Vidio Game Part 2

Sebelumnya vidio game. Aku harus menemukan senjata yang lebih tajam seperti pisau, aku melihat peta dimana arah dapur sekolah ini ternyata ada dilantai 3 aku harus turun kelantai 3. Aku membuka pintu tangga darurat tapi tidak bisa, terkunci. Aku harus menemukan kuncinya, aku mendengar suara kunci yang terseret kuarahkan senterku kearah makhluk itu lagi. Ternyata kunci itu ada didalam saku milik siswa yang dimakan oleh makhluk itu.

loading...

Tubuhnya mulai terpisah dari badannya, makhluk itu memotong kaki siswa itu dan menggerogotinya, layaknya memakan ayam tiba-tiba datang makhluk satu lagi yang sama persis, ikut memakan siswa itu. Dia memakan bagian kepalanya, aku harus bagaimana ini untuk mengambil kunci dari siswa itu. Aku harus bisa mengambil kunci itu supaya bisa keluar dari sini.

Aku perlahan-lahan melangkahkan kakiku mendekatinya dengan sangat hati-hati, untuk tidak bersuara *prak. Suara pot jatuh, sial! Makhluk itu pun berlari kearahku. Aku memukulnya dengan balok kayu, aku berlari menghindari makhluk satunya, aku berlari masuk kedalam kelas kimia. Aku bersembunyi dibawah meja, berharap dia tidak menemukanku dengan cakarnya yang setajam pisau, mulut dengan gigi yang tajam membuatku takut.

Apa yang harus aku lakukan untuk membunuhnya, makhluk itu mengendus mencariku dengan mencium aromaku. Dia mengarah kearaku dengan cepat, bagaimana dia mengetahuiku, aku baru ingat aku berbau darah karena kakiku tadi terluka oleh gergaji mesin. Aku melemparinya dengan kursi dan dia terjatuh, aku berlari keluar pintu tapi aku sudah dihadang oleh makhluk yang aku pukul tadi. Kenapa dia tidak mati padahal aku pukul kepalanya (gumamku).

Aku berlari menghindarinya, aku langsung mengambil kunci yang ada pada siswa tadi. Aku berlari kearah pintu dan membuka pintu tangga ini, dia semakin mendekat, pintunya berhasil aku buka. Aku lega bisa bebas dari makhluk itu, aku menyoroti setiap anak tangga. Semua berbekas darah, apa yang terjadi disekolah ini. Kenapa pembunuhan semuanya, aku harus selesaikan game ini, aku berhasil turun kelantai 3 tinggal 2 dan 1.

Aku ingin bisa terbebas dari game ini, lampu dilantai 3 menyala. Aku menaruh ponselku dikantong, lalu aku berjalan menelusuri lorong ini untuk menemukan tangga menuju kelantai bawah. Tiba-tiba seseorang berlari kearahku dia dikejar oleh makhluk yang aku temui tadi “tolong! Tolong!” teriak orang itu berlari kearahku. Makhluk itu meloncat dipundaknya dan mencabut langsung kepalanya.

Aku kaget dan terjatuh, aku lari sekencang-kencangnya mencari sesuatu untuk menemukan benda, terlihat pisau dilantai, dan aku mengambilnya. Tiba-tiba makhluk itu sudah berada disampingku. Dia mencakarku, bajuku sobek, dia mendapatkan kakiku, aku melawannya dengan tenagaku. Lalu aku langsung menusukan pisauku dikepalanya. Dia jatuh tak berdaya, aku mengatur nafasku, seakan nyawaku hilang karena serangan makhluk itu.

Tiba-tiba terdengar suara gergaji mesin, aku berdiri dan bersembunyi dikelas kimia. Aku mengambil air asam untuk jaga-jaga bila dia melihatku. *Brak! (Dobrakan pintu), suara gergaji yang nyaring, siap untuk membunuhku, dia menggergaji semua benda yang ada dihadapanya, dari kursi meja, dia menuju kearah lemari, dia menyalakan gergajinya. “Sial, aku akan mati” dia mulai menggergaji pintu lemari.

Posisiku paling pinggir, gergajinya memotong dari atas kebawah. Jantung rasanya mau berhenti berdetak, karena rasa takut, badanku gemetar, lemari yang aku tempati pun terbelah 2. Dia melihatku, lalu aku langsung menyiramnya dengan air asam diwajahnya. Dia kesakitan, aku pun berdiri dan melarikan diri mencari anak tangga. Tapi kelas ini begitu panjang, aku melihat peta yang ada diatas, arah tangga berada dipaling ujung.

Aku berlari dengan kakiku yang pincang, aku beberapa kali terjatuh. Suara gergaji itu menuju kearahku. Aku harus bangkit untuk selamat dari game ini, jika aku mati maka aku akan terperangkap disini selamanya. Aku harus bisa menyelesaikan game ini, aku mengambil ponsel dari saku dan mencari cara untuk bebas dari game ini. Aku menggunakan voice “bagaimana cara bisa keluar dari game sial ini tolong beritahu aku” teriakku didepan ponsel.

Tiba-tiba muncul layar seperti didalam film barat, dengan muncul gambar diponsel terlihat tutorial untuk bebas dari game ini. Aku melihat demo untuk keluar dari sini, terlihat didalam film aku harus keluar dari pintu gerbang dilantai dasar dan menyelamatkan satu gadis yang ditahan dilantai 5, dan membawanya keluar, film itu pun mati. “Sial, aku harus kembali keatas lagi, kelantai 5” gerutuku. Selanjutnya vidio game part 3.

Gugun

Nak Gugun

nama:gugun tinggi:165cm berat:50kg hoby:membaca,dan menulis karanganjangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch jangan pernah baca ini sendirianaku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasiok salam knl semuafacebook: Nak gugun email:[email protected]

All post by:

Nak Gugun has write 43 posts

loading...