Uji Nyali

Sabtu malam sehabis main basket biasanya aku dan teman-temanku duduk di depan gerbang sekolah. Saat itu pelatihku sedang berbagi pengalamannya dengan hantu di sekolah kami, karena penasaran seniorku pun mengajak kami kelas X untuk ikut uji nyali bersama mereka. Karena saat itu yang kelas x cuma aku dan temanku bernama tania, aku pun tertarik untuk bergabung, namun tania ketakutan dan menolak untuk ikut.

Aku kembali mengajaknya untuk ikut uji nyali dan meyakinkannya kalau dia akan baik-baik saja. Akhirnya dia mau ikut juga. Kami berbaris memanjang sambi bergandengan tangan, 3 orang di depan memimpin perjalanan. Kalau tidak salah ada 12 orang yang di belakang. Karena sekolah kami sangat luas, ada banyak pohon juga, salah satu seniorku berkata “kalau lihat jangan lari, harus tetap bergandengan tangan”.

loading...

Aku posisi paling ujung, tania di sampingku dan di samping tania ada kak W, dan seterusnya. Oke kami pun mulai berjalan perlahan dari gerbang, melewati ruang kepala sekolah, kami lurus ke arah depan area kelas 11, lalu kami belok kiri, melewati tangki air lalu belok kiri menuju ke area kelas 10 Mipa. Aku menoleh ke kanan dan ke kiri berharap melihat sesuatu, namun di saat itu aku tidak melihat apa-apa.

Kami menuju ke arah kantin, kantin sangat gelap, kami berbelok ke kanan di area lorong 10 IPS. Saat memasuki lorong 10 IPS, auranya sangat beda dan tidak enak. Karena kalau memanjang tidak muat di lorong, kami terbagi 2, 3 orang bersusun. Aku pun mulai merasakan sesuatu, saat kami berada di depan kelas 10 IPS 4, pandanganku tertuju di jendela kelas baru area kelas 12, sosok tinggi besar dan hitam pekat melintas di depan jendela.

Di saat yang bersamaan seniorku yang di depan juga melihatnya. Karena suasana sudah panik dan tidak enak, tiba-tiba seniorku berteriak dan lari, kami pun membongkar barisan lalu lari berhamburan. Ada 2 0rang seniorku yang terjatuh tersandung sesuatu, kaki mereka pun berdarah. Kami berhenti di samping kelas 10 mipa 11, menunggu senior lain yang masih di area kelas 12.

Uji nyali pun berlanjut, di belakang ruang theater ada lapangan basket di samping lapangan basket ada tempat parkir sekolah kami. Karena tidak ada penerangan, suasana di sana sangat gelap. Seniorku memanggil nama putri “putri, putri, putri”. Putri adalah teman pelatihku yang meninggal karena kecelakaan di depan sekolah tepat di depan pagar lapangan basket.

Kami pun melingkar di tengah lapangan basket. Tiba-tiba tercium bau parfum yang menyengat, kami pun mulai bertanya-tanya siapa yang memakai parfum? Kami mulai menuduh satu sama lain karena tidak percaya. Bau parfum tersebut hilang, beberapa detik kemudian bau yang aneh lainnya pun muncul. Karena sudah takut kami berbalik dari lapangan basket dan menuju ke gerbang. cerita uji nyali ini tidak sampai di sini guys masih ada resiko yang kami terima akibat dari memanggil nama putri. Sekian.

KCH

Nadiv

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Nadiv has write 2,704 posts

Please vote Uji Nyali
Uji Nyali
4 (80%) 1 vote