Yang Hilang, Apa Mbak?

Hai, ini ceritaku yang ke-38. Yang hilang, apa mbak? Cerita ini dialami oleh seorang penjual bakso keliling dikomplek tempat aku tinggal. Penjual bakso itu bernama Pak (D). Berawal ketika dia berjualan bakso. Seperti biasa, dia sudah menjajakan baksonya dari sore hari pukul 4 sampai tengah malam pukul 10. Dia sudah akan pulang dipukul 10, karena daerah komplek kalau sudah pukul 11 (please read my story “hantu berwajah rata“) pasti akan muncul hantu berwajah rata.

Jadi kalau sudah jam 11, pasti tidak ada lagi satupun pedagang yang lewat menjajakan dagangannya, karena mereka sudah pada tahu semua tentang hantu yang selalu berkelana dikomplek dari satu blok ke blok lain. Pukul 9 pak D masih menjajakan baksonya, karena kebetulan hari itu hujan gerimis, jadi dagangannya ramai yang beli. Pukul 10, ia belum juga pulang, karena dikiranya pukul 9 masih banyak yang beli, kalau pukul 10 pun pasti ada juga, dagangannya pun belum sepenuhnya habis.

Akhirnya pak D mengurungkan niatnya untuk pulang pukul 10. Ketika itu dia berada di blok F. Saat sedang beristirahat dibawah lampu jalanan dengan bangku kecilnya untuk menunggu pembeli, tiba-tiba ia disamperin oleh seorang gadis yang cantik. Gadis itu menggunakan baju merah yang menawan, seatas dengkul yang ketat, membentuk seluruh tubuhnya, rambutnya panjang terurai, bibirnya merah merona tapi anehnya malam-malam menggunakan kaca mata hitam.

Tanpa berpikir yang aneh-aneh, pak D pun bertanya “mau beli apa, mbak?” Gadis itu hanya diam saja dan geleng-geleng. Kemudian pak D nanya lagi “mbak, kalau gak mau beli, jadi ngapain kemari? Sudah malam ini. Malah gerimis lagi mbak. Lebih baik mbak pulang saja”. Tapi gadis itu tetap geleng-geleng dan membuat pak D sangat heran.

loading...

“Mbak, ngapain malam-malam pakai kacamata hitam mbak? Lagi sakit mata ya?” mendengar pak D bertanya seperti itu, kemudian gadis itu bilang “pak, tolong saya. Saya kehilangan sesuatu”. Pak D pun bertanya “Yang hilang, apa mbak?”, kemudian gadis itu bilang “mata saya yang sebelah kiri, hilang”. Mendengar itu, pak D yang gak percaya, dan malah meresponnya sambil sedikit tertawa “mbak, *haha mana mungkin mata bisa hilang *haha, jangan bercanda mbak. Mata itu terus akan lengket”.

Kemudian si gadis membuka kaca matanya dan memperlihatkan mata sebelah kirinya yang bolong. Pak D pun shock dan langsung pingsan. Keesokan harinya pak D ditemukan warga komplek sedang tidur dibawah lampu jalan dengan gerobaknya yang masih stay disitu.

Kemudian para warga komplek yang heran bertanya sama pak D, pak D pun menjelaskan apa yang terjadi tadi malam. Semenjak kejadian itu, pak D sudah tidak berani lagi pulang larut malam. Sekian.

Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Sezgina Fradah has write 89 posts