Sebelumnya hantu baik versi 2 bagian 2.

“Gini saja deh ceritamu itu, di fotocopy semua jadikan buku lalu share di semua media yang kamu tahu. Lalu tinggal tunggu konfirmasi dari mereka” kata mayzal memberi saran.
“Okey siap deh”.
“Eh kamu bicara sama siapa?” kata teman intan.
“Enggak ini aku lagi telepon temanku nih” kata intan menaruh telepon di telinganya.

Setelah pulang kerja sekitar pukul 10 malam, Intan mencoba membuat cerpen lagi di ponselnya dengan judul arwah mencari tubuhnya, 4 jam membuat cerpen kepala intan sedikit pusing karena terlalu banyak berpikir, terlihat mayzal menonton televisi.

“Eh, hantu nganggur saja kerjaanmu” kata intan memukul kepala mayzal.
“*Ye memang kenapa kan aku hantu, gimana sudah jadi cerpennya? Judulnya apa?”.
“Judulnya arwah mencari tubuhnya?”.
“Lah itu bukannya karangan nak gugun?” kata mayzal.
“Nak gugun?”.
“Iya dia juga pengarang”.

“Tapi ini beda kok alur ceritanya”.
“Iya sudah coba share di grup sama di media lain semoga saja laris”.
“Bentar aku lapar nih, belikan aku makanan ya” kata intan.
“Makanan, aku ini hantu intan bukan manusia”.
“Kamu mau makan tidak?”.

“Bukannya kalau malam kekuatan hantu bertambah, masa kamu tidak bisa tampakan wujudmu?” tanya intan.
“Ya elah tahu saja, sudah sini mana uangnya?”.
“Nih uangnya”.
“Mau makan apa?”.
Nasi goreng ya 1″.
“Lah kok 1 aku makan apa?”.
“Iya deh dasar minta minta beli dua tuh” kata intan memberikan uang tambahan.
“Nah gini *dong” kata mayzal yang tiba-tiba menghilang.

Intan pun membuka ponselnya menyalin cerpenya di ponsel, lalu membuka facebook dan mengirimnya di CHI dan di media lain. Tak lama kemudian mayzal pun datang membawakan nasi goreng.

“Nih nasi goreng sama minumannya” kata mayzal menaruh makanannya.
“Bagaimana kata orang saat lihat kamu?”.
“Ya mereka tanya sih kenapa wajahku pucat sekali”.
“Terus?”.
“Aku bilang memang kulitku begini pak”.
“*Wih keren” kata intan mengajukan jempol.

Saat mereka makan, ponsel intan berdering terus dan saat di periksa, like sampai 300 orang dan komentar 120 orang yang mengomentari cerpen intan. Tiba-tiba ada messenger masuk di ponselnya, lalu intan membukanya.

“Buatkan aku cerita yang buat *baper dengan karanganmu tapi menggunakan namamu, aku akan bayar setiap episode 100ribu, tapi harus bagus” kata orang di facebook.
“*Uhuk, uhuk” kata intan yang senang sampai tersedak.
“Eh minum dulu nih” kata mayzal memberikan minum.
“Yes, yes” kata intan senang.

“Kamu kenapa?”.
“Ini ada yang mau bayar kalau aku buat cerita dengan nama mereka”.
“Berapa dia bayar kamu?”.
“Katanya setiap episode 100 ribu zal”.
“Wah, kalau sampai episode 10, bisa 1 juta keren”.

Setelah 1 bulan intan mendapatkan tawaran membuatkan cerita dengan bayaran setiap episode 100 ribu, 1 bulan intan bisa mendapatkan 3 juta. Hati intan rasanya senang sekali bisa menghasilkan uang dengan hobbynya walaupun intan masih kerja di indomart, tetapi dengan intan mendapatkan uang banyak intan melupakan sesuatu.

“Intan?” panggil mayzal.
“Apa sih zal?” tanya intan yang sedang menulis cerpen.
“Kamu nih ya, setelah dapat uang banyak sana sini ada tawaran, kamu lupa shalat dan jarang pergi ke makam ibumu” tegur mayzal.
“Halah, itu gampang nanti saja lah” kata intan.

“Nanti, nanti terus, aku capek ingatin kamu intan, kalau gini dengar rejeki itu datangnya dari Tuhan bukan dari kamu sendiri” kata mayzal.
“Halah. Berisik kamu ah zal, sana pergi deh”.
“Eh dengar ya, ini tujuanku tidak masuk di alam lain karena apa untuk menemanimu sampai kamu sukses dan jadi orang baik, kalau tahunya kamu orangnya sekarang seperti apa, mending aku langgar perintah dari Tuhan” kata mayzal kesal.

Selanjutnya hantu baik versi 2 bagian 4.

loading...