Ular Naga Penunggu Sungai Belakang Rumahku Part 2

Hay lagi sobat KCH, nah cerita ini adalah lanjutan dari ceritaku sebelumnya yaitu “ular naga penunggu sungai belakang rumahku” nah seperti yang aku bilang sang ular naga itu pernah mengamuk dan murka gara-gara seorang petani yang serakah.

Jadi ceritanya waktu aku masih duduk dibangku kelas 8 SMP waktu itu saat musim kemarau, sungai itu sedang kering, nah si pak B (nama samaran si petani serakah) membuat rencana, dia akan melebarkan lahannya dengan mengurangi lebar sungai jadi mula-mula sungai itu lebarnya sekitar 8m jadi cuma 2m saja. Nah saat dia mulai melaksanakan rencananya, hari pertama aku ngarit (mencari rumput) disekitar sungai yang akan disempitkan olehnya.

“Woy bocah, jangan disitu ngalangin saja, pergi sana ketempat lain” bentak pak B.
“Memang kenapa pak disini kan banyak rumput, masa aku pergi ketempat lain, bapak pikir aku bodoh apa?” bentakku. (Maklum guys waktu itu aku nakal banget *hehe).

“Eh bocah dibilangin ngejawab saja sudah sana pergi, saya mau membuat lahan”.
“Eh pak, apa bapak pikir ini sungai nenek bapak? Seenaknya mau disempitkan, hati-hati lho pak kata mbahku sungai ini ada yang tunggu, entar ngamuk lho”.

“Halah kamu jangan nakutin saya, saya nggak takut”.
“Baiklah kalau bapak nggak percaya, aku *rapopo” ejekku.
“Pergi sana, mengganggu orang saja”.

(Lalu aku pun mengalah dan pergi).

Setiap hari aku mencari rumput, pak B terus saja berulah, banyak orang yang memperingatkan tapi nggak ada yang digubris sama sekali. Sampai akhirnya datang musim penghujan, seperti biasa para petani mulai menanam padi, dan aku membantu bapak dan pamanku disawah, tapi anehnya blok paling bawah dekat sungai tidak ditanami padi.

“Pak, kenapa blok paling bawah nggak ditanami?” tanyaku.
“Kamu lihat itu (sambil menunjuk kearah lahan pak B yang diperoleh dari mempersempit sungai) itu akan membuat penunggu sungai ini marah, sebentar lagi akan ada banjir, jadi bapak tidak menanam yang bawah, karena percuma saja semua padi dekat sungai akan hanyut, begitu juga milik pak B” jawab bapak.
“Oh iya pak aku mengerti”.

3 bulan berlalu, padi sudah mulai menguning dan 3 hari lagi sawah bapakku akan panen, begitu juga milik pak B, karena menanamnya barengan. Tapi benar yang dibilang bapakku masih pagi sudah mendung dan hujan sejak kemarin, jika kemarin hanya rintik-rintik, hari ini sangat deras, lalu bapak mengajakku kebelakang rumah.

“Nah mari kita lihat, sang penunggu akan marah nak”.
“Dari mana bapak tahu?”.
“Sudahlah kamu nggak perlu tahu”.

Dan benar saja, jika biasanya hujan deras banjir besarpun bisa lewat karena sungai lurus dan lebar, tapi karena disempitkan dan dibelokkan jadi airnya meluap. Sang ular naga keluar dan membendung air yang akan lewat kesamping sawah pak B, alhasil air yang kebendung membanjiri blok paling bawah milik bapakku. Ternyata bapakku sudah memperkirakannya, lalu ular naga menghilang dan air yang sudah terbendung langsung mengalir dengan deras menuju sawah pak B. Dan bisa ditebak, sawah pak B penuh dengan pasir dan padinya yang siap panen, sudah hanyut semua.

Tamat, nah itu cerita kenyataan guys dan akhirnya setelah itu sungainya diperlebar lagi dan diperdalam supaya tidak banjir lagi, jangan lupa add dan follow sosmed aku ya.
Facebook: Adymas Art
Instagram: @adymas_art

loading...
Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,....... suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add Fb: Adymas Art Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 94 posts