Legenda Hantu Kuyang (Kalimantan) - 234 Views

Hi sobat KCH, salam sejahtera bagi kita semua. Ketemu lagi sama aku Linda Fe, dan aku kini mau ceritain kisah hantu tentang makhluk asal Kalimantan Selatan yaitu Kuyang. Mungkin bagi kalian yang sudah lama tinggal di kalimantan (terutama Kal-Sel) pasti sudah tidak asing lagi jika mendengar sosok makhluk menyeramkan yang bernama hantu kuyang.

Kuyang adalah makhluk yang berwujud kepala manusia (wanita) berparas cantik, tetapi dia tidak memiliki tubuh, melainkan hanya kepala dan organ dalam tubuh seperti usus, jantung, hati, dan sebagainya. Menurut sebagian warga Kalimantan, asal usul sosok kuyang ini adalah seorang wanita yang memiliki ilmu hitam yang di gunakan untuk menyedot darah bayi yang baru lahir yang di jadikan sebagai modal kecantikannya dan awet muda, sehingga bayi tersebut meninggal.

Ada juga yang bilang bahwa sosok makhluk menyeramkan ini tidak jauh beda dengan hantu kepala namun tidak hanya berbentuk kepala melainkan kepala yang dapat terbang dengan isi perut yang terburai. Sebagian besar yang mendalami ilmu hitam ini adalah wanita. Konon ciri-ciri seseorang yang menimba ilmu hitam tersebut, pada siang hari akan tampak layaknya manusia biasa akan tetapi selalu memakai penutup leher untuk menutupi semacam bekas operasi karena katanya pada malam hari, kepalanya akan terlepas dari tubuhnya.

Kuyang sangat gemar memakan janin dari ibu yang sedang hamil atau pun baru melahirkan, ini di sebabkan karena menurut kepercayaan dengan memakan janin tersebut, kekuatannya akan semakin kuat. Dalam mencari mangsanya yaitu ibu hamil, makhluk ini akan berubah menjadi wanita biasa dan menemui calon mangsanya. Kemudian akan mengelus-ngelus perut dari ibu hamil tersebut dan besoknya janin yang di kandung akan hilang secara mendadak karena pada malam harinya telah di makan oleh sosok makhluk menyeramkan ini.

Selain itu, kuyang bisa berubah menjadi burung atau kucing. Makhluk yang hampir di kenal di daerah Kalimantan ini kerap kali berkeliaran di suatu desa saat keadaan desa tersebut sedang banyak yang hamil. Sosok tersebut biasanya datang pada malam hari dan melayang di atas rumah penduduk untuk menunggu orang yang sedang melahirkan, pada saat kuyang melayang-layang di udara, wujud aslinya tidak nampak, tetapi dia berbentuk seperti bola api (banaspati), dan saat dia mendarat barulah wujud yang sesungguhnya nampak.

Kuyang biasanya bersembunyi di balik pohon pisang. Tetapi walaupun begitu, tidak sedikit warga yang melihat makhluk tersebut. Sebenarnya ada banyak warga di desaku yang pernah melihat wujud penampakan hantu kuyang ini, bahkan aku sendiri juga pernah melihatnya.

loading...

Aku akan menceritakan kisah dari salah seorang tetanggaku yang pernah di perlihatkan wujud kuyang. Oke kita langsung ke ceritanya. Setiap malam di desaku, di adakan ronda bergilir sesuai jadwal yang sudah di buat. Nah, pada suatu malam (aku lupa waktu itu malam apa) tetangga aku (sebut saja Tuying) bersama dengan 4 orang lainnya sedang berjaga di pos ronda.

Lalu mereka berlima sepakat akan berpencar keliling desa untuk berpatroli. Waktu itu posisi Tuying sedang berada di belakang rumah salah satu warga. Dengan bermodalkan senter yang tidak terang, dia mengarahkan senternya ke setiap pohon, karena di tempat itu sangat gelap sekali. Tiba-tiba Tuying merasa aneh dengan salah satu pohon yang di kelilingi semak-semak di depannya (jaraknya sekitar 1 meter).

Seperti ada seorang wanita yang bersembunyi di balik pohon (karena pada saat itu yang terlihat hanya rambutnya saja karena senter yang dia pakai tidak dapat menerangi sampai jarak segitu). Lalu Tuying mencoba mendekati wanita tersebut. Setelah dia berada sekitar 4-5 langkah, Tuying sangat shock sekali dan dia berteriak, karena yang dia lihat wanita berparas cantik dengan rambut panjang tetapi tidak memiliki anggota tubuh, melainkan hanya organ tubuh saja.

Seketika itu pula dia pingsan, dan dia di temukan oleh warga yang rumahnya tak jauh dari TKP karena mendengar ada suara orang teriak. Akhirnya Tuying di bawa ke kamar kostnya. Setelah dia sadar, dia menceritakan kejadian itu, dan sampai sekarang dia tidak mau ronda keliling desa sendirian.

Jika bertemu Kuyang, cara untuk mengusir dan menangkalnya dapat di lakukan dengan menggunakan sapu lidi atau dengan memukul-mukul perabot rumah, seperti panci atau wajan. Maka sosok Kuyang tidak akan berani mendekat. Maaf kalau gak seram, tapi ini kisah yang sempat menghebohkan desa kami. Sekian, terima kasih.