Wabah Zombie

Malam ini aku dan temanku menaiki motor menuju ke stadion bola untuk nonton tim bola jepara. Aku dan andi butuh waktu satu jam untuk kesana. Sesampainya di stadion, terlihat orang memakai baju warna merah semua untuk timnya jepara, aku belum punya seragamnya, mungkin lain kali aku beli.

Kami pun mencari tempat parkir untuk motor, aku mendapatkan karcis untuk parkir. Aku turun dari motor berjalan membeli tiket untuk andi dan aku, andi sedang mencari parkiran yang kosong. Aku pun antri untuk mendapatkam karcis nonton bola. Karcisnya itu seperti gelang, saat aku antri aku melihat orang wajahnya pucat sekali kakinya berdarah dia berjalam menyeret kakinya.

“Eh bagaimana gun sudah dapat tiketnya?” tanya andi.
“Hampir tenang saja, sudah beli minuman kan sama snack?” ucapku.
“Nih sudah ada di plastik ini, tenang saja” ucap andi.
“*Siph, eh tadi aku lihat orang pincang jalan masuk kedalam stadion, wajahnya itu pucat sekali” ucapku.
“Mungkin dia sakit tapi ingin sekali nonton bola” ucap andi.

Akhirnya bagianku tiba, aku membeli dua tiket untukku dan andi. Aku berjalan masuk kedalam stadion, ramai sekali orang sampai kami tidak dapat tempat duduk, kami pun berdiri dibagian pagar pembatas. Banyak cewek-cewek nakal juga yang nonton bola ada yang minum alkohol sebelum masuk di stadion ini. Aku melihat laki-laki itu tadi yang jalanya pincang dan pucat dia duduk disudut sana.

Dia menutupi lukanya dengan kain, dia ikat kencang-kencang luka itu. Aku penasaran, dia terkena apa sehingga begitu, kini suara peluit dimulai, wasit mulai meniup peluitnya dan pertandingan pun dimulai. Para penggemarnya menyanyikan lagu untuk timmnya, kami semua ikut menyanyi dan memberi dukungan. 90 menit kemudian pertandingan pun usai, scorenya seri 1-1, kini jepara imbang oleh lawan mainnya dan kini aku dan andi tinggal pulang kerumah.Saat aku berjalan keluar pintu stadion, terlihat sudut sana rusuh, terlihat mereka saling menggigit satu sama yang lain.

“Apa itu andi, kenapa mereka saling menggigit?” tanyaku.
“Si*lan, ayo lari! Mereka akan menggigit kita dan kita akan berubah seperti mereka” ucap andi.

Satu-persatu menjadi mayat hidup, mereka menjadi zombie. Semua orang yang ada didalam stadion panik dan berhampuran keluar sampai tabrak-tabrakan pagar, sampai mereka loncat kearah pagar besi. Aku berlari hingga tertabrak-tabrak, zombie itu dibelakangku menggigit orang dibelakangku. Aku pun berhasil keluar dari stadion, tapi apa yang aku lihat mereka semua sudah berubah jadi zombie.

10 orang zombie mengejarku, aku berlari sekencang-kencangnya. Aku terpisah dari andi karena kerumunan tadi, semoga saja dia baik-baik saja. Aku berlari kearah toilet, dan bersembunyi didalam toilet umum, aku berdoa biar para zombie itu tidak mengejarku. Aku takut sekali, semua orang didalam stadion ini sudah menjadi zombie, aku harus bagaimana untuk pulang ini *bruk (suara pintu terbuka).

Terdengar suara zombie itu, aku mengintip dari dalam pintu toilet, terlihat 4 orang zombie masuk didalam toilet ini. Aku harus bagaimana ini. Aku menahan nafasku biar mereka tidak mendengarku, wajah mereka penuh darah, mata mereka putih, badan mereka pucat sekali. Para zombie itu tidak kunjung pergi, aku lelah disini terus, aku harus berpikir sesuatu.

loading...

Terlintas dipikiranku, aku mencopot sepatuku lalu aku melemparnya kearah toilet lain. *Bruk, mereka mendengar sepatuku terjatuh didalam toilet lain dan mengejarnya, aku langsung keluar dan lari kearah pintu. Akhirnya aku bisa bebas dari mereka, aku harus mencari andi. Dia berada dimana, aku harus masuk kedalam stadion itu untuk mencari andi demi temanku.

Aku mencari senjata untuk aku pegang, jaga-jaga bila aku diserang oleh zombie itu. Aku mencari senjata ditempat penjual makanan dipinggir stadion, pasti mereka punya pisau atau pun benda tajam lainnya. Terlihat darah berceceran dikursi dan makanan warung ini, aku membuka laci dan terlihat pisau besar untuk memotong ayam. Aku mengambilnya, lalu aku mendengar suara seperti mengunyah makanan, aku berdiri dan melihatnya. Aku melihat zombie itu sedang memakan tangan manusia, menggigit. Bersambung di wabah zombie part 2.

Gugun

Gugun

nama:gugun
tinggi:165cm
berat:50kg
hoby:membaca,dan menulis karangan

jangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch
jangan pernah baca ini sendirian

aku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasi

ok salam knl semua

facebook: Nak gugun
email: [email protected]

All post by:

Gugun has write 48 posts

Please vote Wabah Zombie
Wabah Zombie
Rate this post