Wanita Latah

Namaku Eka aku seorang mahasiswi, entah sejak kapan aku menjadi orang yang latah. Yang aku ingat, sejak SMA aku sudah dikenal latah oleh teman-temanku dan karena itu jadi sering dijahili. Aku hanya akan latah ketika aku kaget tapi masalahnya aku gampang sekali kaget. Biasanya aku akan mengatakan kata-kata yang tidak pantas atau kata-kata kebun binatang ketika latah. Namun pernah suatu ketika aku latah, aku tidak menyebut kata-kata tersebut.

Malah menyebutkan sebuah makhluk halus yang ternyata hal itu membawaku kepada sebuah kejadian yang menakutkan. Saat itu aku baru pulang kuliah sebenarnya aku sudah selesai kuliah dari sebelum Maghrib. Namun aku nongkrong dulu di kostan teman Dipatiukur. Tidak terasa sudah jam 11 malam lebih, Karena sudah larut aku pun berpamitan dengan temanku lalu mengarahkan motorku menuju rumah.

Aku ingat udara malam itu di Bandung sangat dingin. Jalanan masih agak ramai dengan mobil, namun jarang sekali ada pengendara motor. Karena terlalu fokus dengan dinginnya malam, aku jadi lupa kalo dari kemarin aku belum sempat mengisi bensin motorku. Aku pun baru teringat ketika sudah setengah perjalanan, karena seingatku didepan sudah tidak ada lagi SPBU yang buka. Aku pun memutuskan balik arah ke SPBU yang buka 24 jam yang tadi aku lewati.

Ketika sampai, aku tidak langsung mengarahkan motorku ke tangki pengisian bensin. Melainkan menghentikannya dulu ke pinggir untuk pergi ke toilet. Udara dingin membuatku ingin buang air kecil, suasana SPBU saat itu sepi dan sunyi. Hanya ada sebuah mobil sedan yang sedang di isi bensinnya. Karyawan yang berjaga pun hanya 2 orang, satu sedang mengisi bahan bakar mobil sedan itu dan satunya lagi sedang duduk santai dikursi.

Setelah menanyakan arah toilet, aku pun berjalan dengan cepat karena udara sangat dingin. Aku juga sudah kebelet. Ternyata arah toiletnya menjurus ke arah paling belakang dan toilet itu berada tepat dengan kebun kosong. Aku berjalan ke arah pintu toilet, Namun tiba-tiba.

“Eh pocong.. eh pocong..” ternyata sebelum aku membukanya pintu toilet itu sudah dibuka terlebih dahulu oleh Ibu-ibu.
“iya pocong.. iya pocong.. eh.. eh” Aku masih kaget dan latah.

Jantungku mau lepas rasanya, entah kenapa secara reflek aku menyebutkan kata pocong. Melihat aku kaget dan latah, Ibu itu pun pergi sambil ketawa. “Sial, gw diketawain” kataku kesal dalam hati, akhirnya aku masuk ke dalam toilet. Agak takut juga sendirian di toilet umum di tengah malam. Mana salah satu lampu toilet ini mati lagi, tapi ya mau gimana lagi. Aku pun secepat mungkin menyelesaikan ritualku.

Tiba-tiba, “Eh pocong.. Apaan itu. Eh.. Siapa tuh?” aku melihat ke belakang. Suara itu berasal dari salah satu bilik dari dalam toilet itu. Kebetulan pintu bilik itu terbuka dan aku melihat ternyata sebuah kain jatuh. Ketika selesai, aku pun berniat mencuci tangan di wastafel. Saat berjalan, entah kenapa aku merasakan bau yang tidak enak. Samar samar aku mencium bau “Daun Pandan” aku kira itu adalah bau sabun di wastafel.

Tapi setelah aku periksa, tidak ada sabun apapun di wastafel itu. Aku pun mencuci tangan, namun tiba-tiba di cermin itu mataku menangkap pantulan sosok putih. Sedang berdiri di pojok toilet, Jantungku seperti mau copot. Aku langsung membuang pandanganku ke bawah, rasa penasaran membuatku ingin memastikan sosok putih apa yang kulihat tadi. Aku pun dengan bodohnya melihat ke belakang dan astaga ada pocong dibelakangku.

Mukanya hitam legam, tiba-tiba dia membuka matanya dan melotot kepadaku. di sekeliling matanya ada lingkaran bulat warna hitam, pocong itu memandang tajam kepadaku. Pocong itu melayang mendekatiku, aku langsung berlari kabur. Aku berteriak sambil lari sekuat tenaga “di toilet ada pocong” kataku tidak beraturan sambil berlari ke arah dua orang karyawan SPBU. Setelah menenangkanku keduanya langsung memeriksa toilet dan meninggalkanku seorang diri diluar.

Mobil sedan tadi sudah pergi, aku menunggu dengan keadaan gelisah. Aku takut kalo pocong itu tiba-tiba muncul dihadapanku lagi. Tidak lama mereka berdua keluar dan mereka bilang tidak melihat apa-apa. Singkat cerita aku langsung tancap gas dari SPBU itu setelah bensin motorku terisi. Aku mengendarai motor dengan gemetar karena masih ketakutan. Karena tidak ingin berlama-lama dijalan aku pun mengebut yang penting cepat sampai dirumah.

Tidak lama kemudian aku pun sampai dirumah, lalu Ibuku datang dan bertanya kenapa nafasku ngos-ngos an. Aku bilang tidak ada apa-apa, aku tidak ingin menceritakan apa yang aku lihat kepada Ibu. Lalu ibu bilang wajahku merah dan bertanya apa aku sakit. Aku bilang tidak kenapa dan langsung masuk ke kamar. Aku menyalakan lampu kamar dan langsung berbaring di kasur. Aku merasa sangat pusing, aku memegang keningku dan terasa panas.

Tidak lama aku pun tertidur, aku tersadar ketika aku mencium bau pandan yang sangat menyengat. Aku berpikir mungkin ibu sedang memasak nasi untuk ku. Tapi tiba-tiba aku mendengar ada suara. Mendengar suara itu yang pertama kali muncul di benak adalah bahwa aku lupa menutup gorden kamar. Aku pun melihat ke jendela, ada tali yang bergerak maju mundur disudut bawah kaca kamarku. Tiba-tiba tali itu naik dan aku melihat sebuah ikatan. Ikatan itu melilit dan terlihat sebuah kepala.

Ya ampun, pocong yang tadi muncul di jendela kamarku. Pocong itu memandangku dengan tajam sambil matanya melotot. Kemudian dia membenturkan kepalanya ke kaca. Aku segera memejamkan mata hanya itu yang bisa aku lakukan karena aku tidak bisa bergerak. Aku juga tidak bisa teriak, aku membaca ayat-ayat suci dan akhirnya suara itu menghilang. Bau daun pandan itu juga menghilang.

Sepertinya pocong itu telah pergi, aku juga tidak berani melihat ke kaca. Aku berusaha keras untuk terlelap karena pusing dan sangat lelah tak lama aku pun tertidur. Esok pagi nya aku terbangun dengan keringat membanjiri seluruh badan, kata ibu mungkin aku masuk angin. Tapi badanku terlalu lemas untuk sekedar dikatakan masuk angin.

loading...

Akhirnya aku pergi ke dokter, dan dokter bilang aku kena gejala Tipes. Aku pun ijin untuk tidak masuk kuliah selama seminggu. Mungkinkah karena aku terkena demam aku jadi membayangkan pocong itu. Setelah merasa sehat, aku pun kembali ke SPBU itu dan mencari tau. Baru kemudian aku mendapat cerita, Kalo di kebun dibelakang SPBU itu pernah ada jenazah laki-laki yang dibuang.

Jenazah itu baru ditemukan setelah meninggal selama 3 hari. Kalo kata temanku yang bisa melihat makhluk halus, jangan suka menyebut makhluk halus. Apalagi di tempat yang gelap dan angker karena itu bisa menjadi sugesti dan didatangi langsung oleh makhluk halus tersebut. Tapi bagi yang penasaran dan mau lihat makhluk halus itu, ya banyak-banyak aja menyebut makhluk halus tersebut di tempat gelap.

Share This: