Warnet Seram

Hai kawan-kawan KCH. Nama saya fauzan. Saya akan menceritakan pengalaman saya. Malam itu aku datang ke warnet untuk bekerja. Tidak biasanya aku dapat jadwal malam karena penjaga malam, yaitu kawanku sedang sakit. Jadi akulah yang menggantikan. Rasa takut dan khawatir menghantuiku karena warnet yang dekat dengan kuburan sehingga membuat keadaan warnet cukup menyeramkan saat malam.

Kala itu ada satu pelanggan perempuan datang. Dari pakaiannya terlihat dia seorang pekerja kantoran. Lalu kusapa perempuan itu. “baru pulang mbak..?” Tapi dia tidak menjawab. Ah, biarlah, mungkin dia tidak dengar. “lalu aku ngecek billing perempuan itu. “lho, kok? Tidak nyala billingnya?” ucapku.

Lalu aku pergi ke bilik komputer untuk mengeceknya. Tiba-tiba “lho mana perempuan yang tadi? Perasaan dia masuk disini. Tidak mungkin dia keluar karena cuma ada satu pintu dan itu dekat operator. Perasaanku bercampur aduk antara cemas dan takut. Lalu aku kembali ke meja operator, tapi aneh sekali ada bau yang sangat menyengat. Perasaanku jadi tidak enak dan aku teringat sama cerita-cerita kawanku yang menyeramkan. Sambil ketakutan aku berdoa sebisanya.

loading...

Lalu tiba-tiba aku mendengar suara, di bilik nomor delapan tempat perempuan tadi. Setelah di cek ternyata tidak ada apa-apa. “Suara apa itu, sebaiknya aku lihat” dalam hatiku. Baru aku berjalan dua langkah, suara itu muncul lagi tapi lebih keras. Aku kembali dan melihat dibilik itu. Apa yang terjadi? Ternyata ada sosok kuntilanak di bilik itu dengan rambut putih panjang. Muka hancur dan berdarah. Kuku yang panjang dan berpakaian serba hitam.

Sorot matanya menyala dan muka berkerut siap melumat, aku menggigil ketakutan. Serasa mati tubuhku tidak bisa di gerakkan, ingin baca doa-doa tapi apa daya suaraku tidak bisa keluar. Sekitar tiga menit bertatap muka dengan makhluk itu dan seakan tubuhku kehilangan fungsinya dan akhirnya tak sadarkan diri. Aku sadar. Aku lihat ada kawanku bersamaan dengan pemilik warnet. Esok harinya aku tidak masuk kerja karena sakit selama lima hari. Wassalam.

Share This: