Game Horor Bagian 2 - 42 Views

Sebelumnya game horor. Aku menoleh ke bawah! Hantu setengah badan lagi! Aku mengambil botolku dan menyiramkannya. Lalu aku menendangnya dan lari, sesampainya di kamar 02 terlihat kamar ini tertutup oleh kawat dan papan, apa yang aku harus lakukan? Untuk membukanya, dan aku harus mencari tang untuk membukanya tapi ada dimana?

loading...

“Tangnya ada di atas panggung lihat ke atas” kata gadis itu memberikanku petunjuk.

Aku kembali ke studio musik, dan melihat ke atas terlihat ada tang di atas sana. Aku menaiki tangga, lalu aku harus melewati satu balok kayu untuk mendapatkan tang tersebut. Aku menyeimbangkan tubuhku. Aku rentangkan tanganku seperti burung. Ku langkahkan kakiku dengan sangat pelan tapi pasti. Pelan-pelan dan *yups akhirnya sampai, aku mengambil tangnya dan turun kebawah lewat tali yang berada di balok kayu.

Aku kembali ke kamar 02, dan mencabut pakunya lalu mematahkan kawatnya. Dan aku buka pintunya tetapi tidak bisa! Kenapa lagi ini!? Pintunya terkunci, dimana aku harus dapatkan kuncinya? Atau mungkin berada di kamar anak itu. Aku kembali ke kamar anak kecil itu dan memeriksa lacinya, terlihat kotak kecil berisi foto gadis itu dan ayahnya dengan sebuah kunci, aku melihat foto anak dan ayah yang saling mencintai, aku membawa kunci ini dan berlari kembali ke ruangan musik. Saat aku kembali, aku di hadang oleh 2 hantu satunya pakai palu dan satunya lagi hantu setengah badan.

Aku mengambil air, tetapi tinggal sedikit sekali. Aku hanya bisa berlari menghindari mereka tetapi hantu setengah badan itu terlalu cepat hingga kakiku di cakar olehnya. Aku terjatuh, hantu setengah badan itu memegangku dengan erat. Hantu palu itu siap mengayunkan palunya ke arah wajahku, tiba-tiba kupu-kupu berwarna biru terang mendekati mereka, dan mereka tersetrum lalu aku segera menjauh dari keduanya. Kupu-kupu itu terbang ke arahku, menempel di sakuku dan menjadi seperti *bros. Tiba-tiba tubuhku bercahaya biru terang. Tiba-tiba panah terbentuk di belakang tubuhku dengan peluru biru.

“Serang dengan panah ini” kata kupu-kupu.

Aku menarik panah dengan tenagaku, dan *wus! Panah mengenai tubuh mereka, tetapi mereka tidak mati hanya terikat. Tapi tidak apa-apa untuk sementara waktu saja, aku berlari ke arah studio dan membuka pintu. Aku memeriksa kamar dan akhirnya aku menemukan jam. Aku menaruhnya di atas piano, tiba-tiba hantu gadis itu dengan ayahnya datang memainkan piano itu dengan sangat merdu.

Selesai memainkan piano, dia berbalik ke arahku dan mengucapkan terima kasih lalu terbang ke atas langit. Tiba-tiba! Gempa datang lagi, aku berlari keluar dari studio musik, tapi saat aku berlari, lantainya hancur dan aku jatuh ke bawah. Terlihat lagi lubang bercahaya dengan warna-warni, aku terjatuh masuk ke dalam lubang itu. *Wus! Ahk! Aku terjatuh di atas kasurku.

“Aduh! Sakitnya punggungku” kataku yang kesakitan.

Aku melihat ponselku “Selamat anda menyelesaikan game horor chapter 1, apakah mau bermain lagi?” tanya game tersebut dalam ponsel. Aku melihat bateraiku low dan ini sudah pagi, aku mengcharge ponselku dan siap-siap mandi lalu berangkat ke sekolah. Tamat.

Agen Bola SBOBET