List cerita horor ini hanya fiktif belaka. Bila ada kesamaan nama tokoh, tempat atau apapun, ini bukanlah unsur di sengaja. Cerita horor ini semata-mata hanya untuk hiburan semata. Cerita horor ini tanpa menjiplak dari karya manapun.

  1. Cerita horor – Mamaku bilang
  2. Cerita horor – Berjemur
  3. Cerita horor – Janji untuk Sisca
  4. Cerita horor – Permainan rumah hantu
  5. Cerita horor – Gangguan mental

1. Mamaku bilang

Mamaku selalu bilang “Nak, mama akan selalu ada di sampingmu, menemanimu saat kau mau tidur”. Mama selalu menepati janjinya. Dari dulu sampai sekarang, mama selalu berada di sampingku, menemaniku ketika aku mau tidur. Ya memang, janji itu terus berlaku sampai detik ini. Walaupun mamaku sudah meninggal.

2. Berjemur

Seorang pria, aku lihat dia dari arah jauh sedang berjemur di pasir pantai. Dengan segundukkan pasir yang menutupi tubuhnya dan yang terlihat hanya kepalanya saja. Suasana pagi di pantai yang ramai, membuatnya tak bergeming sedikitpun. “Aku rasa dia menikmatinya”. Berjam-jam kemudian di siang hari, aku tanpa sengaja melihat lelaki tersebut masih dalam posisi dia berjemur, tak bergerak. Seperti yang aku lihat pagi tadi, pada keadaan yang sama.

“Aku rasa, dia sangat betah berjemur”. Senjapun datang, semua warga lokal dan turis asing bersiap-siap untuk pergi dari pantai dan balik ke penginapan masing-masing. Aku penasaran dengan lelaki itu, kemudian aku periksa dan kulihat dari arah jauh. “Apa? Bagaimana dia melakukannya? Semua orang sudah pergi dan dia masih betah berjemur”.

Aku kemudian pergi. Di tengah malam, rasa penasaranku semakin parah akan lelaki itu. Kemudian diam-diam aku pergi ke pantai hanya sekedar melihat lelaki itu apakah masih ada atau sudah pulang? Saat aku lihat dari jauh, aku sangat terkejut. Sebuah badan tanpa kepala berjalan ke arah lelaki yang sedang berjemur itu. Yang lebih parahnya, tangan itu (badan tanpa kepala) mengambil kepala lelaki itu dan di pasangkan ke lehernya agar menyatu. Kemudian lelaki itu pergi.

3. Janji untuk Sisca

Sisca sudah lama tiada, tapi sepertinya dia belum tenang dan selalu meminta sebuah janji yang harus aku tepati. Sebelum meninggal, aku dan Sisca sempat berfoto di salah satu bukit dan di bawahnya terdapat laut dengan bebatuan karang yang indah.

“Akmal, aku suka banget sama momen/foto kita disini. Nanti kau cucikan ya?” kata Sisca sambil memegang ponselku dan melihat momen yang kami abadikan barusan.
“Iya. Pasti aku cucikan”.

Saat kami telah selesai dan hendak pulang, Sisca tersandung oleh ranting. Dia jatuh dan terjun ke laut dan tubuhnya menghantam karang yang tajam sampai tembus ke punggungnya. “Oh my God. Sisca!” aku menjerit histeris. Kejadian itu terus aku ingat, walaupun sudah lima tahun berlalu. Sisca terus menagih janjiku untuk menyucikan momen yang kami abadikan waktu itu di ponselku.

Sisca selalu menghantui hidupku “Kau telah berjanji, kau telah berjanji”. Sejujurnya aku sangat ingin mencucikan momen itu, tapi ponselku terjatuh juga bersama Sisca.

4. Permainan rumah hantu

Sampai sekarang aku tidak pernah dan tidak akan pernah menginjak pasar malam lagi. Kalau aku kesana, pasti aku harus melihat permainan rumah hantu. Aku bukannya takut ketika melihat permainan rumah hantu tapi aku benci dan akhirnya aku menangis. Karena sesuatu tragedi dulu pernah terjadi di dalam rumah hantu. Tahun 2007. Malam ini ayahku mengajakku ke pasar malam.

loading...

Aku senang sekali. Setelah puas bermain semua permainan, ayahku menantangku untuk memasuki rumah hantu. “Kalau kau bisa lolos dari rumah hantu, ayah akan membelikan kau boneka beruang yang besar”, mendengar itu, aku sangat senang dan kami kemudian membeli tiket masuk dan segera memasuki rumah hantu itu. Saat awal masuk, aku sempat takut tapi ayahku bilang “jangan takut nak. Semua ini hanya bohongan”.

Dari situ akhirnya aku tidak takut. Tapi saat mulai memasuki ke tengah rumah hantu, ada sosok dengan topeng hantu yang sedang memegang sebuah pisau dan kulihat dia kearah ayahku dan menancapkan pisau itu di punggungnya. Aku mengira ayahku hanya berbohong karena katanya “semua ini hanya bohongan”, tapi kulihat ayahku langsung jatuh tersungkur dan punggungnya berdarah. Ayahku kemudian meninggal. Sedangkan sosok dengan topeng hantu tersebut lari entah kemana.

5. Gangguan mental

Semua keluargaku takut dan mengkhawatirkan aku kalau aku punya gangguan mental alias gila. “Tapi aku tidak gila dan aku masih normal. Lihatlah. Kalau aku gila, pasti keadaanku sudah tidak memungkinkan”. Semua keluargaku sangat mencemaskan aku. Karena aku sering bercerita dengan Valdi, tunanganku.

“Kenapa mereka mencemaskanku? Kan sehari-hari aku dengan Valdi juga seperti ini, sering berbagi cerita, tertawa dan lainnya. Apa yang salah?”.
“Nak. Sudahlah. Jangan begini. Lupakan valdi. Biarkan dia tenang di alam sana” ucap mamaku.

Selanjutnya list cerita horor bagian 2.