Segenggam Bunga Anggrek Putih - 180 Views

Pada suatu malam setelah hujan deras.

Kisah: sudahlah kalau memang kamu lebih memilihnya aku gak apa-apa kok.
Cerita: kamu bicara apa, aku tuh benaran gak ada hubungan apapun dengannya, kamu harus percaya sama aku.
Kisah: aku bukan anak kecil lagi yang bisa kamu bohongin.
Cerita: Kisah, kamu mau kemana?
Kisah: gak usah peduli lagi sama aku, kita putus saja.

Dengan berlinang air mata Kisah pergi ke tengah hutan. Hutan yang sangat gelap. Penglihatan pun hanya mengandalkan cahaya bulan. Di tengah hutan Kisah berhenti melangkah karena melihat bunga anggrek berwarna putih. Setelah memetik bunga anggrek putih Kisah kembali berjalan. Terus berjalan melewati gunung dan lembah hingga sampai di sebuah jalan.

loading...

Dengan perlahan Kisah berjalan menyeberang jalan bersama segenggam bunga anggrek putih. “*Phemp, phemp, phemp” seorang pengemudi mobil truk gandeng yang sedang ugal-ugalan tidak sempat menghentikan laju mobilnya sehingga di setiap malam “*thik, thik, thik” betapa sunyinya malam ini hingga suara detik jam dinding sangat terdengar jelas.

Saat seseorang berbaring di tempat tidur dan menutup mata untuk memulai tidurnya. Akan ada bola mata yang terbuka lebar di balik jendela kamar yang tertutup tirai. Mata itu terus menatap dan terus memperhatikan di balik jendela kamar. “*Terk, terk” gerakan suatu benda di dalam kamar akan mengirim gelombang hingga meresap pada gendang telinga. Mengalir ke sebuah pikiran dan jatuh ke dalam hati hingga melahirkan suatu perasaan. Perasaan gelisah yang mengurai beberapa pertanyaan.

“Kenapa malam ini?”.
“Suara apa itu?”.
“Siapa?”.
“Di sebelah mana?”.

Rasa gelisah dan penasaran memaksa mata untuk terbuka. Memaksa kaki untuk melangkah ke arah jendela. Dan “*srek” memaksa tangan untuk membuka tirai yang menutup jendela kamar. Tidak ada apapun di balik jendela kamar karena sosok yang sedang menggenggam bunga anggrek putih itu sudah berada di dalam kamar dan berdiri di belakang.

“*Srek” tangan kembali menutup tirai dan kaki pun kembali melangkah ke tempat tidur. Setelah berbaring di tempat tidur dan saat mata mulai terpejam tanpa di sadari ada sosok yang ikut berbaring. Ada warna merah daging terlihat karena kulit yang mengelupas. Ada bola mata besar terbuka lebar sedang menatap bagai ujung jarum yang runcing.

Ada darah segar mengalir melumuri tubuh dan pakaian. Dan ada segenggam bunga anggrek putih untuk kakak admin dan semua kakak sahabat sejati KCH yang baik hati serta kisah ceritanya bagus-bagus dan seram banget “i like it” and “thanks all”.