Wanita Cantik Bergaun Merah

Hi, saya john. Sebelum kamu membaca judul cerita “Wanita cantik bergaun merah” ini, sebaiknya kamu berdoa. Karena mungkin saja, dia kini ada bersama kamu ketika sendirian. Selamat membaca kisahnya dan saya ingatkan sekali lagi untuk jangan pernah baca ini sendirian.

Malam itu aku masih duduk di sebuah kursi cafe, aku bersama teman-temanku sedang asik mengobrol saat masa-masa SMA dulu. Memang membahas sewaktu SMA tidak ada habisnya, kami bercanda, saling mengejek dan kami tertawa-tawa. Suasana ramai terlihat dari meja kami, yang berhadapan langsung ke arah jalan raya yang masih di guyur hujan.

Hal itu juga yang membuat kami enggan mengakhiri malam yang panjang ini. Hujan masih belum reda, tapi cafe yang kami datangi sudah mulai tutup. Kami saling pandang, dan akhirnya terpaksa kami harus mengakhiri pertemuan kami malam itu. Aku yang pertama kali berdiri dari deretan meja kursi kayu, lalu pamit kepada temanku satu persatu.

“Hati-hati Rita pulangnya, lewat jalan yang ramai kan?” Temanku sambil menepuk pundak, dan aku pun mulai tertawa. Setelah pamit dari teman-temanku, aku langsung berlari ke arah mobil. Tapi entah kenapa malam itu, hujan tampak lebih menyeramkan. Butiran air yang jatuh dari langit sangat deras dan di iringi suara petir yang menggelegar.

Aku langsung masuk ke dalam mobil, dengan bajuku yang basah karena hujan. Aku mengeringkan badanku dengan penghangat mobil, lalu aku mematung. Aku terkejut, sekelebat bayangan hitam melesat lewat di depan mobilku yang terparkir tepat di depan sebuah rumah besar. Aku menjalankan wiper mobilku, untuk lebih jelas melihat. Wiper bergerak ke kanan dan ke kiri, aku mengucek mataku dan tidak ada seorangpun yang berdiri di depan mobil.

Jujur, aku sangat penakut. Aku langsung menurunkan rem tangan, menginjak gigi dan langsung menancap gas mobil. Sedikit terpikir olehku, apa yang barusan lewat didepanku. Pikiran positif muncul, bahwa mungkin itu kelelawar. Mungkin karena aku juga sudah mengantuk, dan “Mba…” aku merasa mendengar suara perempuan saat aku memasuki daerah babakan siliwangi.

Aku salah dengar atau, tapi aku tidak menyalakan tape mobil. Kini mobilku sudah berbelok ke jalan babakan siliwangi, seperti biasa jalanan nya cukup gelap. Pencahayaan di jalan itu sangat kurang dan ditambah lagi hujan lebat. Aku memelankan mobilku sambil lebih memperhatika jalanan, “Mba…” Astaga, aku langsung rem mendadak tepat di dekat jembatan jalan babakan siliwangi. Tiba-tiba terdengar suara dari belakangku.

loading...

“Mbaaa, ikut sampai depan boleh?”…

Perlahan-lahan aku beranikan diri melirik ke arah spion tengah. Aku tahu, aku akan melihat sesuatu yang tidak ku inginkan. Dan benar saja, aku melihat seorang perempuan dengan rambut panjang mengenakan gaun tidur yang warnanya merah seperti darah segar. Dia duduk di belakang jok mobilku, seketika badanku gemetar. Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku perbuat, perempuan itu cekikikan dengan tatapan yang kosong dan mukanya putih pucat.

Dia memalingkan rambutnya, “tolong jangan ganggu saya” perempuan pucat itu terdiam dan matanya membelalak seperti marah. Dalam sekejap mata dia menghilang lalu terlihat lagi di depan mobilku dan melompat di jembatan siliwangi. Aku hanya bisa menatapnya dengan perasaan ketakutan, dan tidak terasa air mata menetes di pipiku.

Hujan semakin deras dan aku tidak menyangka, aku akan diperlihatkan makhluk seperti itu. Tidak lama aku kembali menyetir untuk pulang. Sesampainya di kost, aku memasukan mobil ke dalam garasi dan langsung masuk ke dalam kamar. Teman di kost lain, tampaknya tidak melihat kedatanganku. Aku membuka pintu kamar dan sangat gelap. Aku menyalakan saklar, badanku langsung tersungkur di atas karpet. Suasana hening membuatku tenang awalnya, namun lama kelamaan seperti ada sesuatu yang bergerak di dalam kamarku.

Suara berdecit pelan, aku bangkit dari karpet dan astaga di atas lemari pakaianku duduk berjongkok perempuan berbalut gaun merah berdarah itu. Dia tersenyum menyeringai, dan dalam keadaan basah kuyup mukanya lebam dan bau nya sangat busuk. “Tolong, ada setan” aku sudah tidak ingat, tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Ketika aku sadar, aku sudah berada di atas tempat tidur. Ketika aku membuka mata, kepalaku sangat pusing, badanku sangat lemas dan aku bingung.

Aku bingung dengan apa yang terjadi tadi malam. Lalu aku menangis sejadi-jadinya, sekarang setiap aku lewat babakan siliwangi. Aku selalu ingat cerita horor pengalamanku itu, ternyata babakan siliwangi menyimpan banyak cerita. Bukan hanya hantu anak kecil yang ada di daerah itu, tapi ada arwah wanita bernama lia, dia sangat cantik namun mati bunuh diri di sungai dekat babakan siliwangi.

Share This: