Wabah Zombie Part 2

Sebelumnya wabah zombie. Mengigit tulang jarinya seperti memakan tulang ayam saja. Aku berjalan perlahan keluar dari warung, aku mengambil minuman dingin untuk aku minum, sejak dari tadi aku haus, aku meneguk minumanku sambil berjalan mencari andi. Apa andi masih di stadion (gumamku). Aku berjalan dibelakang mobil, supaya para zombie itu tidak mengejarku.

Tiba-tiba dari arah depan ada zombie, dia berlari kearahku. Aku bersiap untuk melawannya, dia berusaha menggigitku, aku menghindar dan menusuk langsung kepalanya. Jantungku berdetak kencang karena rasa takut yang aku alami, kenapa harus jadi begini semua orang, siapa yang memulai wabah ini. Aku berjalan lagi menuju stadion tapi didepan pintu stadion ada 5 zombie yang berjalan mengelilingi pintu itu.

Terlintas dipikiranku untuk membakarnya, aku mencari kayu balok dan kain. Aku melihat mayat, lalu aku mengambil bajunya. Aku mengikatnya dikayu dan menyalakannya dengan bensin motorku. Aku mengambil botol kaca, dan mengisinya. Aku pun menuju kearah pintu stadion dan melemparkan botolo berisi bensin itu kearah zombie dan aku bakar kainku.

Aku lemparkan kearah zombie itu dan mereka terbakar, terguling-guling. Aku pun berlari masuk stadion, apa yang aku lihat semua supporter jepara berubah menjadi zombie. Mereka ada dilapangan ditempat spanduk, mereka terlihat ada dimana-mana, aku berjalan perlahan mencari andi dan membawanya pulang bersamaku. Terlihat 4 zombie memakan manusia, mereka memakannya dari kepala hingga kaki.

Mereka sangat rakus dan bertengkar makanan, terlihat dilapangan mayat polisi, pasti mereka memiliki senjata, seperti pistol dan pisau besar. Karena pisauku tadi tertancap di zombie lainnya. Kini aku tidak punya senjata hanya tanganku senjata ini. Aku mencari andi disetiap sudut stadion, tapi andi tidak ada dimanapun, tiba-tiba zombie melihatku dan aku langsung lari.

Zombie itu mengejarku, mereka semua mengejarku. Bukan hanya 1 tapi ratusan zombie mengejarku, aku harus bagaimana ini, aku berlari menuju tempat kamar-kamar para pemain bola, aku langsung menutup pintu dan menganjalnya dengan barang berat. (Nafasku mulai tidak beraturan) “andi dimana kamu?” ucapku, sambil bersandar ditembok. Aku berjalan menelusuri tempat istirahat para pemain bola ini.

“*Sut, sut” ucap seorang dari lemari.
“Siapa itu?” tanyaku.

Dia tidak menjawabku, aku mulai mendekati lemari itu. Aku berjalan perlahan-lahan, tanganku siap untuk memukul bila ada sesuatu, aku membuka pintu lemari itu (*krek). “Di belakangmu gun awas!” ucap seorang dilemari. Aku langsung memukul wajah zombie itu dengan tanganku, dia terjatuh. Aku menginjak-injak kepalanya dengan keras, hingga darah keluar dari kepalanya, zombie pun mati. Aku langsung membuka lemari itu.

loading...

“Andi?” ucapku.
“Akhirnya gugun, kamu menemukanku” ucap andi.
“Aku dari tadi mencarimu andi, aku kira kau sudah mati” ucapku.

“Aku juga kira kau sudah dimakan, sama zombie itu gun” ucap andi.
“Ayo kita pergi dari sini” ucapku.
“Tapi bagaimana? Ada ratusan zombie disini gun, bagaimana kita bisa keluar?” tanya andi.

“Kita harus lakukan, kita harus mengambil senjata dari polisi itu seperti bom gas air mata dan pistol didalam saku mereka” ucapku.
“Baik gugun, tapi kita harus membawa persiapan untuk melawan zombie itu gun, kita harus cari disekitar sini” ucap andi.

“Tapi apa itu, aku sudah tidak bawa senjata andi”.
“Aku ada tadi, aku bawa besi ini gun nih kamu satu” andi memberiku tongkat besi.
“Oke, ini baru pemukul. Kita lewat jendela saja andi”.
“Kenapa?”

“Di depan banyak zombie, kita harus lewat jendela dan langsung lari cari mobil polisi. Pasti banyak cadangan disitu, dan mobil baja kita bisa mengendarainya dan bisa keluar dari sini andi” terangku.
“Oke gun, aku siap”.

Zombie itu masih terlihat dikaca pintu itu, begitu banyak sekali. Aku membuka jendela samping dan melompat bersama dan langsung lari. Ratusan zombie dilapangan mengejar kami, aku dan andi berlari menuju pintu keluar, tapi sial! Ada zombie juga disana.

“Bagaimana ini gun” ucap andi panik.
“Cepat naik pagar” ucapku menyuruhnya naik pagar.
Bersambung di wabah zombie part 3 (end).

Gugun

Gugun

nama:gugun tinggi:165cm berat:50kg hoby:membaca,dan menulis karanganjangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch jangan pernah baca ini sendirianaku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasiok salam knl semuafacebook: Nak gugun email:[email protected]

All post by:

Gugun has write 39 posts