Wanita Berkebaya Hijau

Kisah kali ini adalah sosok penampakan wanita berkebaya hijau. Namun sosok tersebut membawa sebuah pertanda, apakah kamu pernah mengalaminya? jika pernah, kamu dapat mengirimkan cerita pengalaman kamu sendiri agar dibaca dan diketahui juga oleh teman-teman di KCH ini. Sebelum membaca cerita wanita berkebaya hijau ini, selalu di ingatkan kembali untuk “Jangan pernah baca ini sendirian”.

Namanya juga perempuan, kaum yang selalu menempatkan perasaan di atas segalanya. Seperti mengenakan sepatu, kalo kemana-mana mesti sepasang hal itu yang terjadi kepadaku dan regina sahabatku. Kemana-mana kami selalu berdua, regina adalah sahabatku dari saat SMA kelas 2. Dia tipikal teman yang selalu ceria, dan setia.

Berbeda dengan aku yang penakut dan pemurung, diantara kisah kami yang menyenangkan terselip sebuah kisah yang seram, yang kami alami bersama dan tidak akan pernah kita lupakan. Bahkan itu membuat kami berdua trauma, siang itu aku baru pulang dari kampus. Dan baru saja aku merebahkan badan di atas kasur tiba-tiba “kriing.. kriing”.

Aku mengangkat telepon yang ternyata itu dari gina, dan selang beberapa menit. Mobil gina sudah berada di pekarangan kos ku. Aku mengintipnya dari jendela dan melambaikan tangan ke arah gadis besar dan berbaju pendek itu. Dia tampak sibuk membawa barang bawaan nya, aku membukakan pintu dan entah dari mana seekor kucing hitam melompat dari sisi pintu.

Aku terkejut, dan regina tampak menertawakanku. Pandangankan mengarah ke samping dan aneh dari mana kucing itu. Regina memanggilku dan itu membuyarkan konsentrasiku, singkat cerita aku dan regina menghabiskan banyak waktu di kos dengan menonton film. Karena hari itu hari sabtu, jadi kami malas untuk keluar rumah. Apalagi kota Bandung yang kalo weekend pasti akan macet.

Di kos memang tempat yang paling nyaman, dan tanpa terasa film-film itu membuat kami menghabiskan waktu sampai jam dinding sudah berdentang hingga 12 kali. Aku masih menonton film yang diputar untuk ke 7 kali itu, aku masih belum ngantuk dan regina pun sama tampaknya dia belum mengantuk. Dan (kreek.. kreek..) sontak aku dengan regina memandang ke arah pintu.

Regina sudah mengambil posisi dengan bersiap membuka pintu, langsung dia membuka pintu dan tidak ada apa-apa. Regina bilang mungkin itu tikus atau kucing yang tadi siang, dan kita pun melanjutkan nonton. Tidak lama kemudian, (kreek.. kreek) aku memanggil regina, dan regina memandang ke arahku. Dia menatap dengan tatapan yang kesal.

Dia langsung berdiri dan membuka pintu, kemudian regina melirik sinis ke arahku. Membiarkan pintu itu terbuka dan dia pun kembali ke atas kasur bersamaku. “Regina, tutup pintunya.. aku takut” namun regina hanya diam dan tiba-tiba regina terbangun. Aku berpikir regina akan menutup pintu, dia berdiri dan dia menggerak-gerakan kepalanya dengan gerakan yang aneh.

loading...

Kemudian dia menghitung angka, seperti orang yang sedang siap untuk menari. “Regina tutup pintunya” aku memegang kaki regina dan kaki regina sangat dingin, “regina.. regina” dengan keanehan itu aku merasa ini ada yang tidak beres. Sampai akhirnya aku menggoncang-goncangkan kaki regina yang seolah dia sedang menari.

Dia terus menari dan sambil menyanyi lagu jawa, aku memeluk regina yang terus menari walaupun aku sangat ketakutan. Sampai tidak sadar aku sudah menutup mataku “regina sadar, regina sadar” dan aku merasa regina semakin aneh. Dalam keadaan panik, aku mulai membuka mata karena aku merasa ada yang semakin tidak beres dengan dia.

Saat aku membuka mata dengan perlahan, ya Tuhan ini bukan regina. Di depanku seseorang yang kakinya ku peluk adalah sesosok wanita dengan memakai kebaya hijau dan rambutnya sampai menyentuh tanah. Aku melepaskan pelukanku dan aku melihat regina sudah tergeletak di depan pintu. Sedangkan yang sekarang berdiri, adalah sesosok perempuan dengan kulit putih pucat. Dia terlihat seperti ratu atau putri

zaman kerajaan dengan mahkota emas dengan selendang berwarna kuning dan putih sambil menari-nari. Aku terpaku dibelakangnya, perempuan itu kemudian berkata dengan bahasa jawa yang tidak dapat aku mengerti. Setelah dia berbicara, dia perlahan menghilang. Entah menjadi asap atau apa, tapi itu terjadi di depan mataku. Ketika dia menghilang, sayup-sayup aku mendengar suara kucing dari kejauhan dan suara itu membangunkan regina.

Ketika regina bangun, dia bertanya apa yang terjadi dengan nya. Aku menjelaskan semuanya kepada dia, dan kami sama-sama bingung. Regina berkata, kalo selama 2 minggu terakhir dia sering bermimpi melihat perempuan berkebaya hijau dengan selendang kuning di depan kos, di kamar mandi dan di dalam rumah kos ini.

Sebenarnya alasan regina menginap secara mendadak di kos adalah di mimpinya, perempuan itu selalu bilang kalo aku akan mendapat musibah dan harus hati-hati dalam perjalanan jauh. Dan benar saja, sekitar 3 minggu yang lalu aku membatalkan pergi ke jakarta. Jika malam itu aku pergi, kasus tabrakan sebuah mobil akan mencatat namaku menjadi salah satu korban.

Dan entah kenapa aku akhirnya membatalkan nya. Percaya atau tidak, perempuan berkebaya hijau dengan selendang kuning itu masih saja datang ke dalam mimpinya untuk memperingatkan hal yang lain. Pertanyaan nya itu anugerah atau musibah.

Share This: