Uji Nyali Bertemu Kuntilanak Yang Mengerikan

Perkenalkan nama saya fitra rama saya berasal dari kota batam dan ini adalah kisah nyata yang saya alami di depan mata saya sendiri, oke langsung aja kita mulai kisahnya yang masih membuat saya merinding sampai sekarang dan ingat “jangan pernah membaca ini sendirian”.

Ini terjadi pada hari sabtu di malam minggu pacar kakak saya datang kerumah saya untuk kencan dengan kakak saya, malam minggu itu saya tak pergi keluar saya menjadi obat nyamuk di antara mereka yang sedang berpacaran kami sedang duduk diruang teras entah kenapa saya berpikir saya ingin melihat hantu dan saya pun berkata kepada pacar kakak saya oh ya nama pacar kakak saya Lukman (Nama samaran).

Bang lukman Uji nyali yuk bang lukman kepengen lihat kuntilanak (saya).
Nanti kamu takut fit, Jangan deh jangan cari bahaya (lukman).
Enggak bang, saya tidak takut saya Cuma penasaran aja mau ya bang? (saya).
Yaudah deh kalau gitu, ntar jam 9 kita ke rumah kosong ya (lukman).
Oke bang (saya).

Akhirnya pukul menunjukan jam 9 malam, Bang lukman jadi ngak kita uji nyali udah jam sembilan nih? “oke jadi fit yuk kita pergi”, saya dan bang lukman pun pamit dengan kakak saya. Setiba di lokasi rumah itu sangat gelap, rumah kayu yang sangat mengerikan, dengan pintu yang sudah tidak ada. Jendelanya pun sudah pada jebol dan plafon atap rumahnya sudah pada lapuk, dan lebih ngerinya lagi rumah itu di kelilingin pohon-pohon pisang, nangka, semak-semak dan tumbuhan liar lain nya.

Di tambah lagi suasana nya yang sangat dingin dan sangat sepi membuat saya sangat ketakutan tapi saya berlagak seperti orang yang berani padahal nyali saya sudah sangat down, tiba-tiba bang lukman berkata kepada saya “Fitra coba kamu lihat ke rumah kosong itu nampak ngak ada hantu?”. Saya pun jawab “Tidak bang saya tidak nampak apapun”. Bang lukman pun memajukan motornya agak ke tengah rumah itu jadi saya bisa melihat seisi rumah tersebut karena saya takut.

Saya mengalihkan pemandangan saya ke arah bukit yang berada di sebelah kiri saya sedangkan rumah itu berada di sisi kanan saya. Tiba-tiba suara bang lukman berubah seperti agak berbeda dari sebelumnya. “Fitra coba kamu lihat lagi rumah itu ada gak kuntilanaknya?” (lukman).

loading...

Dan saya pun melihatnya, saya melihat rumah itu dari yang gelap menjadi agak terang saya mefokuskan mata saya ke ruang tamu rumah itu kok sepertinya ada karung di gantung ya padahal tadi ngak ada. Saya turun dari motor dan agak maju sedikit lalu saya melihat dengan jelas kalau itu bukan karung tapi itu adalah kuntilanak dia jelas terbang, rambut nya kribo dan acak-acakan. Mata melotot lebam melihat ke arah kami, dan dia pun tersenyum sangat menakutkan dan anehnya lagi dia seperti tembus pandang.

Baru kali ini aku melihat kuntilanak di depan mataku, kuntilanak itu pun tertawa menyeringai tertawa nya sangat keras dan dia memutarkan kepalanya sambil melotot melihat kami, dan dia pun mulai mendekat kepada kami. Aku ingin lari tapi aku tidak bisa, aku tak bisa menggerakan kaki ku dan bang lukman pun menepuk pundak ku dan anehnya aku bisa bergerak lalu kami pun bergegas meninggalkan tempat tersebut.

Dan tiba saatnya yang membuat saya lebih merinding lagi, saya sedang tidur dengan rasa ketakukan saya tidak akan pernah melupakan kejadian tersebut. Tiba-tiba hp saya berbunyi suara ketawa kuntilanak padahal saya tidak pernah menyimpan suara ketawa di hp saya, saya bergagas bangun dari tempat tidur dan mematikan suara mp3 tersebut tetapi hp saya malah heng.

Di matikan tidak mau dan suara ketawa itu malah berlanjut semakin seram dan seram. Saya langsung membuka baterai hp saya dan langsung berlari menuju kamar orang tua saya, di saat saya ingin menutup pintu. Saya melihat sekilas bayangan kuntilanak itu dia tersenyum mengerikan sambil memiringkan kepalanya. Saya berlari ke kasur orang tua saya dan tidur dengan rasa ketakutan.

Share This: