Wanita Penunggu Perpustakaan Kampus

Orang tuaku pernah bilang hantu itu ada didekat kita, dan kita tidak perlu mencari mereka ditengah gunung atau ditengah pekuburan karena mereka juga ada ditempat-tempat yang dihuni banyak orang dan katanya asal kita tidak mengusik mereka. Mereka juga tidak akan mengganggu kita, tapi pengalaman yang aku alami ini tidak seperti itu, padahal aku tidak ingin mengganggu mereka. Tapi mereka menampakan diri, dengan sendirinya tanpa diminta. Mungkin karena hantu yang aku temui adalah arwah penasaran.

Namaku yoga, pengalamanku ini terjadi ketika aku masih menjadi mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi negri. Pada saat itu aku sedang mengerjakan skripsi, hal yang sangat menguras otak dalam pembuatan skripsi adalah saat menyusun BAB I. Sehingga yang tadinya aku sering nongkrong di kantin sekarang malah lebih sering di perpustakaan kampus.

Hampir tiap sore, aku melewatkan waktu disini. Mulai dari melihat contoh skripsi yang dibuat oleh para senior sampai browsing hal-hal kecil yang berkaitan dengan judul skripsiku. Hal itulah yang sedang aku lakukan saat aku mengalami kejadian ini. Sore itu aku duduk didepan sebuah meja besar yang biasa digunakan untuk membaca di perpustakaan.

Disebelahku ada nadi, pacarku yang sedang browsing dengan laptopnya. Aku sedang sibuk melihat contoh skripsi dari senior dan menyalinnya kedalam laptop. Sekali-kali aku melihat keluar jendela perpustakaan, cuaca yang mendung membuat aku ingin segera bergegas cepat pulang. Karena aku harus naik motor mengantar nadia, sementara kami berdua membawa laptop.

Aku tidak ingin kehujanan, tapi apa daya pekerjaanku belum selesai. Tak lama, hujan akhirnya turun dan suasana perpustakaan menjadi gelap. Petugas perpustakaan kampus mulai berjalan dan mulai menghidupkan lampu satu demi satu. Aku melihat jam hampir menunjukan pukul 5 sore, dan aku melihat sekeliling berharap masih ada muka-muka yang aku kenal.

Namun ternyata pengunjung perpustakaan ini hanya tinggal aku dan nadia, aku menghela nafas panjang. Aku kembali fokus ke laptop agar pekerjaanku cepat selesai, mendadak suasana berubah menjadi lebih dingin, disini memang ada ac namun beberapa menit yang lalu suhu diruangan jauh lebih hangat dari pada yang sekarang. Aku juga melihat petugas perpustakaan kampus mengubah suhu ac dan sekarang dia sudah kembali duduk di tempatnya.

Tiba-tiba ada angin dingin, yang meniup leherku dan aku terdiam. Aku lihat kebelakang sambil mengusap leherku, aneh padahal dibelakang tidak ada ac. Mungkin angin nyasar, dan aku pun kembali fokus mengetik di laptopku. Nadia mendadak bangkit dan dia bilang mau ke toilet sambil menitipkan laptopnya kepadaku, nadia berjalan dan menghilang disudut perpustakaan. Sekarang hanya tinggal aku sendiri, entah kenapa aku merinding.

Untuk menghilangkan rasa takut, aku membuka laptop nadia dan membuka twitter lalu ketika aku sedang membuka twitter tiba-tiba. Angin dingin kembali meniup leherku, aku langsung diam membatu. Dengan perlahan, aku angkat kepalaku kedepan dan mencari petugas perpustakaan kampus dimana berada. Ketika aku lihat, dia terlihat sibuk di mejanya dan berada disebelah timur perpustakaan. Aku menengadahkan lagi pandanganku dan dipojokan terlihat mataku berhenti pada sosok bayangan putih yang berdiri disana.

Sosok itu berdiri diantara dua buah rak buku yang berjajar di pojok perpustakaan, walaupun jauh sosok bayangan itu terlihat cukup jelas. Rupanya seperti seorang perempuan, aku diam tidak bisa berkutik dan suara langkah nadia yang berjalan ke arahku membuatku tersadar. melihat ekspresiku dia mendekat dengan keheranan, karena melihat wajahku yang pucat dan dia bertanya kenapa. lalu akupun berbohong dan aku bilang ac disini membuatku kedinginan.

Aku tidak ingin membuatnya panik, tiba-tiba setelah dia duduk. Dia terperanjat berdiri dari kursinya dan dikursinya terdapat bercak air seperti bekas di duduki. Dia bertanya kepadaku apakah aku menumpahkan air atau tempat minum dan apapun, lalu aku jawab tentu saja tidak. Dan kita dilarang membawa makanan dan minuman masuk ke perpustakaan kampus ini.

Nadia meraba celananya dan dia bilang celananya tidak basah. Kemudia nadia berjongkok dan menyentuh bercak air itu dengan ujung jarinya, setelah menciumnya dia berkata kalo air ini tidak berbau dan tiba-tiba saja. Angin dingin itu bertiup lagi dibelakang leherku, aku langsung menarik tangan nadia supaya dia bangkit.

Lalu aku menyuruh supaya dia segera mengemas barang-barangnya dan kita pergi dari sini. Nadia tau kalo aku sedang panik, dan dia hanya diam sambil mengikuti perintahku. Nadia mematikan laptop sambil mencabut kabel powernya sementara aku membereskan skripsi yang ada di meja dan segera mengembalikannya ke rak buku.

Rak buku skripsi terletak di paling ujung, di perpustakaan ini. Aku terus berjalan menuju rak buku skripsi dan tentu saja hal ini membuatku merinding, bahkan aku melakukannya sambil berlari dan saat itulah aku kembali melihat sosok itu lagi. Tidak sengaja aku menoleh ke sebelah kiri di sebuah rak buku dan astaga sekarang sosok itu terlihat jelas.

Seorang wanita berpakaian serba putih, sedang duduk diatas rak buku itu. Wanita itu duduk dengan kaki bergantung di pinggiran, seluruh matanya hitam pekat dan sebagian matanya tertutup rambutnya yang panjang. Dia duduk sambil terus bersenandung, wanita itu lalu menyeringai kearahku lalu mulai tertawa cekikikan.

Aku segera menyimpan skripsi dan lari terbirit-birit, sekilas aku melihat nadia. Dia melihat kearah ku dan wajahnya berubah tegang, sepertinya dia melihat hal yang sama denganku. Tanpa berkata apapun aku langsung menarik tangannya dan langsung keluar dari perpustakaan. Kami menenangkan diri diluar gedung yang ramai dengan orang-orang.

loading...

Setelah memanggil teman-teman kami dikantin, kami kembali ke perpustakaan dan kami bukan bermaksud untuk mencari tahu hantu itu. Namun kami ingin mengambil laptop kami yang tertinggal, tapi beberapa teman kami ada yang penasaran mencarinya dan hasilnya nihil, sosok wanita itu sudah menghilang.

Setelah itu terdengar kabar, dulu sosok wanita itu adalah penunggu gedung perpustakaan sebelum di pugar menjadi perpustakaan. Dulu ditempat itu adalah sebuah kebun, dan kabarnya ada seorang wanita yang dibunuh dan jenazahnya dibuang disana. Wanita itu masih menyimpan dendam, sehingga arwahnya masih ada di perpustakaan kampus ini sampai sekarang.

Share This: