“Mereka” Juga Punya Masa Lalu Bagian 5 - 80 Views

Sebelumnya “mereka” juga punya masa lalu bagian 4.

Part 5: Preman

Sudah lebih sejak seminggu yang lalu kejadianku dengan pak budi dan sosok bernama shinta itu terjadi, akupun sudah menyampaikan amanah dari pak budi kepada keluarganya, soal kasus shinta aku masih belum berani menyimpulkannya karena diapun sudah jarang muncul lagi.

“Lembur, lembur dan lembur”.
“Jangan mengeluh saja kau sam” candaku pada sam, karena dia adalah temanku semasa SMP dan kita bertemu lagi dalam satu pekerjaan ini.
“Capek aku lif, setiap shift pagi kita mesti harus lembur dan pulang sesore ini”.
“Mau bagaimana lagi sam, ini sudah jadi resiko kita, nikmati saja lah” kataku pada sam sembari mengendarai motor bebekku, karena rumahku dan rumah sam searah, jadi aku antar juga dia sekalian.

Selesai menurunkan sam depan rumahnya, aku melaju lagi, tepat di depan sebuah pasar motorku di hadang oleh seseorang.

“Bang bagi duit *dong”.
“Eh *sompret muke gile lu zaman now masih malak, sana minggir, aku tabrak mampus kau” hardikku pada preman tersebut.

Dan entah kenapa tiba-tiba preman itu menatapku tajam dan seolah-olah ingin menerkamku, dan benar saja, muncul energi yang menyelimuti preman tersebut, dan berdiri di belakangnya sesosok makhluk dengan tinggi hampir 3 meter yg menyerupai? Wolverine? Logan? Sebangsa itulah. Menyerupai manusia setengah harimau lebih tepatnya, dengan mata merah menyala dan energinya mengharuskanku pindah dari pasar tersebut.

Karena tidak mungkin aku dan ahmad akan menggunakan kekuatan kami disini, sangat tidak mungkin aku bertarung disini, karena akan membahayakan orang-orang. Aku gas motorku dan preman itu berlari mengikutiku, ya dia berlari hampir di sampingku padahal speedo meter menunjukkan angka hampir menyentuh 60km/h.

“*Buset dah ini preman kayak flash saja larinya kencang banget” gumamku dalam hati.
“Haruskah sekarang lif?” ahmad mengirimiku telepati.

loading...

“Mau bagaimana lagi mad, makhluk itu berbahaya bagi penggunanya jika di biarkan, apa kau siap?”.
“Sangat siap!”.
“Bagus, ini akan menarik” kataku.

Selanjutnya “mereka” juga punya masa lalu bagian 6.

Agen Bola SBOBET