Upin Ipin

Assalamualaikum, salam sejahtera. Hai kawan KCH. Kenalkan aku Qolbiy. Ini cerita pertama kali aku di KCH dengan judul Upin Ipin. Oke langsung saja ya no basa-basi. Kejadian ini aku alami sendiri ketika berusia 8 tahun lebih tepatnya lagi 17 tahun yang lalu. Ketika itu rumahku masih di Cibitung dan depan rumahku dibuat seperti ruko/toko sembako tepatnya sebelum rel kereta api yang sekarang sudah menjadi stasiun Cibitung.

Entah bagaimana sejak kecil aku sudah sering diperlihatkan sosok-sosok yang menyebalkan. Kenapa? Karena sosok itu selalu muncul tiba-tiba. Oke lanjut ke TKP *hee. Waktu itu lupa hari apa yang jelas kejadiannya di siang bolong setelah pulang sekolah. Ketika aku kelas 3 SD dan rumah masih bersatu dengan toko sembako. Hari itu hari yang biasa saja di sekolah pun tidak ada yang istimewa.

Senang rasanya ketika bel berbunyi tanda akhir pembelajaran yang artinya cepat pulang terus makan dan main. Semua masih biasa saja. Ketika jalan pulang bersama teman-teman masih biasa saja sampai pada akhirnya, berpisah dengan teman-teman karena rumahku di seberang jalan raya. Ketika sampai rumah kebetulan aku lewat depan alias lewat toko. “Assalamualaikum” dalam batinku kok sepi tak ada pembeli juga tak ada yang menunggu toko.

Sampai aku masuk ke dalam rumah melalui pintu penghubung toko dengan rumah. Agak gelap dan sepi. Terlihat tumpukan pakaian rapih tanda habis di setrika (kalau nyetrika wattnya lumayan makanya mamah suka matiin semua lampu yang gak kepakai karena ada kaca besar yang masih bisa masuk cahaya). “Mah. Mamah dimana?” *hmm batinku merasa aneh karena sepi dan agak gelap.

Segera aku lepas sepatu dan tas. Ketika aku berjalan menuju kamar paling depan. *Jreeng. Sadar gak sadar apa mata ini keselek biji salak. Aku lihat mamah sedang merapikan pakaian adikku yang habis di setrika ke lemari pakaian. Seperti orang bingung aku melangkah 4 kali maju dan mundur sampai akhirnya aku beranikan diri bertanya sama mamah.

M: mamah
A: aku

A: mah, mamah lagi apa? Itu upin ipin siapa mah? Main-main ngelilingin mamah.
M: apaan sih?

Gak tahu kenapa aku sendiri kok ya takut aku lihat 2 anak kecil seperti umur 5 tahun tapi wajahnya kayak orang kerdil gitu tua aneh dan tel*nj*ng bulat seperti pakai diapers tapi lebih mirip kain putih sih dengan khas kepala plontos. Mereka seperti bermain-main dengan mengelilingi mamah tapi mamah seolah biasa saja. Ketika aku tanya ke mamah mereka nengok kepadaku karena aku takut aku langsung lari ke belakang keluar menuju rumah alm budheku.

Pikirku apa itu benar mamah? Tapi kok mamah gak ngerasa sih gak lihat upin ipin itu ngelilingin dia. Entahlah, sejak saat itu pengalaman apapun tidak pernah aku ceritakan pada siapapun. Memang saat kejadian itu sedang gempar upin ipin piaraan tetangga. Dan rumor yang beredar banyak warga yang kehilangan uang.

Hingga saat aku tamat kuliah aku baru bisa ceritakan semua pengalamanku itu kepada orang tua dan keluarga, dan mereka membenarkan apa yang pernah aku alami itu. *Huft maaf ya kalau gak seram. Itu awal mula aku bisa lihat penampakan-penampakan. Tunggu kisahku selanjutnya. Wassalamualaikum salam KCH.

loading...

Qolbiy

All post by:

Qolbiy has write 1 posts

Please vote Upin Ipin
Upin Ipin
Rate this post