Lala dan Keriting Bagian 4 - 144 Views

Sebelumnya lala dan keriting bagian 3. Setelah mendengar gonggongan dari iblis prajurit seketika iblis Chentong langsung berjalan keluar dari istana kota mati.

Cileh: anda mau kemana?
Chentong: gadis itu sangat cerdas, dia sudah berhasil mencuri pedang tujuh naga dari istana ini sendirian, walau jumlah iblis prajurit sangat banyak, tetap saja mereka tidak akan sanggup menghadapi gadis itu, saya akan kesana dan membunuh gadis itu dengan tangan saya sendiri.

Lala dan Keriting terus berlari hingga akhirnya sampai di sebuah jembatan. Jembatan yang panjangnya sekitar seratus meter dan lebarnya sekitar sepuluh meter. Di bawah jembatan itu terdapat jurang yang terjal, curam dan sangat dalam banget. Tiba-tiba Keriting menghentikan larinya karena melihat Lala yang berhenti berlari di tengah jembatan.

Lala: duluan saja nanti aku menyusul.

Karena merasa takut Keriting memutuskan untuk kembali berlari. Sementara Lala langsung membalikan badan dan “*srink” mengeluarkan pedang tujuh naga dari sarung pedangnya. Dengan cepat Lala melesat ke arah satu prajurit iblis yang sudah tidak jauh darinya. “*Sratch” satu tebasan pedang tujuh naga mengenai tubuh iblis prajurit. Sehingga iblis prajurit itu langsung terjatuh dan tewas. Tapi kulit dan daging yang robek tersayat sabetan pedang tujuh naga terlihat kembali merapat dan pulih.

“Ternyata iblis masih mendapat keabadian di jembatan ini” ucap Lala hati.

Menyadari hal tersebut akhirnya Lala memutuskan untuk kembali berlari. Sementara Keriting terlihat sangat kebingungan setelah sampai di ujung jembatan. Yang terlihat setelah jembatan itu adalah dua jalur jalan raya. Akhirnya Keriting memutuskan untuk berlari menyeberangi jalan raya itu lalu kemudian bersembunyi di balik pohon besar. Beribu-ribu iblis prajurit yang berbondong-bondong datang dari berbagai pelosok kota mati terlihat ada yang sudah sampai di tengah jembatan.

Iblis prajurit yang baru saja tewas di bunuh Lala terlihat sudah kembali berdiri lalu ikut berlari mengejar bersama iblis prajurit lainnya. Setelah melewati jembatan Lala terus berlari hingga akhirnya berhenti melangkah karena sudah terlihat lumayan jauh dari jembatan.

“*Sratch, sratch, sratch” Lala terlihat menebarkan tebasan demi tebasan pedang tujuh naga kepada iblis prajurit yang terus menerus berdatangan menyerangnya. Satu persatu iblis prajurit itu berjatuhan dan tewas karena sudah tidak mendapat keabadian setelah melewati jembatan. Tapi Lala terlihat kewalahan menghadapi iblis prajurit yang jumlahnya mencapai ribuan itu.

“*Bregh, bregh, bregh” suara langkah terdengar mendekati Keriting yang sedang bersembunyi di balik pohon. Mendengar suara tersebut Keriting langsung mengintip di balik pohon untuk melihatnya. Dan ternyata ada satu iblis prajurit yang mengetahui tempat persembunyiannya. Keriting mulai terlihat melangkah mundur dengan sangat pelan tapi terjatuh karena tersandung. Sementara iblis prajurit sudah mengangkat tangan dan bersiap mencabik-cabik dengan kuku tangan yang sangat tajam.

loading...

Keriting: ampun jangan bunuh aku, aku belum pernah menikah.
Iblis prajurit: selamat tinggal manusia tidak berguna.

“*Jeduer” satu peluru melesat dan menembus kepala satu iblis prajurit yang ingin mencabik Keriting. Iblis prajurit tersebut seketika tewas tergeletak. Terlihat dari kejauhan jalan raya ada seorang pria sedang mengendarai sepeda motor dodge tomahawk V10 superbike yang melaju sangat cepat. Di tangan kiri pria tersebut terdapat segenggam pistol colt peterson revolver yang terus di tembakkan ke arah iblis prajurit. Pria itu menghentikan laju sepeda motornya tidak jauh dari Lala.

Dengan sangat terkesima Lala melihat ke arah pria tampan dan gagah yang baru saja turun dari sepeda motor. Pria tersebut memakai kacamata chopard de rigo vision sunglass, berpakaian rapi dengan kemeja lengan panjang dan celana jeans panjang serta memakai sepatu kulit. Nama pria tampan dan gagah yang bergaya rambut slick back itu adalah John. Penampilannya sangat berbeda jauh dengan Keriting yang hanya memakai baju kaos putih kotor lengan pendek dan celana panjang hitam serta memakai sendal jepit.

“*Jeduer, jeduer, jeduer” dengan dua buah pistol John terus menembaki iblis prajurit yang berlarian menyerang Lala. Sehingga sebagian iblis prajurit tidak hanya menyerang Lala tapi juga berlarian menyerang John. Jumlah iblis prajurit kota mati yang mencapai ribuan itu terus berlarian melewati jembatan lalu kemudian menyerang John dan Lala. To be continue lala dan keriting bagian 5.