Wanita Tanpa Wajah

Hallo namaku Keandis, tinggal di Jakarta. Aku ingin menceritakan pengalaman nyata yang sampai sekarang masih terngiang dipikiranku karena jujur, aku masih penasaran dengan sosok wanita ini. Kejadiannya masih satu minggu yang lalu, saat aku dan empat sahabatku liburan ke pulau Lombok. Kami bermalam selama 4 hari disebuah hotel kawasan Pantai Senggigi.

Kawasan hotel yang kami tinggali memiliki akses jalur yang memang agak “irit cahaya”. Bagi yang tahu daerah Lombok Utara mungkin paham bagaimana sepinya daerah disana. Ini terjadi dimalam kedua kami berada di Lombok. Aku dan keempat sahabatku pergi keluar hotel untuk makan malam sekitar pukul 22:00 WITA. Karena disana jarang sekali tempat makan yang masih buka, kami pun menemukan restoran yang letaknya memang lumayan jauh dari hotel.

loading...

Singkat cerita, kami pulang ke hotel melewati sebuah tebing yang berada disisi kanan dan laut lepas disisi kiri kami yang dibatasi dengan pagar besi mirip sebuah jembatan, dengan penerangan yang tidak perlu ditanyakan lagi. Hanya lampu mobil kami yang menerangi jalan saat itu. Salah satu temanku (yang menyetir mobil) agak setengah teriak “oh my God” tanpa berkata apa-apa lagi.

Kami semua kompak bertanya “ada apa din? kenapa lo teriak oh my God?” (temanku ini namanya Dinda). Dinda bilang, “lo semua gak lihat disebelah kiri ada apa?” mendengar Dinda berkata seperti itu, tentu saja kami semakin penasaran. Dinda baru menceritakan setelah kami sampai di hotel. Dia bilang disebelah kiri jalan tepatnya dipagar besi yang mirip jembatan, dia melihat sosok wanita dengan wajah yang hancur tidak berbentuk (tanpa wajah).

*Fyi, Dinda ini memang diberi kelebihan sixth sense yang (kayaknya) turun temurun oleh keluarganya, karena hampir semua keluarganya bisa lihat hantu atau berkomunikasi dengan hantu. Kembali kecerita, kami semua agak takut dengan cerita Dinda karena memang selain Dinda, temanku yang lain (Marissa) juga melihat hal yang sama dijalan itu, hanya saja dia tidak melihat jelas wajah wanita tersebut.

Semakin malam, waktunya kami tidur, aku tidur sekamar dengan Dinda dan Hana. Ketika ingin tidur, tiba-tiba Dinda terlihat sedang berkomunikasi. Aku agak takut, tapi aku coba untuk memberanikah diri dan menawarkan Dinda untuk minum. Dinda hanya bilang “dia dikamar mandi” mendengar itu, aku mau nangis rasanya. Dinda melanjutkan bicaranya yang aku kurang paham, tapi ada beberapa kalimat yang Dinda sampaikan ke aku, kurang lebih seperti ini.

“Dia minta dibebaskan.”
“Mukanya ancur banget.”
“Aku gak kenal dia siapa, tapi dia minta tolong.”

Tiba-tiba Dinta bangun dengan gerakan cepat dan bilang padaku “dia mau masuk ke badan aku” dengan sangat ketakutan aku dan Hana lari keluar kamar dan pergi kekamar temanku yang lain. Aku dan Hana menangis sejadi-jadinya seperti tangisan orang yang trauma. Di kamar, Dinda teriak sekeras-kerasnya (sebelumnya Dinda adalah orang yang gak pernah teriak keras walaupun marah) memanggil namaku sambil membanting pintu, suaranya sangat keras sampai kedengaran kekamar temanku.

Saat itu aku benar-benar gak tahu apa yang terjadi dengan Dinda, yang pasti aku takut. Kami semua membiarkan Dinda dikamar sendirian tanpa kami tahu apa yang dia lakukan. Keesokan paginya, Dinda sudah bersikap normal dan meminta maaf kepada kami atas kejadian semalam. Dia hanya menjelaskan wanita yang dia lihat itu memaksa minta tolong untuk dibebaskan entah dibebaskan dari apa.

Dia mengancam jika Dinda tidak menolongnya, dia akan masuk ke tubuh Dinda. Usia wanita itu sekitar 20-25 tahun, rambutnya kurang lebih sepunggung, tidak terlalu panjang atau pendek. Jika diantara kalian pernah pernah mendengar berita hilangnya wanita didaerah sana, mungkin wanita itu adalah dia. Siapa tahu dengan berbagi cerita ini, dia bisa tertolong.

KCH

Keandis

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Keandis has write 2,680 posts

loading...