Tuyul di Jembatan Desa

Hai semua namaku pipit. Aku ingin membagi sebuah pengalaman nyata yang dialami oleh pakde ku. Pakde ku tinggal di desa dan bekerja sebagai seorang petani, dan disuatu sore ketika pakde pulang dari bertani dengan mengendarai sebuah sepeda, seperti biasa tak ada keanehan di dalam perjalanan.

Hingga sampai pada waktu maghrib tiba, pakde melewati sebuah jembatan yang di sampingnya terdapat sebuah pepohonan sangat lebat yang rindang sekali. Dengan terus mengayuh sepeda, pakde ku melewati jembatan dan melihat ada seorang anak kecil yang tidak mengenakan baju dan sedang duduk terdiam di pagar jembatan tersebut.

Pakde ku langsung menghampiri dan berbicara dengan anak kecil itu, untuk menyuruhnya segera pulang. “Heh bocah wes maghrib isih dolanan wae, kono mulih digolekki ibumu lho (hey bocah sudah magrib masih main aja, sana pulang nanti dicariin ibumu)”. Begitu ucapan pakde ku.

Namun si bocah hanya diam saja dengan terus memandangi ke arah pakde ku. Tidak lama setelah itu, bocah tersebut langsung loncat seketika itu juga ke atas pohon yang besar dan lebat disebelah jembatan tersebut. Pakde ku sadar kalau bocah itu bukanlah bocah biasa, melainkan bocah tuyul. Bergegas pakde ku mengayuh sepedanya untuk pulang. Kisah nyata dari pakde ku Sudirman. Desa pendem kecamatan ngaringan kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

loading...

Share This: