semua?” batin ibuku bertanya-tanya sambil ketakutan bercerita pada aku dan ayahku, yang saking takutnya sampai lupa nyari adik ku. Untungnya adikku benar lagi tidur dirumah bibiku. Sekian ceritaku, maaf ya kalau bahasa indonesianya belepotan, maklum bukan penulis.

Share This: