“Mereka” Juga Punya Masa Lalu Bagian 2 - 227 Views

Sebelumnya “mereka” juga punya masa lalu.

Bagian 2: Tangisan sendu

“Kau jangan muncul dulu mad, biarkan penghuni pohon itu, dia hanya akan membuatmu lemas” kataku pada ahmad yang tiba-tiba sudah ada di tempat parkir belakang pos satpam.
“Baiklah, kau juga sebaiknya berhati-hati lif, dia mengawasimu” kata ahmad.

Setelah karyawan shift 2 pulang semua, shift 3 baru masuk untuk bekerja, dan seperti biasanya, aku kontrol keliling dan patroli di area perusahaan tiap 2 jam sekali. Hari ini aku satu shift bersama sam dan agus.

“Aku kontrol dulu sam, gus”.
“Oke” jawab mereka bersamaan.

Aku keliling sambil di temani ahmad yang melayang di sampingku. Sampai di samping tempat parkir karyawan, yang posisinya terletak paling pojok depan sebelah kiri pabrik, aku mendengar suara tangisan wanita. Belum sempat aku bertanya ke ahmad dia sudah memberi tahuku.

“Gak apa-apa lif lewatin saja, dia tiap malam selalu saja menangis seperti itu”.
“Sebentar mad aku cek dulu”.

Asal kalian tahu, aku bisa melakukan kontak dengan makhluk halus karena dulu kakekku yang membuka mata batinku dan ayahku waktu aku kecil, tujuannya untuk mencari temanku waktu kecil dulu yang hilang di sungai di desaku, tapi besoknya kakekku meninggal karena sakit jantungnya dan alhasil beliau belum sempat menutup mata batinku dan ayahku. Temanku itu di temukan di dalam sebuah cerobong yang terletak di pabrik bekas zaman Belanda dulu dalam keadaan pingsan, dan aku lihat sekelebatan bayangan hitam di belakang temanku yang menjauh sangat cepat.

“Permisi, assalamualaikum” aku mengucap salam sambil memasuki area samping tempat parkir. Aku melihat wanita yang sangat cantik sekali, memakai pakaian adat Jawa warna putih, aku suruh ahmad pergi karena aku tidak mau menjadi ancaman bagi wanita itu. Dia masih menangis sesenggukan dalam posisi duduk bersimpuh pada kedua tangannya.

“Jangan! Jangan mendekat” bentaknya.
“Tenang, saya hanya minta agar kamu tidak mengganggu karyawan disini, karena mereka juga sering cerita kalau pernah mendengar suara tangisanmu” jelasku.
“Apa maumu?”.

“Aku hanya ingin bertanya, kenapa kamu menangis? Kamu mengganggu karyawan sini, siapa tahu aku bisa membantumu agar kau tenang disana”.
“Aku, aku hanya ingin agar kamu menemukan pria bernama Ivan yang bekerja disini” katanya sambil menatapku tajam dengan separuh matanya tertutup oleh rambutnya.

loading...

Selanjutnya “mereka” juga punya masa lalu bagian 3.