Assalamualaikum wr, wbkt. Perkenalkan nama saya Wahid. Sebenarnya cerita ini sudah lama ingin saya ceritakan tentang angkot setan, dan akhirnya kali ini saya punya waktu yang tepat untuk menuliskan cerita ini. Saran saya buat para member grup KCH yang berdomisili di kota Makassar, jangan pernah biasakan naik angkot (angkutan kota) jika waktu sudah menjelang jam 11 malam ke atas.

Sebenarnya ini true story dari pacar teman saya yang bernama rini. Pada suatu malam rini habis pulang kerja dan menunggu mobil angkot yang sedang lewat, kalau gak salah waktu itu pukul 23:00 WIT (Waktu Indonesia timur). Awalnya rini gak merasakan apa-apa. Tapi gak lama kemudian sekitar 20 menit rini menunggu mobil angkot, akhirnya datanglah sebuah mobil angkot dari arah selatan menuju ke arah utara.

loading...

Ketika mobil angkot itu berhenti di hadapan rini, dia merasakan hal-hal yang aneh. Tapi mau gak mau rini sudah gak punya pilihan lain, akhirnya dia tetap menaiki mobil angkot tersebut. Untuk menghilangkan rasa takutnya, rini mulai bercakap-cakap dengan sopir mobil angkot itu.

“Pak, *tumbeng kok sepi?”.
“Mau gimana lagi neng, kalau sudah tengah malam gini” sopir angkot itu menjawab, dengan nada pelan tapi sangat mengerikan.

Gak lama kemudian mata rini terasa sayup, rini merasakan ngantuk yang sangat berat, akhirnya dia ketiduran dalam mobil angkot setan itu. Sekitar 10 menit rini terbangun dari tidurnya, karena dia merasakan hal yang aneh. Tiba-tiba mobil angkot itu berjalan sangat pelan, saat rini melihat kedepan, sopir angkot yang dia ajak bicara tadi, tiba-tiba menghilang.

Rini mengeluarkan kepalanya keluar jendela sambil berteriak, “tolong, tolong”. Saking takutnya dia salah ucap menjadi “lontong, lontong”. Saat dia nengok ke belakang mobil yang berjalan sangat pelan itu, dia melihat kepala sopir dengan lidah agak sedikit keluar dari mulutnya. Rini semakin ketakutan sambil berteriak-teriak “lontong, lontong”. Akhirnya sopir itu ngomong “mulai *lebay deh, mulai *lebay deh, tidur saja, ini dari tadi mobilnya mogok mbak”.

*Hahaha. Sekian dari saya wahid.