Uji Nyali di Sekolah Lantai 4 Part 2

Cerita sebelumnya uji nyali di sekolah lantai 4. Assalamualaikum, wr, wb. Aku Salma umurku 11 tahun. Sekolah di MI Al-Islam Yuppi, kelas 4 SD dan aku tinggal di Bandung. Aku akan melanjutkan cerita kemarin yang terjadi di hari sabtu. Selamat membaca!

Hari Minggu tiba, kita (aku dan teman-temanku) sudah berjanji akan bermain jelangkung di sekolah kami di lantai 4 malam-malam. Malamnya di rumahku, aku siap-siap dengan kak Anita karena kami akan pergi ke sekolah bermain jelangkung. Sebelum pergi aku minta ijin dulu sama mamah dan ayah.

Aku: mah, yah, aku mau pergi dulu ya!
Mamah: Malam-malam gini mau pergi ke mana?
Kak Anita: ke sekolah mah, ada tugas. Boleh ya!
Mamah: masa ke sekolah malam-malam. Ya sudah deh boleh, tapi nanti jam 10 harus sudah disini! Ngerti?
Kak Anita dan aku: iya. Pergi dulu ya! Assalamualaikum.
Mamah: iya. Waalaikumsalam

Aku dan Kak Anita pun pergi dari rumah menuju ke sekolah. Sesampainya, kita (aku dan teman-temanku) naik tangga dulu 4 kali, terus sampai deh ke kelas 12 (kelas 3) SMA. kita bikin dulu jelangkungnya dari batok kelapa, lalu kita membaca mantranya dulu.

Kita: jelangkung, jelangkung, disini ada pesta, pesta kecil-kecilan, datang tak di undang pulang tak di antar.

Tiba-tiba jelangkungnya bergerak-gerak. 5 detik kemudian kita memulai berbicara dengan jelangkung. Tapi yang berbicara hanya Rezan, dia pemberani dengan yang namanya jelangkung, kami semua takut.

loading...

Jelangkung: Ada apa kalian memanggil?
Rezan: apakah ini dengan arwah yang disini (maksudnya di lantai 4)?
Jelangkung: iya betul.
Rezan: siapa namamu?
Jelangkung: Farida (perempuan) dan Ega (laki-laki).
Rezan: kalian pacaran?
Jelangkung: iya

Rezan: terus kenapa kalian meninggal?
Jelangkung: di bunuh oleh teman sekelas.
Rezan: kenapa dia membunuh? Nama pembunuhnya siapa?
Jelangkung: karena dia iri denganku karena pacaran sama Ega. Namanya Mirzha Silvia Yennie.
Rezan: terus Ega kenapa meninggal juga?

Jelangkung: karena frustasi melihatku di bunuh. Bisa minta tolong enggak?
Rezan: tolong apa?
Jelangkung: tolong lapor ke polisi agar dia dipenjara.
Rezan: oh, baik.

Lalu setelah itu jelangkungnya tidak bergerak-gerak lagi, jelangkungnya diam seperti semula. Kami pun memutuskan untuk pulang ke rumah saja masing-masing. Hari senin, kami bersekolah dan kami semua menceritakan tentang hantu Farida dan Ega kepada pak guru dan kita bilang harus lapor polisi.

Dua hari kemudian aku mendengar berita televisi tentang pelaku bernama Mirzha akan di penjarakan. Aku pun bersorak senang karena aku juga kasihan sama hantu Farida dan Ega. Jam 2 siang, aku mau pergi latihan karate, tapi sebelum pergi, aku berkaca dulu sebentar, pas aku berkaca, aku sempat kaget sedikit karena di kaca di belakangku ada hantu Farida dan Ega sedang mengucapkan terima kasih kepadaku.

Aku melihat ke belakangku, tapi tak ada siapa-siapa, aku kembali berkaca dan di kaca masih terlihat hantu mereka berdua senyum kepadaku, aku membalas lagi dengan senyumku. Lalu aku pergi ke tempatku dimana aku latihan. Saat sampai aku menceritakan ke mereka (yang ikut uji nyali kemarin, lihat saja nama-nama mereka di cerita pertama), dan ternyata mereka juga sama denganku.

Sekian cerita dariku. Terima kasih yang sudah membaca ceritaku, ceritaku itu nyata lho! Dan yang mau berteman silahkan invite pin BBM ku ya.
Bbm: D7CDE176

KCH

Salma Siti Fatimah

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Salma Siti Fatimah has write 2,694 posts