Vidio Game Part 4

Sebelumnya vidio game part 3. Aku dan nattasha menuju kearah pintu gerbang tetapi pintunya terkunci. Tiba-tiba datang manusia bertopeng lagi membawa gergaji mesin dengan teman-temannya, si manusia celurit dan 1 lagi yang tak mempunyai mata. Kini aku sangat ketakutan harus menghadapi mereka bertiga, manusia bertopeng itu membawa kunci gerbang ini berupa sim card yang tertancap di dadanya.

Makhluk tanpa wajah itu aku lawan, dia begitu lincah dengan tubuhnya menyerupai hewan. Aku mencoba memotong tubuhnya tapi susah. Dia begitu lincah, dia pun loncat kearahku, aku terjatuh dan dia memegangku. Aku menendangnya tapi tak berhasil, tenaganya begitu besar. Aku meraih gergajiku dan menyalakannya, aku menggergaji perutnya.

loading...

Isi perutnya terjatuh ditubuhku kini tinggal 2 orang lagi, aku barus berjuang mendapatkan sim cardnya dan menyelesaikan game ini. Manusia celurit itu berlari kearahku dan menyerangku, lalu aku menggunakan kapak untuk melawannya suara kapak dan celurit kami beradu. Terlintas dikepalaku kelemahan dari manusia celurit adalah flash ponselku. Aku berlari menghindarinya tapi dia lari dan menendangku dengan keras. Aku terjatuh, dia melompat kearahku, aku langsung menyalakan flashku didepan wajahnya.

Dia langsung kesakitan berguling-guling dan mati terbakar, tiba-tiba ponselku mati baterainya low sial! Manusia bertopeng itu pun berlari menghampiriku dan menyalakan gergajinya, “ahk” (teriakku). Karena manusia bertopeng berhasil memotong kakiku yang satu, aku berteriak kesakitan. Aku tak bisa berbuat apa-apa sekarang, aku hanya bisa lari pincang dengan keadaan kakiku mengeluarkan darah, aku terjatuh.

“*Hahaha” (tawa jahat manusia bertopeng).
“Ahk tidak!” teriakku disaat tanganku terpotong satu karena menghindari gergajinya.

Aku terkulai lemas, tak bisa berbuat apa-apa. Darahku terlalu banyak keluar, badanku pucat, tubuhku lemas. Manusia bertopeng itu siap untuk memotong tubuhku, dia mulai mengayunkan gergajinya, tiba-tiba darah keluar dari jantung manusia bertopeng itu. Tumpah kearah wajahku, ternyata nattasha menggergajinya tepat dijantungnya. Kini kami selamat, nattasha membantuku berdiri, dan menggandeng tanganku.

Aku mengambil kartu sim card dari tubuhnya, dan membuka pintu gerbang itu. Akhirnya aku bisa menyelesaikan game ini, tiba-tiba datang mobil polisi ternyata ayahnya nattasha, angin bertiup kencang, petir mulai menyambar, dan salah satu petir mengenaiku. Aku terjatuh pingsan, saat aku bangun aku sudah berada dikamarku dan televisi keadaan menyala dan bertuliskan game over, aku langsung mematikan gameku dan keluar melihat keadaan diluar. Sekian.

Gugun

Nak Gugun

nama:gugun
tinggi:165cm
berat:50kg
hoby:membaca,dan menulis karangan

jangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch
jangan pernah baca ini sendirian

aku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasi

ok salam knl semua

facebook: Nak gugun
email: [email protected]

All post by:

Nak Gugun has write 44 posts

Please vote Vidio Game Part 4
Vidio Game Part 4
Rate this post