Lala dan Keriting Bagian 2 - 45 Views

Sebelumnya lala dan keriting. Sebuah lampu minyak menemani percakapan Lala dan Keriting di sebuah ruangan rumah yang tidak terawat. Sementara di sebuah istana yang ada di kota mati “*chedack!” kepalan tangan Chentong memukul wajah Lautek.

Chentong: mana gadis itu?!
Lautek: maafkan saya, gadis itu memiliki kemampuan bertarung yang sangat hebat, saya kehilangan jejaknya di sebuah jalan.
Chentong: cari tahu sebenarnya siapa gadis itu?!
Lautek: baik.

Tidak lama setelah itu ada satu iblis prajurit yang masuk kedalam ruang istana.

Iblis prajurit: ijin menghadap yang mulia.
Chentong: silahkan.
Iblis prajurit: lapor yang mulia, saya sudah mendapat informasi tentang gadis yang mencuru pedang tujuh naga dari istana ini, gadis itu adalah putri tunggal dari Ling dan Lung.
Chentong: kurang ajar!
Cileh (istri iblis Chentong): anda terlihat marah sekali setelah mendengar nama Ling dan Lung, sebenarnya siapa mereka?

loading...

Chentong: Ling adalah pemilik sah pedang tujuh naga, dia telah membunuh ayahanda iblis merah, saya telah membunuh Ling dan Lung sepuluh tahun yang lalu, tapi saya baru tahu kalau ternyata Ling memiliki seorang anak, saya sangat tidak ingin ada satu pun kerabat keluarga Ling yang hidup.

“*Bruakh, tlarak, tak” Chentong terlihat sangat marah dan langsung memukul sebuah meja hingga meja itu hancur berkeping-keping.

Chentong: Lautek, cepat segera kumpulkan seluruh iblis prajurit kota mati sekarang juga!
Lautek: baik.

Saat Lala dan Keriting mulai tertidur lelap beribu-ribu iblis prajurit berbondong-bondong datang dan berkumpul di sebuah istana kota mati.

Chentong: segera cari dan bawa hidup atau mati gadis yang membawa pedang tujuh naga itu kemari.
Lautek: siap.

Ribuan iblis prajurit yang di pimpin oleh iblis Lautek langsung bergerak berpencar memulai pencarian. Selanjutnya lala dan keriting bagian 3.

Agen Bola SBOBET