Ular Naga Bermahkota

Yups, datang lagi aku Rere di Surabaya. Ini cerita dari adik-adik yang lagi main layangan dilapangan tepatnya dibelakang rumahnya nenekku. Pada awal tahun 2003 kalau gak salah, aku mampir kerumah nenek biasa ngadu kalau lagi dimarahi sama mama terus dikasih uang jajan deh, *hehe.

Nah siang itu tuh aku lagi bengong menghadap kearah lapangan sekalian nungguin nenek lagi siapin makanan buat makan siang. Di sana ada 3 bocah yang lagi main layangan. Kelihatannya seru nih kalau aku juga ikutan main, langsung saja aku pergi menghampiri mereka.

Gak lama kemudian bocah satu ini sebut aja siotong (nama samaran) pamitan mau beli es diwarung seberang dan benang layangannya dipinjamkan ke aku. Mbak boleh pinjam layanganku tapi jangan sampai kalah ya? (Kata siotong) dan aku mengangguk. Saat asik main layangan tiba-tiba dengar jeritan siotong lari menghampiri kami dengan ketakutan, kamu kenapa tong? Kata kedua temannya itu.

Kamu kenapa kok tiba-tiba ketakutan gini kamu dipalakin ya? Uang kamu diminta sama anak-anak nakal ya, mana anak yang jahatin kamu tong? Jangan takut nanti mbak ambil uang kamu dari anak nakal itu. Bukan, tapi ada ular naga bersayap punya tangan dan kaki, bermahkota juga mbak sambil nyembur api, segede ini dan sepanjang ini (sebesar batang pohon jambu yang tidak begitu besar).

Dan nyuruh kita semua pada pulang (kata siotong). Kamu lihat ular naga itu dimana? (Kataku penasaran), dibalik batu-batuan itu mbak yang sebelahnya kantor kelurahan. Ya sudah kalian semua pulang lewat dirumah. Neneknya mbak ya, jangan lewat di jalan itu lagi. Aku juga *kepo dong, hari gini mana ada ular naga yang dikata siotong tadi, ada-ada saja siotong.

Dengan *keponya aku sedikit takut sih sebenarnya, tapi aku pingin buktikan apa ada ular naga terbang seperti dicerita-cerita dongeng. Saat sampai disana aku beranikan diri untuk buktikan, tapi memang benar-benar tidak ada apa-apa disana, apa aku dikerjain ya sama bocah-bocah itu (pikirku). Hari menjelang sore aku pamitan pulang dan sebelum pulang nenekku bercerita dulunya memang ada ular naga itu.

Dia penguasa lapangan dan telaga yang sekarang dibangun perumahan baru termasuk kantor kelurahan itu. Wah-wah nenek tahu dari mana? Semua orang pada tahu (jawab nenek). Sekian dari ceritaku.
Facebook: blink rey

loading...
KCH

Rere

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Rere has write 2,660 posts