Tuyul itu Pegang Baju Ibuku

Saya seorang mahasiswa di salah satu universitas islam swasta di Palembang. Umur saya sekarang sudah 21 tahun dan anak bungsu dari 3 kakak saya. Memang saya dulunya pemilik kemampuan indigo dari kecil lebih tepatnya saya gak ingat umur berapa, jadi pengalaman yang berbau mistis sudah familiar. Tapi mungkin pengalaman yang satu ini memang agak unik. Langsung saja kita ke ceritanya.

Pengalaman yang saya alami ini lebih kurang saat saya masih sekolah di kelas 6 SD atau kelas IX SMP. Waktu itu ibu saya masih berjualan makanan model dan siomay di siang hari, jadi malamnya merupakan rutinitas yang biasa bagi saya dan ibu saya untuk membuat dan menyiapkan bahan untuk berjualan besoknya. Tapi, entah kenapa di malam yang satu ini saya merasa “curiga”.

Kalau saya tidak salah ingat mungkin kejadiannya pada hari rabu malam kamis. Malam itu seperti malam-malam biasanya saya membantu ibu saya di dapur menyiapkan semua yang dibutuhkan. Setelah cukup lama membantu ibu saya menyiapkan semuanya, saya merasa lumayan capek dan memilih istirahat sebentar di ruang depan. Sambil duduk-duduk di atas lantai dekat pintu perbatasan antara ruang depan dan dapur saya memainkan hp kakak saya dengan merk n*kia tipe 6020.

Saat itu saya memainkan game yang bertema mafia. Baru saja saya membuka game itu, tiba-tiba lampu padam dan saya menghentikan sebentar game saya lalu mencari lilin ataupun yang lain sebagai penerang. Dalam waktu singkat saya sudah dapat alat penerangnya dan saya letakkan di dekat ibu saya. Memang lilinnya pada waktu itu kurang jadi di ruang depan tidak saya beri penerangan dan karena saya juga memainkan hp jadi tidak perlu diberi penerangan.

Saya kembali lagi ke posisi awal di ruang depan dan melanjutkan game yang tadi. Sontak saya cukup terkejut karena suara petir dan kilatannya yang datang tiba-tiba dan ketika itu juga saya pikir “seperti benar-benar dalam suasana film horor. Coba kalau ada ‘yang lain’ datang, mungkin suasananya lebih terasa horornya”. Benar saja, ternyata apa yang saya pikirkan benar-benar terjadi.

Tiba-tiba saja ada angin yang lewat dari arah depan rumah menyentuh pipi kanan saya dan langsung menuju ke arah dapur. Memang rasa dari angin yang saya rasakan itu “agak” berbeda dari angin biasa, rasanya sejuk dingin tapi ada sesuatu yang ‘hidup’ dan ‘berisi’ dari angin itu. Sempat ada rasa curiga dari angin itu tapi karena saya keasyikan bermain game jadi saya hiraukan angin itu.

Tak lama berselang, entah kenapa seperti ada yang ‘membisikkan’ di dalam kepala saya “coba di lihat dulu ke dapur, siapa tahu nanti ada apa-apanya”. Sebenarnya saya sudah tahu maksud dari ‘bisikan’ itu tapi saya bicara kepada ‘bisikan’ tersebut “entar, nanti aja. ‘Dia’ masih ragu untuk keluar. Kita tunggu 5-15 menitan. Kalau ‘dia’ gak jadi keluar kan percuma nanti kayak ‘mereka’ yang lain, gak bisa ketemu sama dia”.

Lebih kurang sudah 10 menit saya menunggu dan ‘bisikan’ itu masih saja mendesak saya untuk melihat ke arah dapur, akhirnya saya putuskan untuk melihat ke arah dapur. Ternyata benar apa yang saya duga, ada sesosok makhluk yang memegang ujung baju ibu saya. Saya sempat terkejut, bukan karena makhluk itu sendiri tetapi penampilan dari makhluk itu. Makhluk itu ternyata tuyul, dan parahnya lagi wajah dari tuyul itu berubah-ubah. Awalnya wajah tuyul itu rata tanpa ada apapun kemudian berangsur berubah spiral dan membentuk wajah seperti tokoh fiksi di salah satu film terkenal.

Telinganya lumayan runcing, mata hitam kelam, tanpa memiliki mulut dan hidung. Perawakannya memang seperti anak kecil memakai popok, kulitnya putih seperti memakai bedak full diseluruh tubuh dan kepala plontos. Saya tatap matanya dengan sedikit melotot supaya dia merasa sedikit terintimidasi, rupanya dia membalas tatapan saya dengan lebih melotot dari saya. Pada saat saling melotot itu saya tidak sengaja ‘melihat’ kilas balik dari kegiatan yang dia lakukan sesaat sebelum dia memegang ujung baju ibu saya.

Rupanya sebelum dia memegang ujung baju ibu saya, ternyata dia melihat-lihat isi dari lemari ibu saya di dalam kamar dan ingin mencuri uang di dalamnya. Entah kenapa dia tidak jadi mencuri dan menghampiri ibu saya dan berniat mencari di dalam kantong celana ibu saya. Sontak saja saya merasa agak emosi karena yang dilakukannya. Saya pun berdiri sambil memangkukan tangan kiri saya di pinggang dan tangan kanan saya di apit oleh pintu supaya dia merasa takut.

loading...

Saat itu dalam batin saya bicara kepada tuyulnya, “kenapa kamu kesini, hah! Apa urusan kamu kesini! Pergilah! Beraninya kamu mengganggu keluarga saya! Kalau tujuanmu kesini cuma mau mencuri, percuma saja. Uang disini gak cukup untuk dicuri. Ayo, pergilah! Kalau kamu berani kesini lagi, saya bacakan Al-Qur’an atau saya panggil teman-temanku untuk melawan kamu”. Dengan cepat tuyul itu pergi dengan kecepatan yang sangat hebat tanpa mendapat hasil.

Setelah tuyul itu pergi, saya ceritakan kepada ibu saya apa yang saya lihat, dan ibu saya cuma berkata “ah, kamu ini! Sudah-sudah, ini sudah malam!”. Saya curiga dengan tetangga saya yang berada di belakang rumah dengan jarak lebih kurang 500 meter karena dia sudah terkenal dikalangan tetangga yang lain kalau dia memelihara tuyul dan istrinya sendiri cerita ke ibu saya kalau suaminya memelihara tuyul sampai tubuhnya kering karena menyusui tuyul itu. Mungkin tuyul yang datang ke rumahku itu adalah tuyul miliknya. Entahlah. Sekian cerita dari saya, maaf kalau cerita saya kurang rapi dan kurang menarik. Terima kasih.

KCH

Mago

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Mago has write 2,691 posts