Burung Hantu - 168 Views

Siapa yang tidak tahu burung hantu, nah aku akan cerita tentang pemilik burung hantu. Kejadiannya ini penuh misteri sekitar 14 tahun yang lalu, ketika saya berumur 10 tahun. Waktu dulu kalau saya saat liburan sekolah, saya selalu tidur di rumah nenek. Saya kaget karena kakek tadi siang tangkap burung hantu di sekitar rumahnya. Dan sekarang burung itu berada di dalam sangkar depan teras rumah nenek. Setelah malam semakin larut, saya pun tidur di sebelah nenek.

Di tengah malam saya terbangun karena berasa mau buang air kecil. Begitu saya buka mata, nenek udah gak ada di samping. “Mbah.. Mbah”. Saya manggil nenek dengan panggilan Mbah. Setelah beberapa kali di panggil, tapi tetep gak ada jawaban dari nenek. Akhirnya saya turun dari tempat tidur buat nyari nenek, untuk minta di antarin ke kamar mandi.

Tapi saat saya turun dari tempat tidur, saya ngelihat nenek ada di dekat jendela, seperti sedang mengintip sesuatu. “Ada apaan mbah?”. Tanya saya penasaran. Nenek langsung melihat ke arah saya. “Sstt”.

“Dafi kenapa?” Tanya nenek. Sambil bisik-bisik. “Mau buang air kecil mbah” Jawab nenek “Ya, sudah ayo mbah anterin”. Singkat cerita, begitu selesai buang air kecil, saya dengar suara seperti benda jatuh keras banget. “Brakk!” Spontan saya kaget. “Astagfirullah aladzim”.

loading...

“Suara apaan tuh mbah?”. Nenek mulai keliatan panik dan semakin takut. Pelan-pelan nenek menuntun saya kearah jendela, mau ngelihat apa yang barusan jatuh. Nenek mengintip kearah luar, saya pun juga ikut ngintip ke arah luar. “Allahu Akbar” Mata saya melotot dan mulut gak bisa ngomong apa-apa setelah melihat kakek saya lagi berhadapan dengan kuntilanak.

Saya lihat bentuknya itu tinggi sekali, rambutnya panjang, mukanya pucat. Jarak antara jendela dengan sangkar hanya sekitar 3m, jadi saya bener-bener bisa melihat itu kuntilanak. Dia melayang-layang di sekitar sangkar burung hantu. Burung hantu yang berada di sangkar itu terus-menerus melompat-lompat dan mengepakan sayapnya.

Nenek yang melihat hal itu langsung membawa saya. Nyuruh saya buat palingkan muka. Tapi saya dengar kuntilanak itu ngomong, “Burung itu milik saya. Hihihi”. Kata-kata itu terus di ulangi sampai akhirnya kakek saya melepaskan burung hantu. “Jangan pernah mengambil apa yang bukan milikmu. Hihihi” Itu kata-kata terakhir yang di sampaikan sama kuntilanak itu.

Lama-kelamaan suara tawanya pelan-pelan menghilang bersamaan dengan wujudnya yang ikut hilang. Setelah itu kakek saya langsung masuk kedalam rumah, sambil menghela nafas. “Kirain tuh burung hantu gak ada yang punya”. Kata kakek saya yang keliatannya kecewa sambil memberikan suatu nasihat kepada saya, pertanda akan adanya kemunculan sosok makhluk gaib adalah ketika tengah malam burung hantu mengepak-ngepakan sayapnya, setelah kejadian tersebut saya langsung kembali tidur.