Wanita Bercadar itu Ternyata…

Kejadian ini terjadi pada sepasang kekasih yang sedang berdebat disebuah taman kota. Malam itu terasa agak sunyi disebuah taman kota yang biasanya ramai, malam itu terasa lebih sunyi. Toni dan Sisi duduk disebuah bangku disamping sebuah pohon beringin dan beberapa meter dari seorang penjual bakso. Mereka awalnya bercakap-cakap ringan sambil bercanda dan tertawa ringan.

Lama-kelamaan mereka mulai bercakap serius membahas tentang busana muslim yang cocok untuk seorang wanita. Sisi berpendapat yang penting busana itu yang tertutup auratnya saja gak perlu pakai cadar penutup wajah karena menurutnya wanita boleh terlihat tangan dan wajahnya. Lain halnya dengan pendapat toni, dia berpendapat kalau yang boleh melihat wajah istri atau wanita itu cuma muhrimnya saja, dia mencontohkan bahwa di negara Arab wanita-wanita disana kan memakai cadar jadi sebaiknya wanita yang ada disinipun harus mengikutinya.

Sisi kembali mengelak dia kalau ditanah Arab itu mereka memakai cadar karena disana terbentur iklim dan karena disana sering terjadi badai pasir sehingga mengharuskan mereka memakai cadar. Perdebatan mereka sempat terhenti ketika penjual bakso mengantarkan pesanan mereka. Sambil menikmati bakso dan segelas teh panas mereka memperhatikan dua orang anak yang bermain-main disalah satu sisi taman, kedua anak itu sedang bermain kejar-kejaran sambil tertawa riang.

Terkadang mereka terjatuh terguling direrumputan yang tumbuh ditaman itu yang tentu saja lucu dan membuat mereka berdua tertawa terbahak-bahak melihat tingkah anak-anak itu. Tak jauh dari anak-anak itu ada seorang ibu yang mengawasi mereka sambil memainkan ponselnya. Di tempat tak jauh dari pohon beringin itu disebuah bangku mereka melihat seorang wanita menggunakan jubah hitam dan memakai cadar hitam.

Melihat itu toni kemudian kembali membahas tentang cadar yang sempat dibahas tadi bersama sisi, tetapi sisi yang diajak berbicara tidak merespon. Toni yang merasa dicuekin kemudian memanggil sisi dengan suara lebih keras tetapi sisi masih saja mengacuhkannnya sambil menikmati bakso dan teh panasnya. Toni akhirnya diam dan membiarkan sisi menyelesaikan makannya.

Setelah selesai makan kembali tomi membahas tentang cadar merujuk kepada wanita yang duduk sendiri didekat pohon beringin itu. Dia berkata kalau wanita akan terlihat lebih menawan kalau seandainya berpakaian seperti wanita tersebut. Sisi yang sedari tadi tidak menanggapi kemudian berkata kalau dia tidak ingin membahas itu lagi dan mengajak toni segera pergi meninggalkan tempat itu. Toni menolak dan terus saja membahas tentang si wanita bercadar.

loading...

Tanpa mereka sadari wanita yang mereka bahas ternyata sekarang sudah berdiri didepan mereka. Seketika wajah sisi terlihat pucat pasi dan segera memalingkan wajahnya kemudian berdiri dan segera meninggalkan tempat itu sambil mengajak toni. Toni mengelak dia berkata kalau tidak sopan meninggalkan orang seperti itu tanpa bertegur sapa dahulu. Akhirnya sisi meninggalkan toni yang mencoba bersopan santun mengajak si wanita bercadar mengobrol.

Tetapi toni menjadi keheranan karena setiap ditanya si wanita bercadar cuma diam membisu, akhirnya toni dengan sedikit jengkel mengatakan apakah si wanita bercadar tidak punya mulut untuk sekedar menjawab tegur sapa yang diucapkannya. Tanpa diduga wanita itu kemudian membuka cadarnya yang mengagetkan toni setengah mati karena mulut wanita sangat lebar sobek sampai ke telinga dan memperlihatkan semua giginya sampai ke rahang.

Jantung toni terasa mau copot, hampir dia pingsan tapi kemudian segera tersadar dan berlari meninggalkan tempat itu walaupun si wanita bercadar itu telah menghilang. Dia baru ingat kalau sisi pacarnya adalah seorang indigo yang bisa membedakan makhluk gaib atau bukan. Menyesal rasanya dia tidak mengikuti ajakan sisi. Sesampainya diparkiran ditempat sisi menunggunya dengan nafas terengah-engah dia berkata kepada sisi “wanita bercadar itu ternyata hantu”. Sisi cuma mengangguk pucat sambil berkata “iya, aku sudah tahu”. Sekian.

Yandi Lalu

Yandi Lalu

Facebook - Yandi Lalu ┬╗Instagram - @yandilalu

All post by:

Yandi Lalu has write 87 posts