Wabah Zombie Part 3 (End)

Sebelumnya wabah zombie part 2. Kami menaiki pagar besi dan berhasil, aku melihat dari atas pagar banyak ratusan orang yang sudah jadi zombie. Siapa orang yang menyebarkan wabah virus ini dan sampai mana virus ini menyebar, semoga saja aku pulang kerumah wabah ini tidak sampai di desaku sendiri. Aku turun dari pagar, terlihat andi sedang melawan zombie yang ada diarea kursi penonton.

Aku membantu andi, aku menghajar kepala zombie itu hingga besiku bengkok. Setelah menghajar mereka yang menghalangi jalan keluar lewat pintu. Kami pun berhasil keluar stadion, saat kami keluar stadion begitu banyak zombie melihat kami. Aku dan andi langsung lari, zombie itu begitu cepat larinya. Zombie itu langsung melompat kearah andi. Lalu andi menghalangnya dengan tongkat besinya, aku langsung memukul kepala zombie itu dan menarik andi untuk lari.

“Apa yang harus kita lakukan gugun?” ucap andi.
“Apa ya, aku bingung! Aku tidak mau mati disini” ucapku.
“Oh iya tabung gas gun” ucap andi.

loading...

“Tabung buat apa?”.
“Kita akan buat ledakan, pertama bensin motor lalu taruh tabung gas itu, dia akan meledak” ucap andi.
“Wah pintar juga kamu andi, ayo”.

Aku dan andi menambah kecepatan lari kami. Aku memukul zombie itu terus menerus, aku menjatuhkan motor untuk memperlambat lari mereka. Aku dan andi mencari warung lesehan, kami pun masuk dan mencari tabung gas, ternyata ada diselang kompor gas. Aku membukanya, andi mengambil kayu dari dapur dan mengikatnya dengan kain, dan mencelupkannya didalam minyak dan menyalakannya. Aku dan andi keluar dari warung, dan mengambil bensin dari motor. Setelah semua selesai, aku menaruh tabung gas dijalan dan mengalirkan bensin dijalan.

“Baik lah semua sudah siap, kamu andi pancing zombienya kesini nanti aku langsung nyalakan apinya”.
“Baik gun”.

Andi pun berdiri ditabung gas itu, dia berteriak-teriak. Zombie itu mendengar teriakan andi dan langsung zombie itu lari mengejar andi, aku langsung menyalakan apinya. Api berjalan dengan urutan bensin, andi sudah berlari menghampiriku “*bum” gas pun meledak dengan keras. Sekitar 50 zombie itu hancur, anggota badannya tidaklah utuh lagi, tangannya jatuh dari atas dan isi perutnya kelihatan, dan ada sebagian zombie kepalanya hancur. Kini aku dan andi berlari membuka bensin motor semua dan mobil, terlihat mobil baja polisi.

“Setelah kita ledakan semua mobil dan motor, kita harus siap-siap untuk naik kedalam mobil baja itu mengerti” ucapku.
“Iya gun”.

Semua zombie masih dijalanan, begitu banyak zombie dari supporter jepara dan lawannya mereka ada ribuan, dan hanya ada didalam stadion ini karena stadion ini ada batas, pagar tingginya 5 meter. Mungkin kalau kami bisa keluar dari stadion ini, kita akan selamat. Andi memegang api bagian motor dan aku dibagian mobil, kami berteriak bersama-sama, zombie itu mulai mendekati kami.

Aku dan andi melemparkan api secara bersamaan. Aku berlari menuju mobil baja itu, tinggal sedikit zombie diluar stadion ini. Aku menedang zombie yang menghalangiku untuk sampai dimobil baja itu. Aku terjatuh dan zombie itu menyerangku, aku menahanya dengan tanganku. Sial, tanganku tergigit oleh zombie ini. Andi memukul zombie itu.

“Kamu tidak apa-apa gun?” ucap andi.
“Aku sudah tergigit, kamu pulang saja. Biarlah aku mati disini, percuma juga pulang nanti aku akan membuat kalian jadi zombie malahan” ucapku.
“Tidak gun, aku tidak akan meninggalkan temanku. Kita harus membawamu pulang dan pergi ke dokter”
“Pergi”.

Badanku mulai lemas, kepalaku pusing sekali. Gigitan zombie ditanganku berdenyut-denyut, andi menggendongku menuju kedalam mobil baja itu. “*Bum” semua mobil dan motor meledak, api begitu besar dan semua zombie hancur. Isi perut mereka terjatuh semua dari atas. Kini andi menyalakan mobil baja yang dia naiki, gugun terlihat lemas dikursi. Badannya mulai pucat.

“Sabar ya gugun sabar, aku akan membawakan kamu kerumah sakit” ucap andi.
“Sudahlah bunuh aku cepat andi, bunuh” teriakku.
“Aku tidak akan membunuhmu, aku tidak tega. Kita ini teman dari kecil gun, kamu harus kuat, semua ini gara-gara zombie ini”.

Andi menyalakan mobilnya dan menancap gas dengan sangat kencang “*ahk, semua gara-gara kalian, temanku jadi begini. Mati kalian semua” teriak andi penuh emosi. Andi melajukan mobil baja dengan cepat, semua zombie terlindas mobil. Terlihat pagar pembatas stadion sudah dekat, andi menambah kecepatannya dan menabrak pagar itu, andi berhasil keluar dari stadion.

Andi mengendong gugun turun dari mobil, dan berjalan pulang. Tiba-tiba urat ditubuh gugun keluar dan gugun menyerang andi. Lalu andi menjatuhkan gugun yang kini sudah menjadi zombie dan tidak tega untuk membunuhnya. Gugun terus menyerang andi, namun andi tak bisa membunuhnya, terlalu banyak kenangan bersama dia. Andi menyesal membawanya ke stadion bila harus ada kecelakaan seperti ini.

Mata gugun berwarna putih, kulit pucat sekali dan gugun rakus untuk memakan daging manusia. Andi terpaksa membunuhnya, bila andi membawanya pulang ke desa maka akan menjadi wabah zombie, andi memukul gugun dengan balok kayu besar. Gugun terjatuh, andi memukul kepala gugun hingga hancur sambil berkata “maafkan aku gugun”. Kini wajah dan baju andi dipenuhi dengan darah.

Andi pun berjalan pulang, saat andi berjalan pulang, terlihat sebuah jet tempur mendekati area stadion. Jet tempur itu meluncurkan rudal besar kedalam stadion itu dan semua meledak dalam seketika. Stadion hancur dan semua zombie yang ada didalam stadion mati semua. Tiba-tiba polisi datang dan menolong andi lalu membawanya ke rumah sakit, hanya andi yang selamat. Sekian, terima kasih sudah baca. Jangan lupa baca cerita yang lainnya ya oke.

Gugun

Gugun

nama:gugun tinggi:165cm berat:50kg hoby:membaca,dan menulis karanganjangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch jangan pernah baca ini sendirianaku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasiok salam knl semuafacebook: Nak gugun email:[email protected]

All post by:

Gugun has write 43 posts