Sahabat Sejati Selamanya - 89 Views

Sahabat sejati selamanya merupakan sebuah cerita horor tentang dua sahabat yang bernama Elise dan Farah. Mereka melakukan sumpah darah dan berjanji akan menjadi sahabat selamanya. Ada dua orang gadis yang berusia 13 tahun bernama Elise dan Farah yang telah bersahabat sejak kecil. Mereka tinggal di lingkungan yang sama, sekolah yang sama dan juga berada di kelas yang sama. Singkatnya, mereka tak terpisahkan. Namun mereka mempunyai karakter yang sangat berbeda. Elise seorang gadis ceria, sementara Farah sangat pemalu. Suatu hari, Farah dan Elise sedang berbicara tentang persahabatan mereka.

“Apa menurutmu kita akan menjadi sahabat sejati selamanya?” tanya Elise.
“Aku kira begitu” jawab Farah.
“Kenapa tidak?”.
“Aku tidak tahu” kata Elise.
“Kadang-kadang ketika orang bertambah tua, mereka akan terpisah”.

“Aku punya ide” kata Farah.
“Mari kita melakukan sumpah darah”.
“Apa?” tanya Elise terkejut.
“Sumpah darah” kata Farah.

“Dengar, kita berdua harus bersumpah bahwa kita adalah sahabat sejati selamanya. Kita berdua bersumpah kalau kita akan melakukan apapun yang kita bisa, dan untuk memastikan kalau kita akan bersama selamanya”.
“Itu omong kosong, Farah” kata Elise.
“Kita tidak akan kehilangan kontak. Kita akan selalu bersama-sama”.

Tapi Farah tetap bersikeras dan akhirnya Elise pun setuju untuk usulan tersebut. Farah mengambil dua jarum dan menyerahkan salah satunya kepada Elise. Dua sahabat itu mengambil secarik kertas dan menulis “sahabat sejati selamanya” di atasnya, kemudian menulis nama mereka di bagian bawah. Mereka menyalakan lilin dan memanaskan jarum tadi. Mereka mengambil jarum itu, kedua gadis itu menusukkan jarum ke jari telunjuk mereka dan mengoleskan setetes darah pada kertas tadi. Sumpah darah mereka sekarang telah di lakukan.

Tahun-tahun telah berlalu, mereka tumbuh dewasa dan sudah lulus dari sekolah. Elise pergi ke perguruan tinggi di kota lain, sementara Farah tinggal di kampung halaman dan mendapatkan pekerjaan di sebuah toko lokal. Mereka masih terus berhubungan melalui telepon, setidaknya sekali seminggu. Ketika Elise telah menyelesaikan gelar sarjana, dia mendapat pekerjaan yang baik dan memutuskan untuk menikah. Elise dan suaminya membeli sebuah rumah dan menetap disana.

Beberapa tahun kemudian, Elise memiliki bayi laki-laki yang tampan. Elise begitu sibuk dengan keluarganya, dia jarang menemukan waktu untuk menelepon Farah. Dan dua sahabat sejati itu tidak pernah lagi berhubungan, mereka telah kehilangan kontak. Pada akhirnya, kehidupan telah memimpin dua gadis itu ke jalan yang berbeda dan mereka tidak pernah bertemu satu sama lain sejak lulus sekolah.

Suatu malam, Elise memiliki mimpi buruk yang mengerikan. Dia mengemudi di sepanjang jalan raya tak berujung, tiba-tiba sebuah truk di depannya mulai berbelok ke jalurnya. Truk itu tergelincir dan kemudian bertabrakan dengan mobilnya. Dia terbangun tiba-tiba, keringat dingin membasahi wajahnya. Saat berusaha untuk menenangkan diri, dia mendengar bel pintu depan rumahnya berbunyi. Dia melirik jam di samping tempat tidurnya, jam menunjukkan pukul 03:00. Suaminya masih tertidur pulas di sampingnya.

Bel pintu berbunyi lagi, berkali-kali. Bertanya-tanya siapa yang datang untuk mengunjunginya pada tengah malam, Elise bangun, dan turun ke ruang depan. Ketika dia membuka pintu depan, dia terkejut melihat seorang wanita berdiri di teras. Wanita itu sangat pucat dan dahinya berdarah. Meskipun telah banyak berubah, Elise mengenalinya segera. Itu adalah sahabat sejati lamanya, Farah.

“Ya Tuhan, Farah! Apa yang terjadi?” ucapnya.

Farah hanya menatapnya.

“Ayo masuklah, di luar hujan” kata Elise.
“Apa kau terluka?”.

Farah tidak beranjak dari tempatnya berada.

“Masuklah, Farah!?” pinta Elise.
“Lama tidak bertemu, Elise!” ucap Farah dengan suara pelan.
“Aku datang untuk memenuhi janjiku. Aku datang untuk memberitahumu, aku sudah mati”.

Elise terdiam. Farah mengangkat tangannya dan menunjuk Elise dengan jari telunjuknya. Jarinya meneteskan darah.

loading...

“Hidup telah memisahkan kita” Farah melanjutkan,
“Tapi kita akan bersama-sama dalam kematian. Aku akan menunggumu”.

Kemudian Elise pingsan. Keesokan paginya, ketika Elise terbangun, dia menemukan dirinya berbaring di tempat tidur, di samping suaminya. Dia mengusap matanya dan bertanya-tanya, apa kejadian semalam hanyalah mimpi buruk? Saat sarapan, dia menyalakan televisi dan apa yang dia lihat sungguh membuatnya kaget. Penyiar berita di televisi memberitakan, malam sebelumnya, pada pukul 03:00, telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang fatal.

Sebuah truk bertabrakan dengan mobil di jalan raya. Pengemudi mobil itu tewas seketika. Pengemudi mobil itu seorang wanita bernama Farah. Sejak saat itu, kehidupan Elise menjadi neraka. Dia hampir tidak makan apa-apa, dia lupa untuk menjemput anaknya dari sekolah dan ketika dia pergi untuk bekerja, dia tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya. Setiap malam, Elise memiliki mimpi buruk yang sama. Dia akan bangun karena suara bel di pintu depan, membuka pintu dan menemukan Farah berdiri disana dengan jari telunjuk yang berdarah. Dia akan mengatakan hal yang sama “aku akan menunggumu”.

Setiap pagi, Elise terbangun dengan keringat dingin, sprei yang bernoda darah dan merasakan sakit yang luar biasa di jarinya dan ketika dia melihatnya, jarinya berlumuran darah. Suaminya tidak mengerti apa yang terjadi. Dia membawa istrinya ke dokter dan psikiater, tapi tak satu pun dari mereka bisa menemukan penjelasan tentang keanehan itu. Kondisi Elise bahkan lebih buruk. Dalam mimpi buruknya, dia melihat Farah berdiri di samping tempat tidurnya, menunjuknya dengan jari telunjuk yang berdarah.

Suatu malam, sang suami di bangunkan oleh suara mengerikan. Itu adalah suara kaca yang pecah. Dia berlari ke tempat dimana suara itu berasal dan menemukan jendela yang rusak. Mengintip keluar jendela, dia melihat Elise berbaring di trotoar, tubuhnya miring. Pria itu bergegas turun dan keluar dari pintu depan. Ada genangan darah di sekitar kepala istrinya. Di sampingnya, di trotoar, ada sebuah tulisan dari darah. “Sahabat sejati selamanya”.

Agen Bola SBOBET