Wanita Setengah Ular Berambut Keriting

Hai semua, ketemu lagi sama aku. Kali ini aku akan menulis kisah nyata yang dialami temanku. Langsung saja kita masuk ke cerita. Ini kisah nyata, namaku Hanny (samaran), aku seorang ibu satu anak, aku bekerja di pabrik santan, sedangkan suamiku bekerja di pabrik baja. Anak ku baru masuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dia sosok gadis kecil nan imut.

Tapi kisah ini adalah kisah lama, dimana saat itu aku masih duduk di bangku SD. Aku bukanlah orang yang memiliki kemampuan melihat makhluk astral, tapi entah mengapa pada masa itu aku sering sekali melihat makhluk-makhluk gaib. Mungkin karena rumahku banyak penunggunya, salah satunya makhluk yang akan aku ceritakan ini.

Saat itu aku sedang sakit, ya aku mengalami demam. Aku terus saja rewel, sampai-sampai ibuku bingung karena aku. Malam itu sekitar pukul 23.00 disaat semua sudah terlelap aku masih terjaga. Mungkin efek dari demam yang aku alami. Ibuku datang ke kamar untuk menemaniku karena khawatir. Ku letakkan kepalaku di pangkuan ibu, aku memang cukup manja, apalagi dikala sakit.

Ibu berusaha menidurkan aku, tapi mata ini seolah tak ingin terpejam. Padahal ibu juga sudah mematikan lampu kamarku. Disaat seperti itu, entah mengapa mataku tertuju pada jam dinding di kamarku, rasanya aku tak bisa memalingkan pandanganku dari benda berangka itu. Namun lama kelamaan aku dibuat takut sekaligus bingung. Jam dinding kamarku perlahan berubah menjadi sebuah sosok.

Sosok yang begitu menyeramkan, sosok seorang wanita, bukan wanita biasa, tapi wanita itu berkaki ular. Ya aku melihat sosok manusia setengah ular atau ular setengah manusia. Entahlah yang jelas dia bukan manusia. Dalam remang-remang kamarku yang terkena cahaya lampu dari luar melalui ventilasi aku melihat sosok itu. Sosok itu sangat menyeramkan, dengan kaki ular, berwajah sangat putih, bibir merah semerah darah dan lebar hingga ke telinga bagaikan robek, rambut keriting acak-acakan, sedangkan giginya tajam dan mata yang melotot ke arahku.

Sosok itu tersenyum padaku sembari menggelengkan kepalanya dan mengangkat kedua tangannya yang keriput dan berkuku hitam panjang seperti seseorang yang sedang menghibur anak kecil, kalian tau maksudku kan? Aku begitu ketakutan dan menangis, namun ibuku sama sekali tak melihat sosok itu. Padahal aku sudah menunjuk dimana posisi sosok itu berada. Namun ibu bilang tak ada apapun. Aku menangis ketakutan, akhirnya ibu menyalakan lampu kamar dan sosok itu seketika lenyap. Ibuku berusaha menenangkan aku. Sejak kejadian itu aku tidak berani tidur sendiri. Hingga kini sosok itu masih jelas diingatanku dan aku masih takut untuk membayangkannya.

loading...

Share This: