Unicorn Hitam

Aku melangkah keluar menuju rumah. Rencananya aku bersama teman-temanku akan berkumpul, karena hari ini hari natal. Pasti kami akan mendapatkan hadiah. Kami sepakat menunjukkan hadiah yang kami dapat. Kami berkumpul di sebuah pohon besar. Kami memulai memperlihatkan hadiahnya. Aku buku diary, Kate layang-layang, Jane sepatu, Cindy gantungan, Clara bola, dan Crystal boneka beruang berpita merah. “Cantik kan bonekaku?” Tanya Crystal. Semua pada ketakutan termasuk aku.

“Hatchi! Hatchi! Maaf Crys, Hatchi! Aku flu. Sudah dulu ya, Hatchi” kata Kate pura-pura menghindari pertanyaan dari Crystal tentang boneka itu. “Ya ampun! Sudah berapa lama aku disini?! Aku harus buat biskuit salju buatku dan keluargaku pada saat natal” Kata Jane. “Ayo!” bisik Jane kepada kami semua yang tersisa. Mereka pergi kecuali aku. Crystal tersenyum melihatku. “Daisy!” seru Jane. Aku kaget dan segera pergi meninggalkan Crystal. “Kasihan sekali Crystal” gumamku dalam hati.

Aku pernah mendengar cerita tentang boneka itu. Itu salah satu boneka hantu terlarang yang ada di kota kami. Aku segera melupakan kejadian itu. Aku pun tertidur “Daisy…” panggil seseorang. “Daisy…” panggilnya lagi. “Daisy…” panggilnya terus-menerus. Aku melihat boneka milik Crystal datang menghampiriku. “Jaga Jane. Selanjutnya kamu. Kamu telat. Crystal telah…” Aku terbangun. Fiuh! Hanya mimpi rupanya. Aku tertidur kembali. “Daisy… Kalau kamu melihat unicorn hitam. Janganlah melihat ke arahnya. Ajaklah Jane bersamamu. Jangan tinggalkan Jane”.

Suara boneka itu terdengar lagi di mimpiku. Aku terbangun kembali, aku sangat takut. Aku memaksakan tidur kembali dan memimpikan indah. Keesokan harinya aku dan Jane mempunyai mimpi yang sama. Aku tentang Jane dan Jane bermimpi tentangku. Kami ketakutan. Aku segera menyiapkan koperku dan pamit ke orang tuaku untuk menginap di rumah Jane. Sore harinya kami dikabarkan Crystal mati pada malam kemarin. Kami kaget saling pandang, kemudian kejadian aneh kembali lagi.

Setiap hari teman kami ada yang mati dengan tiba-tiba. Hanya tinggal aku dan Jane. Kami hanya berusaha untuk berpikiran positif. Malam harinya kami melihat unicorn itu datang ke dunia. Aku dan Jane segera mengunci semuanya. Malam harinya kami bermimpi “Daisy… Jane…” Kata boneka itu. “Crystal!” kataku. Kami kaget, semua teman kami ada di sini. “Bagaimana kalian bisa disini?” tanya Jane. “Ini karena unicorn itu” jawab Kate. “Teman, jangan khawatir dengan bonekaku. Ayahku sengaja membelikannya untuk melindungi kami. Itu bukan boneka terlarang, tapi itu mirip saja” jelas Crystal.

“Kita harus melawan unicorn hitam itu agar kita bebas!” seru Clara. “Kita bakar dan lukai dia. Dia iblis!” usul Cindy. Kami setuju. Akhirnya kami bertemu unicorn hitam itu. Kami berbagi tugas. Aku dan Jane menyiapkan api, Clara dan Cindy menyiapkan senjata, Crystal menjadi umpannya si unicorn. Akhirnya setelah semuanya siap kami segera melawan unicorn itu.

loading...

*Sleb, Cindy menusuk unicorn itu. Akhirnya unicorn itu mati dan aku terbangun. “Daisy!” kata mama. Aku bingung sekali. Sebenarnya ada apa ini? “Kenapa?” tanyaku pada mama. “Kamu terus memanggil nama Jane!” Jawab mama. Aku melihat boneka itu berada di belakang mama membawa pisau, bersiap membunuh mama. “Tidak”.

KCH

Daisy

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Daisy has write 2,694 posts