Vidio Game Part 3

Sebelumnya vidio game part 2. *Ger, ger, ger (suara gergaji mesin) mulai mendekatiku, badannya yang tinggi besar dengan memakai topeng masker dengan luka yang aku buat diwajahnya oleh air asam. Dia mulai menatapku tajam, aku bersiap melewatinya. Dia berlari menghampiriku, lalu aku langsung melemparkannya pisau tepat diperutnya, dia terjatuh kesakitan.

Jantungku berdegup kencang, aku berlari dan mulai menaiki tangga kelantai 4, kenapa makhluk yang aku pukul masih hidup dan sekarang sedang berjalan mengitari lorong-lorong gelap ini. “Aku harus buat sesuatu, buat menarik perhatian mereka” (gumamku). Dan aku melihat ada sebuah pot kecil, aku membuka pintu tangga pelan-pelan dan melemparkan kedalam, suara pecahan pot itu membuat mereka berlari kearah suara itu.

Aku pun mengunci pintu dan berlari kelantai 5. “Tolong!” teriak seorang gadis dari salah satu ruangan. Aku pun mencari asal suara itu, yang terdengar diruangan kelas 12b, aku melihat manusia bertopeng lagi. Berarti mereka bukan hanya 1 melainkan 2, manusia bertopeng itu memasuki kamar. Aku berjalan perlahan-lahan menuju kelas 12, setapak demi setapak dengan pelan dengan sangat hati-hati.

Aku melihat manusia bertopeng itu sedang memotong-motong manusia, dia memotong leher dan mengiris wajah manusia, lalu menggunakannya sebagai topeng. Aku membuka perlahan pintu kelas 12, aku kaget apa yang aku lihat, semua mayat bertumpukan disini dengan anggota tubuh yang terpisah-pisah.

“Kamu dimana?” ucapku pelan.
“Aku didalam peti tolong” ucap gadis itu.
“Peti ini terkunci, aku akan mencari sesuatu untuk aku buka” ucapku.

loading...

Baiklah aku mencari benda yang bisa membuka, gembok ini, terlihat ada sebuah palu yang lumayan cukup besar dengan gagang balok kecil, aku memukul keras gembok itu dan berhasil terbuka. Gadis itu menendang pintu peti itu dan keluar, gadis yang berseragam SMA dengan rambut ikat kuda dengan sedikit poni didepan, bajunya penuh darah seperti milikku.

Aku menariknya keluar dari kelas ini, aku melihat sekeliling dulu ternyata aman-aman saja. Aku memegang tangannya erat, terlihat aman dilantai 5. Aku mulai turun kearah lantai 4 dan 3, tinggal lantai 2 dan 1. Aku membuka pintu lantai 2 terlihat siswa itu berlari dan terlihat manusia bertopeng menggunakan celurit tajam. Dia langsung menebas tangan siswa itu, dia berteriak kesakitan.

Dalam sekejap darah terpancar dari tangannya, seperti air mancur dan siswa itu berteriak kesakitan. Lalu manusia bertopeng itu langsung menebas kepalanya, kini kepalanya jatuh bagaikan bola dan manusia bertopeng itu pun membawanya dengan menyeretnya kepalanya yang ditusukan oleh celuritnya. Aku harus menelepon, dan menemukan senjata yang bisa membunuh mereka semua.

Aku pun menggunakan ponselku lagi, “dimana letak aku harus menekan senjata” ponsel ini menjawab aku harus mengambil dari manusia bertopeng itu. Aku pun turun kelantai 1, tinggal turun kelantai dasar dan aku akan bebas, tiba-tiba dari belakang ada manusia menggunakan celurit dengan tubuh kurusnya, berwajah hancur. Aku berhasil menghindari serangannya, aku memukulnya dengan balok tapi tidak mempan.

Aku berlari bersama gadis ini, aku menyuruhnya bersembunyi didalam loker. Aku tidak tahu harus berbuat apa, untuk mengalahkannya aku harus berpikir sesuatu untuk mengalahkannya. Ahk! Manusia celurit itu, menghempaskan celuritnya kearaku bajuku terkena dan perutku tergores kini. Perutku mengeluarkan darah, dan aku meninjunya tapi percuma saja.

Aku pun emosi dan mendorong meja dan menjepitnya, dia mengibaskan celuritnya dan hampir mengenaiku. Tiba-tiba ponselku terjatuh dan senter flashnya menyala, tiba-tiba matanya terbakar oleh flashku, jadi aku tahu sekarang kelemahannya adalah flash ponselku. Dia membenturkan kepalanya karena kepanasan dengan flashku. Dia pun mati dengan luka bakar, aku mencari sebuah kapak untuk jaga-jaga bila ada musuh datang lagi.

Aku memanggil gadis itu dan belum sempat aku bersiul, dari belakang ada manusia bertopeng menggunakan gergaji mesinnya mendobrak pintu. *Ger, ger, ger (suara gergaji mesin) itu dia, aku harus mendapatkan gergaji itu, supaya aku dengan mudah membunuh musuh. Aku pun melawannya sekuat tenaga yang tersisa. Aku mencoba menggunakan flash ponselku, dia melihatnya begitu silau.

Aku langsung memotong tangannya, dia kesakitan. Lalu aku memotong kakinya, aku sempat emosi dengan manusia bertopeng dan aku pun, menebas kepalanya. Kini bajuku tak lagi bercak-bercak darah, kini bajuku merah darah. Aku mengambil gergaji yang lumayan sedikit berat. Aku pun memanggil gadis itu dia keluar dari loker.

“Sekarang kita harus apa?” tanya gadis itu.
“Kita akan keluar dari sini, ayo” ucapku menarik tangannya.

Kini aku pun dilantai paling dasar, aku berjalan pelan dan hati-hati bila ada makhluk yang datang. Tiba-tiba seorang anjing liar menyerangku dari depan, matanya merah dan air liurnya mengalir. Gadis itu memukulnya dengan kayu.

“Terima kasih” ucapku.
“Sama-sama, aku nattasha kamu?”.
“Aku ega”.

Ayo kita keluar dari sini. Selanjutnya vidio game part 4.

Gugun

Nak Gugun

nama:gugun tinggi:165cm berat:50kg hoby:membaca,dan menulis karanganjangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch jangan pernah baca ini sendirianaku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasiok salam knl semuafacebook: Nak gugun email:[email protected]

All post by:

Nak Gugun has write 43 posts

loading...